Comscore Tracker

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil Muda

Segera atasi agar kehamilan lancar dan nyaman

Masa kehamilan adalah masa yang menegangkan sekaligus membahagiakan. Pada masa ini, ibu hamil harus menjaga kesehatan diri dan calon bayi. Sayangnya, kadang kehamilan bisa menantang dengan berbagai risikonya. Nah, salah satu masalah yang sering dialami ibu hamil, khususnya saat hamil muda atau trimester pertama, adalah nyeri atau sakit pinggang.

Sakit pinggang saat hamil muda bisa terjadi pada punggung atas hingga punggung bawah dan pinggang. Bahkan, nyeri bisa menjalar hingga bokong dan kaki. Kenapa hal ini bisa terjadi?

1. Kapan sakit pinggang ini mulai dan selesai?

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaIlustrasi nyeri punggung bawah (IDN Times/Nurulia R. Fitri)

Sakit pinggang bisa terjadi sejak fase awal kehamilan, meski beberapa ibu hamil juga bisa mengalaminya di minggu ke-18 atau awal trimester kedua.

Ibu hamil tentu harus mempersiapkan diri, karena sakit pinggang ini bisa membandel dan memburuk saat trimester kedua, ketiga, bahkan hingga jelang persalinan. Malah, tak jarang sakit pinggang ini tetap bertahan sampai setelah persalinan.

Pertanyaannya, apa, sih, penyebab sakit pinggang tersebut? Umumnya, keluhan ini disebabkan karena faktor biologis dan psikologis.

2. Peningkatan hormon adalah salah satu penyebab sakit pinggang saat hamil muda

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaNyeri pinggang dan punggung bawah saat hamil. madeformums.com

Pertama-tama peningkatan hormon bisa menjadi penyebab sakit pinggang saat hamil muda. Ini karena saat hamil, tubuh perempuan sudah bersiap-siap untuk melahirkan. Oleh karena itu, tubuh gencar memproduksi dua hormon utama yang menengaruhi kinerja otot, yaitu progesteron dan relaxin.

Progesteron bertugas melemaskan otot panggul. Hal ini menyebabkan otot punggung bawah dipaksa bekerja hingga menegang. Lalu, relaxin yang selain melonggarkan sendi panggul dan ligamen, juga membuat rahim "nyaman" untuk bersalin. Akibatnya, punggung bawah dan pinggang pun kena dampaknya, yaitu dalam bentuk nyeri dan rasa sakit.

Baca Juga: Mana Posisi Tidur Terbaik untuk Ibu Hamil? Ini Faktanya!

3. Kenaikan berat badan juga bisa memicu sakit pinggang

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaSakit pinggang dan punggung bawah saat hamil. scoopcharlotte.com

Kondisi perut yang membesar tentu menambah berat badan ibu hamil. Ini menyebabkan perubahan pada titik berat tubuh, membuat otot punggung bawah, pinggang, dan sendi-sendi bekerja lebih keras.

Umumnya, ibu hamil jadi berisiko mengalami sakit pinggang jika berat badannya naik terlalu banyak atau memang punya risiko mengalami sakit pinggang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memaparkan kisaran penambahan berat badan ideal berdasarkan indeks massa tubuh (BMI) pada ibu hamil.

  • 12-18 kilogram: jika berat ibu hamil dianggap kurang secara medis pra-kehamilan
  • 11-15 kilogram: jika berat ibu hamil berada dalam kisaran BMI sedang
  • 7-11 kilogram: jika berat badan ibu hamil sedikit melebihi rata-rata BMI
  • 5-9 kilogram: jika berat ibu hamil termasuk dalam kategori BMI tinggi

4. Perubahan titik berat tubuh juga memperburuk sakit pinggang saat trimester kedua dan ketiga

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaSakit pinggang dan punggung bawah. openaccessgovernment.org

Saat perut ibu membesar, titik berat pun maju ke depan secara perlahan. Itulah kenapa ibu hamil suka terlihat membusungkan perutnya, tulang belakang dan punggung pun ditarik ke belakang, dan menopang punggung bawah serta pinggang dengan tangan. Masalahnya, postur ini tidak disarankan.

Selain itu, saat perut membesar, ibu hamil pun akan kesulitan untuk duduk, berdiri, bergerak, hingga tidur. Postur buruk, ditambah berdiri atau duduk terlalu lama dan membungkuk, dapat menyebabkan atau memperparah sensasi sakit di pinggang dan punggung bawah.

5. Diastasis recti, penyebab sakit pinggang menjelang trimester akhir

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaKondisi perut pada diastasis recti. orchardclinic.com

Perut terdiri dari dua otot paralel atau rektus abdominus, yang mendukung otot inti (core). Otot-otot ini ada di tulang rusuk hingga kemaluan. Nah, saat mencapai trimester akhir, rahim yang mengembang dapat mendorong dan "memisahkan" dua otot tersebut, sehingga disebut diastasis recti.

Nyatanya, diastasis recti adalah kondisi umum saat kehamilan. Namun, jika tidak ditangani, maka selain mengubah tampilan perut setelah persalinan, diastasis recti dapat mengakibatkan tekanan pada otot punggung bawah dan pinggang. Ini bisa menyebabkan rasa sakit yang intens.

Baca Juga: Khusus Ibu Hamil, Hindari Konsumsi 11 Makanan dan Minuman Ini

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaIlustrasi ibu hamil. IDN Times/Arief Rahmat

Untuk menangani diastasis recti, ibu hamil sebaiknya tidak melakukan hal-hal ini:

  • Tidak mengangkat benda berat
  • Berguling ke samping saat mau bangun dari tempat tidur
  • Olahraga perut ringan agar otot perut tetap kuat
  • Jangan melakukan sit-up atau gerakan yoga tertentu

Selain itu, beberapa gerakan yoga dan senam nifas juga dapat membantu ibu hamil menangani diastasis recti. Namun, pastikan untuk konsultasi ke dokter, ya, agar mendapatkan arahan yang tepat.

Jika lebar otot akibat diastasis recti terlalu besar (lebih dari 3 sentimeter), hal tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter mungkin dapat menyarankan operasi untuk menjahit dan mengurangi jarak antar otot.

6. Tekanan mental juga secara tidak langsung membuat pinggang sakit saat hamil

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaStres saat hamil. news.sanfordhealth.org

Beban pikiran atau stres saat hamil juga bisa bikin pinggang sakit. Selain dampaknya pada pikiran, stres juga dapat menyebabkan kaku dan nyeri otot, terutama di bagian yang sebelumnya sakit, dalam kasus ini punggung bawah dan pinggang.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, faktor peningkatan hormon membuat sendi dan ligamen "merana". Kalau ditambah lagi dengan suasana hati yang buruk dan beban pikiran, maka punggung bawah dan pinggang pun merasakan akibatnya.

7. Apakah sakit pinggang bisa menjadi tanda skiatika?

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaApakah sakit pinggang dan punggung bawah bisa jadi skiatika? Bisa jadi. mamanatural.com

Bisa jadi!

Bukannya menakut-nakuti, tetapi jika ibu hamil merasakan sensasi nyeri yang menusuk di punggung bawah, pinggang, atau bokong dan menjalar ke kaki, bukan tidak mungkin ibu hamil mengalami skiatika.

Sekadar informasi, skiatika adalah nyeri yang diakibatkan oleh terganggunya saraf skiatik, saraf yang menjalar dari tulang belakang hingga ke kaki. Risiko ibu hamil terkena skiatika lebih besar jika sering duduk terlalu lama, suka mengangkat benda berat, merokok, dan memiliki riwayat diabetes serta obesitas.

Selain istirahat di kasur yang sedikit keras dan melatih punggung bawah, skiatika sebenarnya bisa diatasi dengan mengompres dingin atau hangat pada bagian yang sakit, atau minum obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter. Namun, bila skiatika tak tertahankan, paling bijaknya adalah periksa ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut.

8. Penanganan untuk sakit pinggang saat hamil muda

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaSakit pinggang dan punggung bawah saat hamil adalah hal yang wajar dan bisa ditangani. pexels.com/Karolina Grabowska

Kabar baiknya, sakit punggung bawah dan pinggang bisa diatasi. Inilah beberapa cara meredakan dan mengatasinya:

  • Pertahankan postur tubuh yang baik saat sedang duduk atau berdiri, yaitu tegak dengan dada dibusungkan, dan bahu ke belakang dalam keadaan relaks

  • Hindari berdiri untuk waktu yang lama. Jika sering berdiri, istirahatkan satu kaki di permukaan yang lebih tinggi

  • Jika perlu mengambil sesuatu, ingatlah untuk berjongkok alih-alih menekuk pinggang. Jika mengambil sesuatu di tempat tinggi, hindari berjinjit. Gunakan bangku kecil yang stabil atau minta bantuan agar tidak membebani punggung dan pinggang

  • Hindari mengangkat beban berat dan perbanyak istirahat

  • Kenakan sepatu nyaman dengan hak rendah dan arch support yang baik agar postur tubuh tetap terjaga. Ibu hamil juga dapat mengandalkan orthotic, bantalan sepatu yang dirancang untuk menopang otot 

  • Cobalah tidur miring ke kiri dengan menyelipkan bantal di bawah perut dan di antara lutut sebagai penyangga lembut. Hindari tidur telentang

  • Lakukan latihan yang aman untuk kehamilan yang dirancang untuk memperkuat dan otot perut, punggung, dan pinggang. Selain itu, ibu hamil juga bisa berlatih dengan duduk di exercise ball

  • Jaga berat badan agar tidak melebihi BMI
  • Saat perut membesar, pertimbangkan untuk mengenakan pakaian atau ikat pinggang yang membantu mengurangi tekanan pada punggung dan pinggang

  • Saat duduk, usahakan kaki lebih tinggi dan pastikan kursi memiliki penyangga punggung yang baik. Gunakan bantal sebagai penyangga punggung bawah tambahan

Jika sakit punggung bawah dan pinggang adalah akibat stres, aktivitas seperti meditasi, yoga pranatal, mandi air hangat, dan istirahat dapat membantu. Selain itu, kompres dingin dan hangat (15 menit bergantian) dan pijat pranatal oleh tenaga pijat profesional juga bisa bikin punggung dan pinggang relaks.

Kalau cara-cara di atas tidak berhasil juga, bicarakan keluhan tersebut dengan dokter maupun bidan agar bisa ditangani dengan tepat. Jangan coba-coba minum obat tanpa pengawasan dokter, ya!

Cekit-cekit! 8 Fakta soal Sakit Pinggang saat Hamil MudaSakit pinggang dan punggung bawah saat hamil adalah hal yang wajar. parents.com

Itulah fakta-fakta seputar sakit pinggang dan punggung bawah yang kerap terjadi saat hamil muda, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya. Bila keluhan ini tak juga mereda, makin parah, atau disertai gejala tak biasa, jangan buang waktu untuk konsultasi ke dokter, ya, agar kehamilan tetap terjaga, nyaman, dan lancar.

Baca Juga: Gangguan Tidur yang Biasa Dialami Ibu Hamil tiap Trimester, Waspadai!

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya