Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antibodi penetral terhadap virus mpox (sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet/monkeypox) tidak bertahan selamanya. Dalam waktu sekitar dua tahun setelah infeksi alami maupun vaksinasi dengan vaksin modified vaccinia Ankara–Bavarian Nordic (Jynneos), kadar antibodi ini dapat menurun secara signifikan, bahkan sering kali tidak lagi terdeteksi.
Studi yang dipimpin oleh peneliti dari Vita-Salute San Raffaele University di Milan, Italia, ini melibatkan 90 pria dewasa. Sebanyak 48 peserta memiliki riwayat infeksi mpox, sementara 42 lainnya menerima vaksin Jynneos. Para peneliti mengukur kadar antibodi penetral spesifik terhadap virus mpox lebih dari dua tahun setelah infeksi atau vaksinasi.
Hasilnya menunjukkan bahwa pada titik dua tahun, antibodi sering kali rendah atau tidak terdeteksi pada kedua kelompok. Meski demikian, peserta yang pernah terinfeksi mpox lebih mungkin masih memiliki antibodi yang terdeteksi dibanding mereka yang hanya divaksinasi (sekitar 69 persen vs 48 persen).
Para peneliti juga menemukan bahwa kadar antibodi enam bulan setelah infeksi atau vaksinasi dapat memprediksi daya tahannya di kemudian hari: makin tinggi kadar awalnya, makin besar peluang antibodi masih terdeteksi setelah dua tahun.
