Puasa Ramadan memengaruhi tubuh dalam berbagai cara. Misalnya, ada yang mengeluhkan mulut kering, tetapi tak sedikit yang justru merasa air liurnya lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini sering bikin tak nyaman, seolah harus terus menelan ludah sendiri.
Secara medis, produksi air liur atau saliva adalah proses normal yang diatur oleh sistem saraf otonom. Kelenjar ludah—parotis, submandibular, dan sublingual—menghasilkan sekitar 0,5–1,5 liter saliva per hari pada orang dewasa sehat. Saliva berfungsi melumasi mulut, membantu pencernaan awal, menjaga kesehatan gigi, dan melindungi jaringan mukosa.
Lalu, mengapa saat puasa justru air liur terasa berlebih? Ada beberapa mekanisme biologis yang bisa menjelaskannya.