Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Akupunktur Bisa Menularkan HIV? Ini Kata Dokter

Apakah Akupunktur Bisa Menularkan HIV? Ini Kata Dokter
ilustrasi terapi akupunktur (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Dokter Laura Widiastuti menegaskan akupunktur medis modern aman dari penularan HIV karena menggunakan jarum steril sekali pakai dan mengikuti standar keamanan ketat.

  • Setiap jarum hanya digunakan satu kali per titik terapi, lalu dibuang ke tempat limbah medis khusus sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.

  • Risiko infeksi atau komplikasi sangat kecil jika akupunktur dilakukan oleh tenaga medis profesional di fasilitas resmi dengan pemahaman anatomi dan teknik penusukan yang benar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Terapi akupunktur memang disukai, tetapi beberapa orang khawatir akan risiko penularan penyakit, seperti HIV. Mereka takut jarum yang digunakan bisa menjadi media penularan infeksi. Apakah ketakutan ini beralasan?

Menanggapi hal ini, dr. Laura Widiastuti, Sp.Ak, dokter spesialis akupunktur Eka Hospital PIK, menegaskan bahwa praktik akupunktur medis modern memiliki standar keamanan yang ketat, termasuk penggunaan jarum sekali pakai.

"Untuk yang kita lakukan saat ini, status jarum adalah jarum sekali pakai. Jadi untuk keamanan pasti aman untuk penyakit menular, karena tidak dipakai berulang,” jelas dr. Laura dalam acara temu media Eka Hospital pada Rabu di Jakarta (6/5/2026).

Ia menjelaskan, bahkan dalam satu sesi terapi, satu titik hanya menggunakan satu jarum dan langsung dibuang setelah digunakan. Jarum bekas tersebut juga tidak dibuang sembarangan, melainkan dimasukkan ke tempat limbah medis khusus sesuai prosedur keamanan kesehatan.

Dokter Laura melanjutkan, risiko penularan penyakit sebenarnya sangat kecil jika akupunktur dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional yang memahami prosedur sterilitas dan keselamatan pasien. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memastikan terapi dilakukan di fasilitas resmi dan oleh tenaga medis terlatih.

Selain soal infeksi, ia juga menyoroti kekhawatiran terkait efek samping tindakan akupunktur. Salah satu komplikasi yang pernah dilaporkan adalah pneumotoraks, terutama jika penusukan dilakukan di area dada tanpa memahami anatomi tubuh dengan baik.

Namun, dalam akupunktur medis, dokter telah dibekali pengetahuan anatomi, fisiologi, hingga teknik penusukan yang aman untuk setiap titik tubuh.

"Kita tahu harus sedalam mana, harus arahnya bagaimana. Dan, tiap titik itu ada beda-beda kekhususan masing-masing,” ujar dr. Laura.

"Jika dilakukan oleh tenaga kesehatan yang tepat, yang cukup profesional, aman. Pasti aman dilakukan karena sudah masuk dalam kurikulum mengenai safety,” tambahnya.

Dengan demikian, anggapan bahwa akupunktur dapat menularkan HIV tidak sepenuhnya benar, selama prosedur dilakukan sesuai standar medis dan menggunakan jarum steril sekali pakai. Jika ingin mencoba terapi alternatif ini, pergilah ke fasilitas resmi dan pastikan akupunktur dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Related Articles

See More