Comscore Tracker

Zink Ampuh Kurangi dan Cegah Gejala Flu? Ini Faktanya!

Di tengah pandemik COVID-19, jangan abaikan ancaman flu

Gangguan pernapasan adalah salah satu penyakit yang paling umum diderita manusia. Dari flu hingga COVID-19, gangguan pernapasan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Kerap disepelekan, tetapi nyatanya gangguan pernapasan bisa berkembang dari ringan hingga berpotensi fatal. Oleh karena itu, penelitian berfokus pada meringankan gejala, mempersingkat durasi, hingga mencegah terjadinya gangguan pernapasan.

Kabar baik, studi terbaru mengumumkan bahwa senyawa zink bisa membantu meringankan hingga mencegah gejala gangguan pernapasan. Bagaimana bisa? Yuk, simak ulasan penelitian selengkapnya!

1. Gangguan pernapasan dan gejalanya yang mengganggu

Zink Ampuh Kurangi dan Cegah Gejala Flu? Ini Faktanya!ilustrasi flu (everydayhealth.com)

Secara keseluruhan, struktur pernapasan adalah hidung, tenggorokan, laring, trakea, bronkus, hingga paru-paru. Jika terjadi gejala gangguan pada anggota struktur tersebut, maka fenomena ini dapat disebut gangguan pernapasan. Gejalanya pun bisa bermacam-macam.

Sebagai contoh, gejala umum flu dapat mencakup bersin, sakit tenggorokan, dan batuk pilek. Akan tetapi, gejala flu bisa berkembang ke arah serius seperti demam, panas dingin, kelelahan, sensasi nyeri pada tubuh, hingga sakit kepala.

Bahkan, COVID-19 juga menunjukkan gejala umum yang mirip dengan flu, seperti demam, panas dingin, sesak napas, kelelahan, hidung tersumbat, dan batuk pilek. Selain itu, gejalanya juga mencakup penurunan indra penciuman (anosmia) dan pengecapan (ageusia).

Zink Ampuh Kurangi dan Cegah Gejala Flu? Ini Faktanya!ilustrasi penyuntikan vaksin (ANTARA FOTO/Soeren Stache/Pool via REUTERS)

Permasalahan utamanya adalah pilihan pencegahan dan pengobatan gangguan pernapasan akibat virus amat terbatas. Sementara pilihan profilaksis dan terapi untuk gangguan pernapasan seperti flu dan COVID-19 amat terbatas, salah satu pilihan pencegahan utama adalah vaksinasi.

Pada masa pandemik COVID-19, banyak orang yang mengabaikan vaksin flu tahunan. Oleh karena itu, lewat akun Facebook-nya pada 3 November lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengimbau semua orang untuk menerima vaksin COVID-19 dan flu demi proteksi optimal.

2. Apakah zink bisa menangani gangguan pernapasan?

Zink Ampuh Kurangi dan Cegah Gejala Flu? Ini Faktanya!makanan sumber zink (supplemania.net)

Sudah rahasia umum kalau zink mendukung sistem imun dan meningkatkan fungsi tubuh. Menurut berbagai penelitian, zink dapat berperan dalam:

  • Pembelahan dan pertumbuhan sel
  • Penyembuhan luka
  • Meningkatkan indra penciuman dan rasa
  • Pemecahan karbohidrat
  • Peningkatan kerja insulin

Sementara dapat ditemukan di berbagai suplemen multivitamin, semprotan hidung, dan tablet, zink dapat ditemukan di makanan seperti pada boga bahari (seafood), kacang dan biji-bijian, produk susu, daging merah, serta daging ayam.

Umumnya, asupan zink dapat diperoleh secara cukup dari makanan. Akan tetapi, efek zink sebagai suplemen untuk melindungi seseorang dari infeksi virus masih ditelusuri lebih dalam.

Baca Juga: 7 Mitos soal Vaksin Flu Tahunan yang Ngawur Banget

3. Penelitian melibatkan hampir 5.500 partisipan

Zink Ampuh Kurangi dan Cegah Gejala Flu? Ini Faktanya!ilustrasi seseorang terkena influenza (freepik.com/wayhomestudio)

Dimuat dalam jurnal BMJ Open pada 2 November 2021, penelitian gabungan Australia, Kanada, dan Amerika Serikat ingin membuktikan khasiat zink untuk infeksi saluran pernapasan akibat virus. Bertajuk "Zinc for the prevention or treatment of acute viral respiratory tract infections in adults", para peneliti memeriksa studi dengan kriteria:

  • Mencakup orang dewasa yang berisiko terkena atau memiliki infeksi saluran pernapasan akibat virus.
  • Meneliti penggunaan zink dalam dosis, pemberian, atau durasi apa pun.
  • Mengukur hasil spesifik, seperti kejadian infeksi saluran pernapasan dan keparahan gejalanya.

Selain itu, penelitian ini tidak memakai studi yang menganggap zink sebagai pengobatan sampingan dengan intervensi obat lain.

Hasilnya, para peneliti mendapatkan 28 studi dengan total 5.446 partisipan. Perlu dicatat, tidak ada penelitian yang spesifik mengungkit COVID-19 dan SARS-CoV-2.

4. Hasil: zink bisa menangani gejala gangguan pernapasan

Zink Ampuh Kurangi dan Cegah Gejala Flu? Ini Faktanya!ilustrasi zink (nutraingredients.com)

Ditemukan kalau konsumsi zink dapat membantu mencegah infeksi saluran pernapasan akibat virus dan mempersingkat durasi gejalanya. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa:

  • Penggunaan obat zink oral atau intranasal mencegah infeksi saluran pernapasan pada beberapa individu.
  • Gejala infeksi saluran pernapasan teratasi sekitar 2 hari lebih awal pada orang yang menggunakan zink sublingual atau intranasal, dibandingkan dengan obat plasebo.
  • Zink membantu mengurangi keparahan gejala gangguan pernapasan pada hari ketiga evaluasi intensitas gejala.

Akan tetapi, penelitian ini memperingatkan bahwa konsumsi zink tidak memengaruhi rata-rata tingkat keparahan gejala gangguan pernapasan harian. Selain itu, konsumsi zink berlebihan dapat memicu efek samping seperti mual dan gangguan pencernaan hingga iritasi mulut.

5. Bukan berarti zink yang harus diutamakan

Zink Ampuh Kurangi dan Cegah Gejala Flu? Ini Faktanya!ilustrasi suplemen zink (eddrugs2017.com)

Ada beberapa keterbatasan penelitian yang perlu dicatat. Beberapa studi yang dikaji dalam penelitian ini memiliki potensi bias. Kemudian, analisis ini bersifat kilat dan beberapa tugas dikerjakan hanya oleh satu pengulas sehingga meningkatkan risiko kesalahan dalam analisis.

Sementara penelitian ini berfokus pada zink untuk gangguan pernapasan, tak ada kajian apakah zink dapat membantu meringankan COVID-19 atau tidak. Oleh karena itu, hal ini bisa diteliti lebih lanjut di masa depan.

Zink Ampuh Kurangi dan Cegah Gejala Flu? Ini Faktanya!ilustrasi obat-obatan (unsplash.com/Ksenia Yakovleva)

Sementara sudah banyak "obat ajaib" yang digunakan untuk mengobati infeksi pernapasan akibat virus, hal ini kemungkinan besar tidak berlaku untuk COVID-19. Oleh karena itu, jangan jadikan studi ini acuan untuk menjadikan zink sebagai terapi COVID-19.

Di sisi lain, studi ini menunjukkan potensi khasiat zink untuk pasien gangguan pernapasan lainnya. Konsumsi zink juga harus sesuai anjuran untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi zink sebagai obat, alangkah baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya.

Baca Juga: 5 Cara Mengobati Flu yang Efektif, Secara Alami maupun dengan Obat

Topic:

  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya