TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Sleep Talking, Fenomena Mengigau yang Umum Dialami Anak-Anak

Bisa jadi ini menandakan adanya gangguan tidur

ilustrasi sleep talking atau mengigau (pexels.com/Vlada Karpovich)

Sleep talking atau berbicara sambil tidur (mengigau) juga dikenal dengan istilah somniloquy. Kondisi ini merupakan fenomena yang relatif umum dialami anak-anak.

Mengigau biasanya tidak berbahaya. Namun, jika sering terjadi dan bahkan sampai mengganggu kualitas tidur, maka perlu diwaspadai. Dalam kasus tersebut, mengigau bisa menandakan gangguan tidur.

1. Tanda

ilustrasi perempuan tertidur pulas (pexels.com/cottonbro studio)

Sleep talking bisa melibatkan penggunaan beberapa kata sampai melakukan percakapan. Ini biasanya terjadi selama transisi dari terjaga ke tidur (hypnagogic) atau dari tidur ke terjaga (hypnopompic). Namun, mengigau juga bisa terjadi saat fase tidur nyenyak.

Beberapa tanda sleep talking di antaranya:

  • Pola igauan saat tidur dapat berkisar dari kata-kata singkat sampai kalimat lengkap.
  • Dalam beberapa kasus, seseorang bisa berteriak atau mengumpat.
  • Dapat terjadi secara sporadis atau sering.
  • Episode mengigau berlangsung kurang dari 30 detik sampai beberapa menit.

Kebanyakan orang yang berbicara dalam tidur tidak mengingat apa yang mereka katakan selama episode mengigau berlangsung.

Baca Juga: Tidur dengan Mata Terbuka: Gejala, Penyebab, Penanganan

2. Klasifikasi

ilustrasi perempuan tidur (pexels.com/Miriam Alonso)

Sleep talking dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori. Kategori merujuk pada tingkat keparahan, durasi, dan frekuensi.

  • Ringan: Kurang dari sekali seminggu.
  • Sedang: Lebih dari sekali seminggu.
  • Parah: Dapat terjadi setiap malam saat tidur.

Kategori durasi dibagi menjadi:

  • Akut: Mencapai satu bulan.
  • Sub-akut: Kurang dari 1 tahun, tapi setidaknya 1 bulan.
  • Kronis: Terjadi hampir selama satu tahun.

Frekuensi dan durasi episode mengigau bisa berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin mengigau sekali setiap minggu, tetapi mengalami episode serupa selama bertahun-tahun. Sementara itu, beberapa orang mungkin mengigau setiap malam namun dalam episode yang hanya berlangsung selama sebulan.

3. Penyebab

ilustrasi tidur di malam hari (pexels.com/Ivan Oboleninov)

Penyebab pasti kenapa seseorang mengigau belum diketahui. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan berbagai faktor yang saling memengaruhi. Faktor-faktor yang dimaksud mencakup:

  • Riwayat keluarga: Studi dalam jurnal Current Pharmaceutical Design tahun 2008 mengungkapkan bahwa isyarat tidur dapat diwariskan dalam keluarga. Jika orang tua atau kerabat dekat mengembangkan sleep talking, maka kemungkinan besar anggota keluarga terdekat lain mengalaminya.
  • Pengaruh kondisi stres: Peristiwa kehidupan yang penuh tekanan dapat memicu mengigau saat tidur. Ini karena stres juga dapat menyebabkan tidur terganggu.
  • Kurang tidur: Kurang tidur dapat memicu mengigau karena dapat menyebabkan tidur terfragmentasi, yang membuat kamu lebih mungkin memasuki tahap tidur yang lebih ringan yang mana berbicara lebih mungkin terjadi.
  • Gangguan tidur: Mengigau telah dikaitkan dengan gangguan tidur, seperti sleep apnea dan sindrom kaki gelisah.
  • Masalah kesehatan mental: Mengigau telah dikaitkan dengan beberapa kondisi terkait masalah kesehatan mental, seperti skizofrenia dan depresi. Studi dalam jurnal Frontiers in Psychiatry tahun 2019 menjelaskan bahwa masalah kesehatan mental tersebut berkorelasi kuat terhadap efek tidur yang mengganggu.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu: Beberapa obat, seperti obat penenang dan antihistamin, dapat memicu sleep talking. Ini karena obat-obatan tersebut dapat memicu kantuk, yang lebih mungkin menyebabkan orang memasuki tahap tidur lebih ringan.

4. Jenis

ilustrasi berbaring di tempat tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Dilansir Verywell Mind, sleep talking terbagi ke dalam tiga jenis, yakni:

  • Simple somniloquy: Jenis sleep talking yang paling umum. Biasanya melibatkan ucapan singkat dan tidak berarti seperti erangan, mendengus, atau kata-kata singkat.
  • Complex somniloquy: Jenis sleep talking yang lebih jarang terjadi. Ini melibatkan ucapan yang lebih panjang dan koheren. Studi dalam jurnal Sleep tahun 2017 memaparkan bahwa orang dengan complex somniloquy mungkin tampak sedang bercakap-cakap atau meracau.
  • Logorrhea: Logorrhea adalah tipe sleep talking yang sangat langka karena melibatkan aliran bicara yang tidak normal. Pengidapnya mungkin berbicara dengan cepat dan tidak koheren selama beberapa menit. Jenis ini bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan mental seperti gangguan bipolar atau skizofrenia.

Baca Juga: Cara Tidur dalam 10 Detik, 1 Menit, dan 2 Menit, yuk Praktikkan!

Verified Writer

Indriyani

Full-time learner, part-time writer and reader. (Insta @ani412_)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya