ilustrasi ikan bakar dengan sambal dabu-dabu (unsplash.com/ozan reds)
Sebagian besar cegukan akibat makanan pedas bersifat sementara dan tidak berbahaya, mereda dalam beberapa menit. Namun, jika cegukan terjadi terus-menerus (lebih dari 48 jam) atau berulang sangat sering tanpa sebab jelas, ini bisa menunjukkan gangguan yang lebih serius termasuk gangguan saraf, refluks kronis, atau kondisi lain yang memengaruhi refleks diafragma. Dalam kasus seperti itu, evaluasi medis oleh dokter dianjurkan.
Cegukan yang dipicu makan pedas bukan cuma kebetulan. Interaksi antara kapsaisin dan sistem saraf pencernaan, terutama di sepanjang jalur saraf frenik dan vagus yang terlibat dalam refleks diafragma, memainkan peran penting.
Ketika kapsaisin merangsang atau mengiritasi saraf-saraf ini, impuls dapat memicu kontraksi diafragma yang tiba-tiba (cegukan). Umumnya tidak serius, cegukan ini adalah contoh bagaimana sensasi makan dapat memicu refleks saraf yang kompleks dalam tubuh.
Referensi
Juan Brañuelas Quiroga, José Urbano García, and Julio Bolaños Guedes, “Hiccups: A Common Problem With Some Unusual Causes and Cures,” British Journal of General Practice 66, no. 652 (October 27, 2016): 584–86, https://doi.org/10.3399/bjgp16x687913.
Full-Young Chang and Ching-Liang Lu, “Hiccup: Mystery, Nature and Treatment,” Journal of Neurogastroenterology and Motility 18, no. 2 (April 10, 2012): 123–30, https://doi.org/10.5056/jnm.2012.18.2.123.
“Why Do Spicy Foods Cause Hiccups?” Medical News Today. Diakses Februari 2026.