Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pusing
ilustrasi pusing (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Intinya sih...

  • Penuhi kebutuhan cairan secara bertahap sejak berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.

  • Sahur seimbang dan istirahat cukup membantu menjaga energi serta mencegah kepala terasa berat.

  • Sesuaikan aktivitas dan beri jeda relaksasi agar tubuh tetap nyaman selama puasa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa selalu membawa perubahan pada pola makan, waktu istirahat, dan kebiasaan harian. Karena itu, tubuh memerlukan masa penyesuaian agar tetap terasa bugar sepanjang hari. Banyak orang mencari tips agar puasa tidak pusing karena keluhan kepala terasa berat sering muncul ketika aktivitas tetap berjalan seperti biasa.

Situasi tersebut dapat terjadi saat berada di rumah, perjalanan, tempat belajar, maupun ketika menjalani pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi. Pemahaman mengenai cara menjaga kondisi tubuh selama puasa menjadi penting agar kegiatan tetap terasa nyaman. Mari, simak penjelasan berikut!

1. Kebutuhan cairan perlu dipenuhi secara teratur sejak waktu berbuka

ilustrasi minum (pexels.com/Engin Akyurt)

Tubuh tetap membutuhkan air untuk menjaga keseimbangan fungsi organ meski tidak terjadi aktivitas fisik berat. Cairan berperan penting dalam menjaga volume darah, mengangkut nutrisi, dan membantu sistem saraf bekerja secara stabil. Karena itu kecukupan minum menjadi fondasi utama kenyamanan selama berpuasa. Pemenuhan cairan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar penyerapan berlangsung optimal tanpa menimbulkan rasa penuh di perut.

Pola pembagian minum dari waktu berbuka, malam hari, hingga sahur membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan secara merata selama periode puasa. Air putih tetap menjadi pilihan paling aman karena tidak menambah beban metabolisme tubuh. Minuman tinggi gula atau berkafeina cenderung mempercepat pengeluaran cairan sehingga tubuh lebih mudah merasa lelah dan kehilangan energi.

2. Komposisi sahur perlu menjaga kestabilan energi tubuh

ilustrasi sahur (pexels.com/Gül Işık)

Makanan sahur tidak sekadar mengenyangkan, melainkan harus mampu menyediakan energi secara bertahap. Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, atau umbi-umbian, membantu pelepasan energi lebih stabil sehingga tubuh tidak mudah merasa lemas saat beraktivitas. Asupan protein berperan mempertahankan rasa kenyang lebih lama karena proses pencernaannya berlangsung lebih lambat.

Serat dari sayur dan buah juga mendukung kerja metabolisme sehingga tubuh tetap terasa ringan serta tidak mudah mengalami penurunan energi secara tiba-tiba. Pemilihan makanan terlalu asin atau berminyak sebaiknya dikendalikan karena dapat meningkatkan rasa haus. Menu seimbang membantu sistem tubuh bekerja secara stabil tanpa memberi tekanan berlebih pada organ pencernaan.

3. Pola istirahat perlu dijaga agar tubuh tetap segar

ilustrasi tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Perubahan jadwal selama Ramadan sering membuat waktu tidur berkurang. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap rasa tidak nyaman pada kepala. Kualitas tidur dapat ditingkatkan melalui penyesuaian waktu istirahat lebih awal dan pembatasan penggunaan gawai sebelum tidur.

Lingkungan kamar yang tenang, suhu ruangan nyaman, dan pencahayaan redup membantu tubuh memasuki fase tidur lebih dalam. Istirahat singkat pada siang hari juga bermanfaat memulihkan energi mental. Durasi tidur singkat sekitar 20 menit cukup membantu mengurangi kelelahan tanpa mengganggu waktu tidur utama pada malam hari.

4. Aktivitas harian perlu disesuaikan agar tubuh tetap stabil

ilustrasi pusing (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Kegiatan yang terlalu padat dapat meningkatkan ketegangan pada otot leher dan kepala. Penyesuaian intensitas aktivitas membantu tubuh menjaga keseimbangan energi sehingga tidak mudah merasa berat atau tidak nyaman. Waktu jeda singkat dapat dimanfaatkan untuk meregangkan tubuh atau melakukan relaksasi sederhana.

Pijatan ringan di pelipis, latihan napas dalam, dan kompres dingin membantu merilekskan otot serta menenangkan sistem saraf. Paparan layar gawai yang terlalu lama juga perlu dikendalikan. Pengaturan kecerahan layar dan jeda penggunaan secara berkala membantu menjaga kenyamanan mata sekaligus mencegah ketegangan berlebihan.

Menjaga kebiasaan sederhana secara konsisten membantu tubuh tetap nyaman menjalani ibadah puasa. Itu sebabnya, penerapan tips agar puasa tidak pusing tadi menjadi upaya penting. Kebiasaan kecil sering memberi dampak besar bagi keseharian. Jadi, perubahan apa yang ingin kamu mulai terapkan agar puasa terasa lebih ringan?

Referensi
"Fasting headaches: Causes and remedies". LMNT. Diakses Februari 2026.
"How You Can Fast During Ramadan Without Migraine Headaches". Manipal Hospitals. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎