Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi kelelahan
Ilustrasi kelelahan (Freepik/jcomp)

Intinya sih...

  • Sering kelelahan padahal sudah istirahat.

  • Penurunan berat badan tiba-tiba.

  • Sesak napas atau nyeri dada.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tubuh kita itu cerdas. Ia sering memberi clue ketika ada sesuatu yang gak beres. Biasanya ia kasih tahu lewat rasa lelah, gejala aneh, atau perubahan sehari-hari yang tampak biasa. Sayangnya, banyak tanda-tanda ini sering dianggap biasa, cuma efek “capek kerja”, atau gaya hidup yang sibuk, padahal bisa jadi sinyal awal masalah kesehatan serius kalau diabaikan terlalu lama.

Mulai sekarang, kenali beberapa tanda tubuh yang sebaiknya gak disepelekan. Kalau kamu mengalaminya, segera evaluasi dan periksakan, ya!

1. Sering kelelahan padahal sudah istirahat

ilustrasi tertidur saat bekerja karena kelelahan (pexels.com/Ron Lach)

Rasa capek setelah aktivitas berat itu wajar. Tapi kalau kamu terus merasa lelah padahal sudah cukup tidur dan gak banyak aktivitas berat, bisa jadi itu bukan sekadar lelah biasa. Apalagi kalau muncul tanpa sebab yang jelas dan mengganggu aktivitas harian. Kondisi kayak gini biasanya berkaitan dengan anemia, gangguan tiroid, atau masalah jantung yang sering luput terdeteksi.

2. Penurunan berat badan tiba-tiba

Turun berat badan (Freepik/rawpixel.com)

Turun berat badan itu wajar kalau memang kamu sedang diet atau olahraga intensif. Tapi kalau berat badanmu turun drastis dalam waktu beberapa minggu, padahal gak ada perubahan pola makan atau aktivitas fisik, bisa jadi tanda gangguan metabolisme, masalah hormon, atau kondisi lebih serius seperti penyakit kronis atau bahkan kanker. Segera konsultasikan ke dokter, ya!

3. Sesak napas atau nyeri dada

Ilustrasi nyeri dada (Freepik/jcomp)

Jika kamu sering merasakan sesak napas yang muncul tiba-tiba, disertai dengan tekanan atau nyeri dada, waspadalah. Banyak orang mengabaikannya dan menganggapnya sebagai efek dari kelelahan biasa. Padahal bisa jadi indikasi dari gangguan jantung atau paru-paru.

4. Pusing berulang dan sulit fokus

Ilustrasi pusing (Freepik/tirachardz)

Pusing yang sering muncul tanpa sebab jelas dan sulit fokus sebenarnya bisa berkaitan dengan tekanan darah, masalah gula darah, atau anemia. Apalagi jika disertai pandangan kabur, lemas, atau detak jantung yang gak normal. Karena gejalanya ringan, banyak orang cenderung menganggapnya sebagai kurang tidur atau terlalu lama menatap layar.

5. Sering gangguan pencernaan

Ilustrasi sakit perut (Freepik/jcomp)

Perut kembung, diare, sembelit, atau mual yang terus-menerus sering dipandang sebagai masuk angin atau salah makan. Padahal gangguan pencernaan yang kronis bisa menjadi pertanda kondisi seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), infeksi lambung, atau GERD. Perhatikan jika keluhan inj berlangsung lebih dari beberapa minggu disertai penurunan berat badan atau darah dalam tinja.

6. Luka yang sulit sembuh

Ilustrasi luka yang dioles krim (Freepik/freepik)

Luka yang gak kunjung sembuh, misalnya goresan kecil yang lama keringnya, sering dianggap biasa. Padahal ini bisa mengindikasikan diabetes atau gangguan sistem imun. Umumnya gejala ini tampak pada luka yang masih merah atau meradang setelah berhari-hari. Bisa juga berupa luka yang terus ada tanpa ada penyebab trauma.

7. Perubahan kulit dan warna tubuh

Ilustrasi bibir pecah-pecah (Freepik/freepik)

Perubahan pada kulit, seperti kulit menguning atau pembengkakan pada wajah maupun kaki, bisa jadi tanda gangguan hati atau retensi cairan akibat masalah jantung maupun gagal ginjal. Sementara bibir pecah-pecah sering dianggap efek cuaca, padahal bisa menandakan kekurangan vitamin atau infeksi ringan yang lebih serius.

Tubuh sering memberi sinyal lebih dulu sebelum penyakit berkembang parah. Jangan sepelekan apalagi beranggapan jika keluhan-keluhan yang terjadi nantinya akan sembuh sendiri. Apalagi sampai menormalisasi rasa sakit atau gak nyaman yang terjadi di tubuhmu.

Jika salah satu dari gejala di atas muncul terus menerus hingga mengganggu aktivitas harian, atau gak kunjung membaik padahal sudah istirahat dan mengubah gaya hidup, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team