ilustrasi pola makan sehat seimbang (unsplash.com/Farhad Ibrahimzade)
Masalah lain dari lemak jenuh adalah efek “penggantian”. Ketika kamu mengonsumsi banyak lemak jenuh, biasanya asupan lemak sehat (seperti omega-3 dan lemak tak jenuh) menjadi lebih rendah.
Padahal, mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh dapat menurunkan risiko penyakit jantung secara signifikan.
Artinya, bukan hanya soal mengurangi, tetapi juga memilih pengganti yang tepat.
Lemak jenuh tidak perlu dihindari sepenuhnya, tetapi jelas bukan komponen yang boleh dikonsumsi tanpa batasan. Dampaknya terhadap jantung melibatkan berbagai jalur, dari kolesterol hingga peradangan. Jika ingin menjaga kesehatan jantung, pilihlah sumber lemak yang lebih sehat.
Referensi
American Heart Association. “Saturated Fat.” Diakses Maret 2026.
Michael G. Silverman et al., “Association Between Lowering LDL-C and Cardiovascular Risk Reduction Among Different Therapeutic Interventions,” JAMA 316, no. 12 (September 27, 2016): 1289, https://doi.org/10.1001/jama.2016.13985.
World Health Organization. “Cardiovascular diseases.” Diakses Maret 2026.
Gökhan S. Hotamisligil, “Inflammation and Metabolic Disorders,” Nature 444, no. 7121 (December 13, 2006): 860–67, https://doi.org/10.1038/nature05485.
Robert A. Vogel, Mary C. Corretti, and Gary D. Plotnick, “Effect of a Single High-Fat Meal on Endothelial Function in Healthy Subjects,” The American Journal of Cardiology 79, no. 3 (February 1, 1997): 350–54, https://doi.org/10.1016/s0002-9149(96)00760-6.
Bengt Vessby, “Dietary Fat and Insulin Action in Humans,” British Journal of Nutrition 83, no. S1 (June 1, 2000): S91–96, https://doi.org/10.1017/s000711450000101x.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. “Fats and Cholesterol.” Diakses Maret 2026.