Seorang anak bisa tampak baik-baik saja, padahal di dalam tubuhnya cadangan zat besi mulai berkurang. Pada tahap ini, kadar hemoglobin belum tentu turun sehingga pemeriksaan yang hanya melihat hemoglobin bisa melewatkan kondisi kekurangan atau defisiensi besi.
“Defisiensi besi itu bukan sekadar anemia. Bahkan sebelum Hb-nya turun, defisiensi besi bisa terjadi. Karena itu, fokus kita bukan hanya ‘ada anemia atau tidak’, tetapi status besi anak secara keseluruhan,” kata Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam seminar media pada Selasa (6/10).
