ilustrasi minyak zaitun atau olive oil (pixabay.com/Honglin Mu)
Minyak zaitun berperan penting dalam diet Mediterania, yang diketahui kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan yang sehat. Menurut sebuah metaanalisis yang diterbitkan dalam jurnal Lipids in Health and Disease tahun 2014 menemukan bahwa asam lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan stroke.
Pilihan paling sehatnya adalah extra virgin olive oil (EVOO), yang mana diekstraksi dari buah zaitun hanya dengan cara mekanis, tanpa bahan kimia. EVOO adalah kualitas tertinggi dari minyak zaitun. Dilansir Berkeley Wellness, dalam pengujian oleh panel rasa terlatih menggunakan protokol resmi EVOO tidak akan memiliki cacat aroma atau rasa, dan ada rasa positif dari zaitun hijau atau zaitun matang.
EVOO juga memiliki titik asap (smoking point) yang relatif rendah, sehingga paling baik untuk menumis atau memanggang dengan api sedang. Minyak ini juga pilihan yang baik untuk salad dressing.
Perlu diketahui bahwa titik asap atau titik pembakaran minyak adalah suhu di mana minyak mulai berasap dan kehilangan integritasnya. Jika minyak mulai berasap, ia dapat melepaskan bahan kimia yang memberi rasa pahit pada makanan dan menghasilkan radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan.
EVOO juga diketahui mengandung lebih dari 30 senyawa fenolik, sekelompok fitokimia yang mencakup banyak senyawa antiinflamasi dan punya efek pembesaran pembuluh darah.
Karena berasal dari buah zaitun, minyak ini mengandung sejumlah besar antioksidan, fitosterol dan vitamin, terutama vitamin E, antioksidan yang larut dalam lemak yang membantu menjaga integritas membran sel dan melindunginya dari kerusakan akibat radikal bebas berbahaya.
Studi telah menunjukkan bahwa lemak tak jenuh tunggal dalam EVOO dapat menurunkan kolesterol jahat, sehingga konsumsinya dapat mendukung kesehatan jantung.