5 Strategi Promo Sahur dan Buka Puasa yang Bikin Traffic Naik Tajam

- Bulan Ramadan mengubah pola belanja konsumen, dengan aktivitas online meningkat saat sahur dan menjelang buka puasa, sehingga bisnis perlu menyesuaikan strategi promosi sesuai ritme tersebut.
- Promo efektif mencakup penawaran eksklusif di jam sahur dan berbuka, penggunaan countdown atau reminder, serta paket bundling yang relevan dengan kebutuhan keluarga selama Ramadan.
- Kunci sukses terletak pada narasi emosional yang hangat dan penjadwalan konten di waktu aktif konsumen agar brand tetap diingat dan traffic meningkat signifikan sepanjang bulan suci.
Bulan Ramadan selalu membawa perubahan pola belanja konsumen. Jam aktif berpindah ke waktu sahur dan menjelang buka puasa. Orang-orang lebih sering scrolling media sosial setelah tarawih, berburu menu sahur praktis di malam hari, atau mencari promo takjil menjelang maghrib. Jika bisnis tidak menyesuaikan ritme ini, potensi traffic besar bisa lewat begitu saja.
Karena itu, strategi promosi saat sahur dan buka puasa tidak bisa disamakan dengan bulan biasa. Perlu pendekatan waktu, pesan, dan penawaran yang lebih relevan dengan kebiasaan konsumen Ramadhan. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan agar promo sahur dan buka puasa benar-benar efektif.
1. Membuat promo khusus jam sahur dan berbuka puasa

Promo yang terasa eksklusif lebih menarik dibanding diskon biasa. Misalnya, diskon sahur 03.00–05.00 atau promo flash sale menjelang maghrib.Batasan waktu yang jelas mendorong rasa urgensi dan membuat orang lebih cepat mengambil keputusan.
Selain itu, sesuaikan produknya dengan kebutuhan momen. Untuk sahur, tonjolkan produk praktis dan cepat saji. Untuk buka puasa, fokus pada menu berbagi atau paket keluarga. Relevansi adalah kunci agar promo tidak terasa asal-asalan.
2. Menggunakan countdown dan reminder

Fitur countdown di media sosial atau notifikasi pengingat bisa membantu menciptakan antusiasme. Ketika orang melihat waktu promo semakin dekat, rasa penasaran dan keinginan untuk ikut membeli biasanya meningkat.
Reminder juga penting karena tidak semua orang langsung online di jam yang sama. Dengan pengingat yang konsisten, brand kamu tetap berada di top of mind saat konsumen mulai mencari kebutuhan sahur atau berbuka.
3. Menawarkan paket bundling

Saat ramadan, banyak orang membeli dalam jumlah lebih banyak, terutama untuk keluarga. Paket bundling sahur atau buka puasa dengan harga lebih hemat bisa meningkatkan nilai transaksi sekaligus menarik traffic.
Pastikan bundling dibuat simpel dan jelas manfaatnya. Hindari paket yang terlalu rumit sehingga membingungkan konsumen. Semakin mudah dipahami, semakin cepat orang mengambil keputusan.
4. Membangun narasi emosional tentang ramadan

Ramadan bukan hanya soal diskon, tetapi juga momen kebersamaan dan berbagi. Mengangkat narasi hangat tentang keluarga, tradisi sahur, atau momen berbuka bersama bisa membuat brand terasa lebih dekat.
Promo yang dibungkus dengan cerita cenderung lebih diingat dibandingkan sekadar angka diskon. Ketika audiens merasa terhubung secara emosional, mereka lebih percaya dan lebih sering kembali.
5. Mengatur waktu upload sesuai jam aktif konsumen

Selama ramadan, waktu emas promosi biasanya terjadi menjelang sahur dan satu hingga dua jam sebelum berbuka. Di waktu ini, konsumen lebih aktif mencari makanan, minuman, atau kebutuhan lainnya. Menjadwalkan konten dan promo di jam yang tepat akan meningkatkan peluang dilihat dan diklik.
Jangan hanya mengandalkan satu kali posting. Buat pengingat atau teaser beberapa jam sebelumnya, lalu posting ulang di waktu puncak. Konsistensi di jam yang sama setiap hari juga membantu audiens terbiasa menunggu promo dari brand kamu.
Strategi promo sahur dan buka puasa bukan sekadar soal memberikan potongan harga. Kuncinya ada pada pemahaman pola perilaku konsumen selama ramadan dan kemampuan menyesuaikan waktu serta pesan promosi. Ketika brand hadir di momen yang tepat dengan penawaran yang relevan, traffic bisa meningkat secara signifikan.


















