Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menjaga Gula Darah Stabil, Mulai dari Urutan Makan
ilustrasi alat cek gula darah (magnific.com/xb100)
  • Memulai makan dengan sayuran berserat, dilanjutkan protein, lalu karbohidrat dapat membantu memperlambat penyerapan dan menekan kenaikan gula darah setelah makan.
  • Pengelolaan gula darah tidak hanya bergantung pada rasa manis; jenis serta porsi karbohidrat penting, dengan pilihan seperti buah utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
  • Makanan manis tetap dapat dikonsumsi dalam porsi kecil bersama atau setelah serat dan protein; ACV perlu diencerkan, pengguna obat perlu berhati-hati dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga gula darah sering terdengar seperti harus menghindari nasi, dessert, atau minuman manis. Padahal, pola makan yang lebih teratur bisa membantu tanpa membuat kamu merasa sedang menjalani hukuman setiap kali makan. Cara menjaga gula darah juga gak selalu soal menghapus makanan favorit dari menu.

Menurut Mayo Clinic, makanan tinggi serat, karbohidrat berkualitas, serta porsi yang sesuai berperan dalam membantu mengelola gula darah. Urutan makan juga mulai banyak diteliti karena dapat memengaruhi kenaikan gula darah setelah makan. Yuk simak lima cara menjaga gula darah stabil yang bisa diterapkan tanpa harus langsung menghapus makanan favorit.

1. Mulai makan dari sayuran berserat

ilustrasi perempuan makan salad sayur (magnific.com/magnific)

Cara makan ternyata bisa dimulai dari urutannya, bukan hanya isi piringnya. Sejumlah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi sayuran sebelum makanan berkarbohidrat dapat membuat kenaikan gula darah setelah makan lebih rendah. Serat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga penyerapan karbohidrat gak berlangsung terlalu cepat.

Coba mulai makan dengan sayuran seperti brokoli, bayam, wortel, atau lalapan sebelum menyentuh nasi. Setelah itu, lanjutkan dengan lauk berprotein dan baru makan sumber karbohidrat. Pola ini bukan berarti nasi harus dihindari, tetapi memberi tubuh kesempatan mencerna makanan secara lebih bertahap.

2. Letakkan karbohidrat di bagian terakhir

ilustrasi kentang rebus (magnific.com/timolina)

Nasi putih, mi, kentang, atau roti tetap bisa masuk dalam pola makan seimbang. Yang bisa diubah adalah kapan makanan tersebut dikonsumsi dalam satu sesi makan. Penelitian pada orang dengan pradiabetes menemukan bahwa makan protein dan sayuran sebelum karbohidrat dapat menurunkan lonjakan gula darah dibandingkan makan karbohidrat terlebih dahulu.

Jadi, kamu gak harus langsung mengganti nasi putih dengan makanan yang terasa asing. Isi piring dengan sayuran dan lauk terlebih dahulu, lalu nikmati nasi setelahnya sesuai kebutuhan. Cara ini juga bisa membuat perhatianmu berpindah dari “berapa banyak nasi yang boleh dimakan” menjadi “bagaimana menyusun satu kali makan dengan lebih seimbang”.

3. Jangan cuma menghitung rasa manis

ilustrasi perempuan makan buah (magnific.com/lookstudio)

Gula bukan satu-satunya hal yang memengaruhi kadar gula darah setelah makan. Karbohidrat dari nasi, roti, mi, dan makanan bertepung juga dipecah menjadi glukosa sehingga jumlah dan jenisnya tetap perlu diperhatikan. Mayo Clinic menyarankan memilih sumber karbohidrat yang lebih kaya serat seperti sayuran, buah utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

Karena itu, cara makan manis yang lebih sehat bukan berarti mencari makanan dengan label “tanpa gula” saja. Porsi tetap penting, begitu pula dengan makanan yang menyertai camilan tersebut. Buah utuh misalnya masih mengandung karbohidrat, tetapi juga memberikan serat yang gak kamu dapatkan dalam jumlah sama dari jus buah.

4. Coba apple cider vinegar sebagai pelengkap

ilustrasi cuka apel (magnific.com/rawpixel-com)

Apple cider vinegar atau ACV sering disebut sebagai salah satu hack untuk membantu menjaga gula darah setelah makan. Dilansir dari Healthline, beberapa penelitian menunjukkan konsumsi ACV bersama makanan berpotensi membantu menurunkan kenaikan gula darah, salah satunya dengan memperlambat proses pengosongan lambung. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas jangka panjangnya.

Kalau ingin mencobanya, jangan minum ACV secara langsung karena sifat asamnya dapat mengiritasi tenggorokan dan merusak enamel gigi. Healthline menyarankan ACV diencerkan dengan air, sementara jumlah yang digunakan sebaiknya gak dianggap sebagai dosis wajib untuk semua orang. Kamu juga perlu berhati-hati jika sedang mengonsumsi obat tertentu karena ACV dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat.

5. Gak perlu menghapus makanan manis sepenuhnya

ilustrasi perempuan menikmati donat (magnific.com/magnific)

Larangan total justru bisa membuat pola makan terasa sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Mayo Clinic menjelaskan bahwa pola makan untuk mengelola gula darah tetap dapat mencakup beragam makanan dengan memperhatikan kualitas, jumlah, dan keseimbangan asupan. Jadi, makanan manis gak harus otomatis menjadi makanan terlarang.

Kamu bisa menikmati dessert dalam porsi yang lebih kecil dan gak menjadikannya kebiasaan sepanjang hari. Lebih baik makan manis setelah atau bersama makanan yang mengandung serat dan protein daripada mengonsumsinya sendirian ketika sangat lapar. Dengan begitu, menjaga gula darah terasa seperti mengatur kebiasaan makan, bukan memusuhi makanan yang kamu sukai.

Menjaga gula darah gak harus dimulai dengan menghapus semua makanan yang terasa menyenangkan. Perubahan kecil seperti memperbanyak serat, mengatur urutan makan, dan memperhatikan porsi bisa menjadi langkah yang lebih realistis. Kalau kamu punya diabetes, pradiabetes, atau sedang mengonsumsi obat penurun gula darah, perubahan pola makan sebaiknya tetap disesuaikan bersama tenaga kesehatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article