Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Then Suyanti, MM, menjelaskan bahwa paparan timbal memiliki dampak serius terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak yang masih berada dalam fase tumbuh kembang.
Paparan timbal dalam kadar tinggi bisa mengganggu perkembangan otak, menurunkan poin IQ, serta memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang lainnya yang sifatnya bisa permanen.
Ironisnya, paparan timbal kerap tidak menimbulkan gejala klinis yang jelas, sehingga sering luput terdeteksi hingga dampaknya sudah cukup berat.
Karena bersifat kronis dan berisiko menetap seumur hidup, deteksi dini dan penelusuran sumber paparan menjadi langkah krusial.
Untuk mendukung upaya ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah memiliki Pedoman Nasional Tata Laksana Klinis, Komunitas, dan Lingkungan akibat Pajanan Timbal sebagai acuan fasilitas pelayanan kesehatan dalam melakukan penanganan yang tepat.
"Data prevalensi kadar timbal darah dan potensi sumber utama paparan timbal sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Tanpa data, upaya pencegahan akan sulit diukur dan dievaluasi,” jelas Dr. Then (21/1/2026).