Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Akupunktur untuk Ibu Hamil Aman atau Berisiko? Ini Kata Dokter
ilustrasi akupunktur pada ibu hamil (unsplash.com/Katherine Hanlon)
  • Akupunktur medik dijelaskan sebagai terapi komplementer berbasis ilmu anatomi dan fisiologi yang bekerja melalui stimulasi sistem saraf, hormon, serta imun untuk membantu relaksasi dan keseimbangan tubuh ibu hamil.
  • Terapi akupunktur disebut mampu meredakan keluhan umum kehamilan seperti mual, nyeri punggung, hingga membantu persiapan persalinan tanpa menambah konsumsi obat sehingga terasa lebih alami bagi ibu hamil.
  • Keamanan akupunktur bergantung pada pelaksanaan oleh tenaga medis terlatih dengan teknik tepat, serta tetap memerlukan konsultasi dokter agar prosedur sesuai kondisi kesehatan ibu dan janin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan pandangan positif terhadap akupunktur medik sebagai terapi pendamping bagi ibu hamil. Dengan dasar ilmiah yang melibatkan anatomi dan fisiologi, akupunktur dijelaskan mampu membantu meredakan keluhan seperti mual, nyeri punggung, dan kecemasan secara alami. Penekanan pada pelaksanaan oleh tenaga medis terlatih juga menunjukkan komitmen terhadap keamanan dan kenyamanan selama kehamilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehamilan sering membawa berbagai perubahan pada tubuh yang dapat memicu rasa tidak nyaman bagi perempuan. Mulai dari mual dan muntah, nyeri punggung, hingga rasa cemas menjadi keluhan yang cukup sering dialami selama masa kehamilan.

Seiring berkembangnya layanan kesehatan, makin banyak ibu hamil yang mencari terapi pendamping selain pengobatan medis konvensional. Salah satu yang mulai banyak dilirik adalah akupunktur.

Dokter Laura Widiastuti, Sp.Ak, dokter spesialis akupuntur Eka Hospital PIK, menjelaskan bahwa akupunktur medik dapat menjadi terapi komplementer untuk membantu meredakan berbagai keluhan selama kehamilan.

"Akupunktur bukan sekadar terapi tradisional, tetapi juga pendekatan medis yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan ibu hamil jika dilakukan dengan tepat dan aman,” jelas dr. Laura dalam temu media Eka Hospital pada Rabu (6/5/2026) di Jakarta.

1. Akupunktur medik bekerja lewat stimulasi sistem tubuh

Akupunktur merupakan teknik terapi dengan memasukkan jarum halus ke titik-titik tertentu pada tubuh untuk menghasilkan efek terapeutik. Namun, dalam praktik medis modern, prosedur ini tidak dilakukan sembarangan karena didasarkan pada ilmu anatomi, fisiologi, dan patologi.

Menurut dr. Laura, akupunktur juga telah diakui secara global sebagai terapi pendukung kesehatan.

"Akupunktur sudah direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia sebagai terapi yang dapat diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan," jelasnya, merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Saat jarum dimasukkan ke titik tertentu, tubuh akan merespons melalui sistem saraf, hormon, dan sistem imun. Respons inilah yang membantu menghasilkan efek relaksasi dan perbaikan fungsi tubuh.

"Stimulasi ini dapat membantu meningkatkan hormon seperti serotonin dan dopamin, memperbaiki sirkulasi darah, serta membantu tubuh mencapai keseimbangan," dr. Laura menjelaskan.

Efek tersebut membuat tubuh menjadi lebih rileks dan dapat membantu meredakan berbagai keluhan secara alami, termasuk yang sering dialami selama kehamilan.

2. Bisa membantu mengurangi keluhan selama kehamilan

ilustrasi USG kehamilan (freepik.com/rawpixel.com)

Akupunktur telah lama digunakan sebagai terapi pendukung untuk membantu mengurangi berbagai keluhan selama kehamilan.

"Beberapa kondisi yang bisa dibantu dengan akupunktur antara lain mual muntah, nyeri punggung, hingga membantu persiapan persalinan," ujar dr. Laura.

Tak hanya itu, terapi ini juga disebut dapat membantu mengurangi nyeri saat persalinan, mendukung penanganan posisi janin sungsang, hingga membantu produksi ASI setelah melahirkan.

Alasan akupunktur banyak diminati adalah karena terapi ini dapat membantu meredakan keluhan tanpa menambah konsumsi obat selama kehamilan. Ini membuat sebagian ibu hamil merasa lebih nyaman dalam menjalani terapi pendamping secara alami.

3. Akupunktur membantu mengurangi mual dan muntah serta proses persalinan

Salah satu manfaat akupunktur yang cukup banyak dicari ibu hamil adalah membantu mengurangi mual dan muntah di awal kehamilan. Terapi ini, kata dr. Laura, bekerja dengan membantu memperbaiki sistem pencernaan dan keseimbangan hormon.

"Akupunktur dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi mual, meskipun tidak selalu menghilangkan sepenuhnya," ujarnya.

Tak hanya selama kehamilan, akupunktur juga dapat digunakan saat proses persalinan.

"Terapi ini dapat membantu mengurangi persepsi nyeri, memberikan efek relaksasi, dan dalam beberapa kasus dapat membantu mempercepat proses persalinan," kata dr. Laura.

4. Akupunktur harus dilakukan oleh tenaga medis terlatih

Masih banyak ibu hamil yang ragu mencoba akupunktur karena khawatir terhadap keamanannya. Namun, terapi ini relatif aman selama dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan menggunakan teknik yang tepat.

"Akupunktur aman untuk ibu hamil selama dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan menggunakan teknik yang sesuai," dr. Laura menegaskan.

Meski begitu, tidak semua kondisi kehamilan bisa langsung menjalani terapi akupunktur. Karena itu, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum memulai terapi untuk memastikan prosedur aman bagi ibu dan janin.

Akupunktur memang memberikan berbagai manfaat, tetapi ini bukan pengganti terapi medis utama selama kehamilan. Jadi, ibu hamil tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum mencobanya agar prosedur dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Dengan penanganan yang tepat dan dilakukan oleh tenaga medis profesional, akupunktur dapat menjadi salah satu terapi pendamping yang membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan minim keluhan.

Editorial Team