Comscore Tracker

Bursitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Waspadai gejala nyeri saat menekuk atau meluruskan lutut

Apakah kamu pernah mengalami pembengkakan yang menyakitkan di sekitar persendian, misalnya di bahu, siku, lutut, dan kaki? Bila iya, dan khususnya jika pekerjaan atau hobimu melibatkan banyak tekanan di persendian, kamu perlu mewaspadai bursitis.

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang bursitis, berikut ini fakta-faktanya yang perlu kamu ketahui.

1. Apa itu bursitis?

Bursitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi nyeri pada bursitis (pexels.com/Kindel Media)

Dilansir Medscape, bursitis didefinisikan sebagai peradangan atau inflamasi pada bursa. Bursa adalah pelumas dan bantalan di sekitar sendi. Bursa dilapisi oleh jaringan sinovial, yang menghasilkan cairan yang melumasi dan mengurangi gesekan di antara struktur ini.

Peradangan bursa terjadi ketika lapisan sinovial menebal dan menghasilkan cairan yang berlebihan, menyebabkan pembengkakan dan nyeri lokal.

Bursa mana pun bisa terdampak, tetapi bursitis lebih mungkin terjadi di area tubuh tertentu. Penderitanya akan merasakan nyeri di tempat peradangan. Area di mana bursitis paling sering terjadi adalah:

  • Bahu (bursitis subakromial)
  • Siku (bursitis olekranon)
  • Lutut (bursitis prepatellar)
  • Pergelangan kaki 
  • Pantat (bursitis ischial)
  • Pinggul (bursitis iliopektineal atau bursitis trochanterik)
  • Paha

2. Gejala

Bursitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi demam (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Dilansir WebMD, nyeri adalah gejala bursitis yang paling umum. Ini mungkin terakumulasi secara perlahan atau tiba-tiba dan parah, terutama bila kamu memiliki timbunan kalsium di area yang terdampak. Sendi juga bisa mengalami:

  • Kaku
  • Bengkak
  • Merah

Segera periksakan diri ke dokter bila mengalami:

  • Demam lebih dari 38,3 derajat Celcius
  • Bengkak, kemerahan, dan hangat di area tersebut
  • Merasa tidak enak badan atau lebih dari satu area yang nyeri
  • Kesulitan menggerakkan sendi

Gejala di atas bisa menjadi tanda infeksi atau masalah lain yang membutuhkan penanganan medis segera mungkin.

Baca Juga: Nyeri Selangkangan Kiri, Ini Kemungkinan Penyebabnya pada Perempuan

3. Penyebab

Bursitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi berkebun (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Dijelaskan di laman Cleveland Clinic, gerakan berulang, seperti pada pelempar bola bisbol berulang, biasanya menyebabkan bursitis.

Selain itu, menghabiskan waktu dalam posisi yang memberi tekanan pada bagian tubuh, seperti berlutut, dapat mengakibatkan kekambuhan atau perburukan gejala. Terkadang, cedera atau infeksi secara tiba-tiba dapat menyebabkan bursitis.

Aktivitas yang dapat menyebabkan bursitis meliputi:

  • Tukang kayu
  • Berkebun dan menyapu
  • Melukis
  • Postur tubuh yang buruk atau posisi sendi atau tulang yang buruk (karena perbedaan panjang kaki, taji tulang, atau artritis)
  • Gerakan menggosok secara berulang
  • Menyekop
  • Olahraga seperti tenis, golf, dan bisbol

4. Faktor risiko

Bursitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi olahraga tenis (pexels.com/Dmytro)

Dilansir Mayo Clinic, siapa pun dapat mengalami bursitis, tetapi faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko, di antaranya:

  • Usia. Bursitis lebih umum terjadi seiring usia bertambah.
  • Pekerjaan atau hobi. Bila pekerjaan atau hobi kamu melibatkan gerakan atau tekanan berulang pada bursa tertentu, risiko bursitis meningkat. Misalnya peletakan karpet, pengaturan ubin, berkebun, melukis, memainkan instrumen musik, dan sebagainya.
  • Kondisi medis lainnya. Beberapa penyakit dan kondisi sistemik seperti artritis reumatoid, gout, dan diabetes meningkatkan risiko bursitis. Orang dengan obesitas juga berisiko mengalami bursitis pada pinggul dan lutut.

5. Diagnosis

Bursitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi pemeriksaan dokter untuk bursitis (raleighortho.com)

Dokter akan melakukan wawancara medis seputar nyeri yang dirasakan dan melakukan pemeriksaan fisik. Dari sini mungkin diagnosis bisa ditegakkan. Bila mengalami gejala yang tiba-tiba memburuk (flare-up) atau tanda-tanda infeksi, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Sinar-X untuk mengesampingkan kemungkinan penyebab lain
  • Ultrasound atau MRI untuk mendeteksi pembengkakan bursa
  • Tes darah untuk mencari infeksi
  • Sampel cairan dari bursa, bila terinfeksi

6. Pengobatan

Bursitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi pelindung siku untuk bursitis (healthgrades.com)

Mengutip Healthline, istirahat, obat-obatan untuk meredakan nyeri, dan kompres es pada sendi mungkin dapat meredakan gejala bursitis. Meski begitu, pengobatan lainnya mungkin diperlukan, seperti:

  • Antibiotik diperlukan pada kasus ketika bursa terinfeksi.
  • Kortikosteroid bisa diresepkan untuk meredakan nyeri, inflamasi, dan pembengkakan selama tidak ada bukti infeksi dalam atau di sekitar bursa.
  • Latihan fisik di rumah mungkin dapat mengurangi nyeri dan gejala lainnya. Pada kasus yang jarang, terapi fisik diperlukan.

7. Pencegahan

Bursitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi pelindung lutut (hoganandmitchell.co.uk)

Jangan khawatir, bursitis bisa dicegah dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Melindungi bagian tubuh yang rentan. Bila aktivitasmu banyak berlutut, kamu bisa menggunakan pelindung lutut (knee pad). Penyangga siku (elbow brace) bisa melindungi kamu yang suka bermain tenis dan golf. Atlet atau kamu yang suka berjalan kaki dapat menggunakan sepatu berjalan atau sepatu lari yang tepat dan nyaman.
  • Bila aktivitas harianmu melibatkan gerakan berulang, istirahatlah secara teratur. Lakukan juga gerakan yang menggunakan bagian tubuh lainnya yang berbeda bisa membantu.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan atau obesitas bisa memberi tekanan ekstra pada persendian.
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga. Sebelum berolahraga berat, yang terbaik adalah melakukan pemanasan setidaknya selama 5 hingga 10 menit. Ini bisa mencakup berjalan dengan kecepatan yang baik, joging lambat, atau bersepeda.
  • Otot yang kuat akan menambah perlindungan ekstra pada area bursa. Memperkuat otot di area yang pernah mengalami bursitis, terutama di sekitar sendi, akan memberi perlindungan ekstra dari cedera.
  • Latihan untuk memperkuat otot hanya boleh dilakukan setelah bursitis sembuh total.

Apabila kamu mengalami gejala-gejala yang mengarah ke bursitis, atau mengalami perburukan gejala secara tiba-tiba dan terdapat riwayat bursitis, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Nyeri Otot yang Bisa Menyerang Siapa Saja, Kenali Apa Itu Myalgia

Derinda Astri Photo Verified Writer Derinda Astri

"Harapanmu akan terwujud jika kamu tidak mudah menyerah dan selalu berusaha. Usir rasa malasmu dan terus berkarya tanpa membuang waktu dengan sia-sia" IG: derindaastri YT:Derindavaz

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya