Comscore Tracker

Waspada Cedera Bahu, Ini Jenis dan Cara Penanganannya

Jangan sembarangan menanganinya dengan diurut

Cedera bahu merupakan jenis cedera yang umum terjadi, khususnya pada atlet dan penggiat olahraga. Cedera bahu dan nyeri bahu menjadi masalah yang substansial pada atlet overhead, seperti pitcher bisbol dan softball, bola voli, kriket, dan tenis. 

Dalam acara diskusi media RS Pondok Indah Group pada Rabu (30/11/2022), dr. Grace Joselini Corlesa, SpKO, MMRS, dokter spesialis kedokteran olahraga, menjelaskan penyebab cedera bahu dan cara mengatasinya.

1. Cedera bahu cukup sering terjadi

Waspada Cedera Bahu, Ini Jenis dan Cara Penanganannyailustrasi pemain softball (pixabay.com/Keithjj)

Menurut penjelasan dr. Grace, Insiden cedera bahu termasuk insiden yang cukup umum. Pada olahraga overhead, cedera ini bervariasi antara 0,2/1.000 jam dan 1,8/1.000 jam.

Proporsi rata-rata atlet junior yang melapor setiap minggu adalah 5 persen untuk pemain bola voli putra dan putri sekolah. Sementara itu, pada pemain bola tangan pria elit senior rata-rata yang melapor adalah 12 persen. 

Selain itu, pemain bola tangan perempuan elit senior melaporkan nyeri bahu pada awal musim pertandingan mencapai 36 persen. 

2. Faktor penyebab cedera bahu

Waspada Cedera Bahu, Ini Jenis dan Cara Penanganannyailustrasi golfer's elbow (unsplash.com/Harlie Raethel)

Menurut dr. Grace, faktor penyebab cedera olahraga pada bahu dapat dibagi menjadi 2, yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Untuk faktor intrinsik, ini meliputi:

  • Riwayat nyeri bahu, dengan atau tanpa cedera bahu.
  • Rentang gerak dan fleksibilitas bahu.
  • Kelemahan otot dan ketidakseimbangan agonis/antagonis .
  • Diskinesis skapula.
  • Tahun latihan.
  • Indeks massa tubuh.
  • Jenis kelamin.
  • Tingkat permainan.

Untuk faktor ekstrinsik, penyebabnya meliputi:

  • Posisi lapangan.
  • Jenis pertandingan atau latihan. 
  • Tingkat kesulitan latihan atau pertandingan. 

"Misalnya posisinya apa, contohnya bola basket atau sepak bola, atau handball. Atau misalnya bulu tangkis, dia pemain single atau double," ucap dr. Grace. 

Baca Juga: Studi: Pemain Basket Berisiko Tinggi Mengalami Cedera Mata

3. Jenis cedera bahu yang umum terjadi

Waspada Cedera Bahu, Ini Jenis dan Cara Penanganannyailustrasi cedera bahu (pexels.com/ Ryutaro Tsukata)

Selain dr. Grace, acara ini juga menghadirkan dr. Erica Kholinne, SpOT(K), Ph.D, dokter spesialis bedah ortopedi konsultan shoulder & elbow. Menurut dr. Erica, ada empat cedera bahu yang umum terjadi. Cedera ini meliputi:

  • SLAP lesion: SLAP adalah singkatan dari Superior Labrum from Anterior to Posterior. Robekan SLAP diakibatkan oleh cedera overuse atau penggunaan berlebihan pada bahu. Ini sering terjadi pada atlet overhead atau orang tua yang terjatuh.
  • Bankart lesion: Ini adalah cedera yang terjadi pada labrum glenoid anterior (inferior) bahu. Cedera bisa berkaitan dengan fragmen tulang dan dapat terjadi akibat cedera akut atau cedera overuse.
  • Impingement syndrome: Ini menjadi penyebab nyeri bahu yang sangat umum. Tendon pada bahu akan bergesekan atau dapat tersangkut di jaringan dan tulang terdekat saat mengangkat tangan. Cedera ini disebabkan oleh penggunaan berlebihan dari aktivitas bahu yang berulang atau bersifat degeneratif. 
  • Rotator cuff tear: Cedera ini terjadi saat satu atau lebih tendon manset rotator robek. Sebagian besar robekan terjadi pada tendon supraspinatus. Rotator cuff tear dapat disebabkan oleh cedera atau kondisi degeneratif. 

4. Penanganan awal cedera bahu

Waspada Cedera Bahu, Ini Jenis dan Cara Penanganannyailustrasi cedera olahraga (unsplash.com/Diana Polekhina)

Dalam mengatasi cedera bahu, dr. Grace menekankan untuk tidak sembarangan menanganinya dengan cara diurut. Hal ini dapat memperparah kondisi cedera bahu yang dialami. 

Penanganan awal yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan metode PRICE. Metode ini berlaku untuk cedera trauma, strain, dan sprain pada 24–72 jam pertama setelah terjadinya cedera. Metode PRICE meliputi:

  • Protect.
  • Rest.
  • Ice (kompres es 10–15 menit per 4 jam).
  • Compression.
  • Elevation.

Jika cedera tidak membaik dan makin parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

5. Diagnosis yang tepat sangat penting

Waspada Cedera Bahu, Ini Jenis dan Cara Penanganannyailustrasi pemanasan (unsplash.com/ Anupam Mahapatra)

Dokter Erica mengatakan bahwa hal terpenting dari penanganan cedera bahu adalah diagnosis yang cepat dan tepat. Kita dianjurkan untuk jeli akan rasa sakit yang dirasakan. Jangan memaksakan untuk berolahraga jika kamu merasakan nyeri yang cukup serius pada bahu.

Selain itu, diagnosis yang tepat sangat penting dalam pengobatan cedera dan nyeri bahu. Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin mengalami nyeri bahu yang bukan disebabkan oleh cedera atau insiden. 

"Yang penting itu, kita tahu kalau kita cedera. Jadi jangan mengabaikan gejala yang ada. Walaupun kecil itu tetap harus kita waspadai, seperti rasa sakit, stabilitas, weakness, dan lainnya," ucap dr. Erica. 

Cedera bahu dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik itu internal maupun eksternal. Penting untuk menyadari dan tidak mengabaikan gejala yang dialami. Segera periksakan ke dokter jika kamu merasakan nyeri serius pada bahu. 

Baca Juga: Trigger Finger: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya