Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Aman jika Sahur Mengonsumsi Nasi Padang?
ilustrasi nasi padang (vecteezy.com/Feri Handoko)
  • Nasi Padang saat sahur bisa membuat lambung bekerja lebih berat karena kandungan lemak dan santan tinggi, sehingga menimbulkan rasa begah atau tidak nyaman bagi sebagian orang.
  • Kadar garam tinggi pada lauk Padang dapat mempercepat rasa haus selama puasa, sebab tubuh menarik lebih banyak cairan untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
  • Pemilihan lauk rendah lemak dan waktu makan yang tepat membantu nasi Padang tetap aman dikonsumsi saat sahur tanpa mengganggu energi maupun pencernaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sahur sering membuat orang memilih makanan praktis yang terasa mengenyangkan, dan nasi padang menjadi salah satu pilihan paling populer karena mudah ditemukan serta porsinya besar. Namun, muncul pertanyaan apakah sahur makan nasi padang aman bagi tubuh, mengingat menu ini identik dengan santan, minyak, serta bumbu kuat.

Makanan saat sahur tidak hanya dinilai dari rasa kenyang, tetapi juga dari dampaknya terhadap energi, cairan tubuh, dan kenyamanan pencernaan selama puasa. Karena itu, penting untuk memahami reaksi tubuh jika sahur mengonsumsi nasi padang. Berikut penjelasannya.

1. Kandungan lemak tinggi pada nasi padang memperlambat kerja lambung

ilustrasi nasi padang (commons.wikimedia.org/Pinerineks)

Banyak lauk khas Padang dimasak menggunakan santan dan minyak dalam jumlah besar, sehingga kandungan lemaknya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan menu rumahan sederhana. Lemak memang membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, tetapi proses cerna menjadi lebih lambat karena lambung membutuhkan waktu lebih lama untuk memecahnya. Kondisi ini membuat perut terasa penuh lebih lama, terutama ketika makan dalam porsi besar saat sahur.

Ketika lambung bekerja lebih berat, sebagian orang bisa merasakan sensasi begah, mual ringan, atau panas di ulu hati beberapa jam setelah makan. Hal ini sering muncul pada orang yang memiliki riwayat asam lambung atau mudah mengalami gangguan cerna. Dampaknya bukan hanya tidak nyaman, tetapi juga bisa mengganggu fokus dan aktivitas selama menjalani puasa.

2. Garam tinggi dalam lauk nasi padang mempercepat rasa haus saat puasa

ilustrasi lauk nasi padang (commons.wikimedia.org/John Orford)

Masakan Padang dikenal memiliki rasa gurih kuat karena penggunaan garam dan penyedap yang cukup tinggi. Natrium dalam jumlah besar membuat tubuh menarik lebih banyak cairan untuk menjaga keseimbangan elektrolit. Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa haus meskipun sudah minum cukup saat sahur.

Efek ini biasanya mulai terasa pada siang hari ketika cadangan cairan tubuh mulai berkurang. Mulut terasa kering lebih cepat dan rasa lelah muncul lebih awal karena tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari biasanya. Kondisi tersebut membuat puasa terasa lebih berat, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat.

3. Nasi putih dalam menu nasi padang membuat energi cepat turun

ilustrasi nasi putih (vecteezy.com/Natthapon Ngamnithiporn)

Nasi putih merupakan karbohidrat yang mudah dicerna sehingga gula darah naik dengan cepat setelah dikonsumsi. Kenaikan ini memang memberi energi awal, tetapi penurunannya juga berlangsung cepat sehingga rasa lapar dapat muncul lebih dini. Kondisi ini sering membuat tubuh terasa lemas sebelum waktu berbuka.

Saat nasi putih dikombinasikan dengan lauk tinggi lemak, proses cerna menjadi semakin berat dan dapat memicu rasa kantuk di pagi hari. Energi yang seharusnya digunakan untuk aktivitas justru banyak dipakai tubuh untuk mencerna makanan. Akibatnya, stamina selama puasa tidak bertahan secara optimal.

4. Pemilihan lauk menentukan aman tidaknya nasi padang saat sahur

ilustrasi nasi padang (commons.wikimedia.org/Zahirulnukman)

Tidak semua menu nasi padang memiliki dampak yang sama terhadap kesehatan karena ada pilihan lauk yang lebih ringan. Lauk seperti ikan bakar, ayam panggang, atau telur rebus memiliki kandungan lemak lebih rendah dibandingkan dengan rendang atau gulai bersantan kental. Memilih lauk tanpa kuah santan berlebihan dapat mengurangi beban kerja lambung.

Menambahkan sayuran seperti daun singkong, nangka muda, atau lalapan juga membantu memperlambat penyerapan gula dari nasi. Serat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan membantu menjaga kestabilan energi selama puasa. Cara ini membuat nasi padang tetap bisa dikonsumsi tanpa menimbulkan keluhan berarti.

5. Waktu sahur memengaruhi dampak nasi padang pada tubuh

ilustrasi nasi padang (commons.wikimedia.org/Fhikri Latifi)

Makan nasi padang terlalu dekat dengan waktu imsak membuat lambung belum sempat memulai proses cerna secara optimal. Akibatnya, rasa penuh di perut dapat bertahan hingga pagi dan menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas. Kondisi ini juga meningkatkan risiko naiknya asam lambung.

Sebaliknya, makan sekitar satu hingga dua jam sebelum imsak memberi waktu bagi tubuh untuk memulai proses cerna dengan lebih baik. Tubuh juga memiliki kesempatan untuk menyerap cairan lebih optimal sebelum puasa dimulai. Waktu makan yang tepat membantu mengurangi rasa haus dan menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.

Sahur mengonsumsi nasi padang sebenarnya tidak berbahaya jika dilakukan dengan cara tepat, terutama dengan memilih lauk lebih ringan, mengatur porsi, serta memperhatikan waktu makan. Keseimbangan antara karbohidrat, serat, dan cairan menjadi faktor utama agar puasa tetap nyaman tanpa gangguan cerna. Jadi, setelah memahami dampaknya, apakah nasi padang masih akan menjadi menu sahur rutin atau cukup dinikmati sesekali saja?

Referensi:

"UM Surabaya Lecturer: Prevent Hypoglycemia by Eating Sahur" UM Surabaya. Diakses pada Februari 2026

"Tips for Fasting During Ramadan for People with Stomach Disorders," Universitas Jenderal Soedirman. Diakses pada Februari 2026

"The Importance of Eating Healthy Rice During Ramadan" Kazerice. Diakses pada Februari 2026

"UNDIP Nutrition Expert Gave Tips on Eating Patterns during Fasting" UNDIP. Diakses pada Februari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team