Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi jalan kaki bersama rekan kerja ke kantor.
ilustrasi jalan kaki ke kantor (pexels.com/Felicity Tai)

Intinya sih...

  • Hanya 5 menit aktivitas fisik ekstra per hari dapat menurunkan risiko kematian hingga 10 persen.

  • Mengurangi waktu duduk 30 menit juga berkontribusi pada kesehatan jangka panjang.

  • Perubahan kecil ini memberi dampak lebih besar terutama untuk mereka yang paling tidak aktif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hidup modern membuat banyak orang duduk lama sepanjang hari, misalnya karena jam kerja dan paparan layar digital. Dampaknya tidak hanya terasa pada punggung atau leher. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa gaya hidup sedenter juga memengaruhi seberapa panjang usia kamu.

Dalam sebuah studi besar yang baru dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, ilmuwan dari beberapa negara menemukan bahwa sedikit ekstra gerak setiap hari bisa membuat perbedaan besar untuk kesehatan publik. Data yang dianalisis berasal dari lebih dari 135.000 orang dewasa di Norwegia, Swedia, Amerika Serikat, dan Inggris yang memakai perangkat untuk mengukur aktivitas mereka secara objektif selama periode bertahun-tahun.

Apa yang membuat temuan ini menarik adalah skala perubahan yang diperlukan. Bukan latihan intens yang memerlukan waktu berjam-jam di gym, tetapi penambahan hanya 5 menit aktivitas fisik intensitas sedang per hari (seperti jalan cepat) dapat memiliki efek nyata terhadap umur harapan hidup jika diadopsi secara luas.

Tambahan 5 menit yang sangat bernilai

Para peneliti menghitung bahwa jika sebagian besar orang (kecuali mereka yang sudah sangat aktif) menambahkan sekitar 5 menit aktivitas fisik moderat ke rutinitas hariannya, risiko kematian dari semua penyebab dapat turun sekitar 10 persen secara populasi.

Bahkan yang paling tidak aktif, yaitu mereka yang biasanya hanya sedikit bergerak sepanjang hari, mendapatkan manfaat nyata. Menambahkan 5 menit aktivitas setiap hari pada kelompok ini diperkirakan dapat menurunkan risiko kematian sekitar 6 persen.

Selain itu, mengurangi waktu duduk selama 30 menit per hari, misalnya dengan berdiri lebih banyak atau jalan singkat, juga dikaitkan dengan penurunan risiko kematian antara sekitar 3 hingga 7 persen, tergantung pada tingkat aktivitas awal seseorang.

Artinya, perubahan kecil bisa memberi keuntungan besar, terutama bagi mereka yang memulai dari tingkat aktivitas rendah.

Kenapa temuan studi ini penting?

ilustrasi berjalan bersama di lingkungan kampus (pexels.com/George Pak)

Selama bertahun-tahun, riset kesehatan telah menekankan bahwa lebih banyak gerak dan lebih sedikit duduk berhubungan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, metabolisme yang seimbang, serta risiko lebih rendah untuk berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan kanker. Temuan terbaru ini memperluas wawasan itu dengan menekankan bahwa kamu tidak harus effort besar untuk melihat hasil yang bermakna.

Yang menarik adalah manfaat terbesar sering kali diperoleh oleh mereka yang paling sedikit bergerak dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, seseorang yang jarang berjalan cepat atau melakukan aktivitas fisik lainnya dapat melihat dampak yang lebih besar dengan menambahkan sedikit waktu gerak setiap hari dibanding orang yang sudah aktif.

Dari perspektif kesehatan masyarakat, implikasi ini besar. Daripada mematok target tinggi yang tampak tak terjangkau oleh banyak orang, para peneliti menyarankan tujuan yang realistis dan dapat dicapai. Contohnya dengan jalan cepat beberapa menit setiap hari atau berdiri dan berjalan jarak pendek beberapa kali sepanjang hari—sebagai batu loncatan menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Tak sedikit orang yang terjebak pola pikir bahwa hidup sehat mengharuskan langkah-langkah besar, seperti diet ketat, olahraga di gym setiap hari, atau joging jarak jauh. Studi ini menunjukkan bahwa konsistensi dalam langkah-langkah kecil—seperti 5 menit ekstra jalan cepat atau mengurangi waktu duduk 30 menit—bisa secara kolektif menyelamatkan jutaan nyawa jika diterapkan secara luas.

Apabila kamu merasa aktivitas harian kamu minim atau kurang, temuan studi ini tentu merupakan kabar gembira karena perubahan kecil bisa berdampak besar. Dan, bagi kamu yang sehari-harinya sudah aktif, ini menguatkan pesan bahwa setiap menit bergerak benar-benar berarti.

Referensi

Ulf Ekelund et al., “Deaths Potentially Averted by Small Changes in Physical Activity and Sedentary Time: An Individual Participant Data Meta-analysis of Prospective Cohort Studies,” The Lancet, January 1, 2026, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(25)02219-6.

"Five extra minutes of movement a day can save lives, study in The Lancet finds." Karolinska Institutet. Diakses Januari 2026.

Editorial Team