ilustrasi nasi padang (commons.wikimedia.org/Fhikri Latifi)
Makan nasi padang terlalu dekat dengan waktu imsak membuat lambung belum sempat memulai proses cerna secara optimal. Akibatnya, rasa penuh di perut dapat bertahan hingga pagi dan menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas. Kondisi ini juga meningkatkan risiko naiknya asam lambung.
Sebaliknya, makan sekitar satu hingga dua jam sebelum imsak memberi waktu bagi tubuh untuk memulai proses cerna dengan lebih baik. Tubuh juga memiliki kesempatan untuk menyerap cairan lebih optimal sebelum puasa dimulai. Waktu makan yang tepat membantu mengurangi rasa haus dan menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Sahur mengonsumsi nasi padang sebenarnya tidak berbahaya jika dilakukan dengan cara tepat, terutama dengan memilih lauk lebih ringan, mengatur porsi, serta memperhatikan waktu makan. Keseimbangan antara karbohidrat, serat, dan cairan menjadi faktor utama agar puasa tetap nyaman tanpa gangguan cerna. Jadi, setelah memahami dampaknya, apakah nasi padang masih akan menjadi menu sahur rutin atau cukup dinikmati sesekali saja?
Referensi:
"UM Surabaya Lecturer: Prevent Hypoglycemia by Eating Sahur" UM Surabaya. Diakses pada Februari 2026
"Tips for Fasting During Ramadan for People with Stomach Disorders," Universitas Jenderal Soedirman. Diakses pada Februari 2026
"The Importance of Eating Healthy Rice During Ramadan" Kazerice. Diakses pada Februari 2026
"UNDIP Nutrition Expert Gave Tips on Eating Patterns during Fasting" UNDIP. Diakses pada Februari 2026