ilustrasi hantavirus pulmonary syndrome (commons.wikimedia.org/https://www.scientificanimations.com/)
Tingkat HPS cukup tinggi, rata‑rata sekitar 35–40 persen, sementara tingkat keberhasilan bertahan hidup berkisar 60–65 persen jika pasien mendapat perawatan intensif. Angka ini bervariasi menurut jenis virus dan lokasi.
Misalnya, kasus Sin Nombre virus menunjukkan mortalitas 25–35 persen, sedangkan pada kasus Andes virus bisa mencapai 40–50 persen.
Menurut laporan CDC, HPS fatal pada hampir 4 dari 10 orang yang terinfeksi.
Menurut IFRC Epidemic Control Toolkit (2025), case fatality ratio (CFR) HPS diperkirakan 35–50 persen, dengan variasi antarnegara di Amerika (Argentina, Bolivia, Brasil, Cile, Paraguay, Panama, Uruguay, Venezuela, dan AS).
Sebuah studi pada pasien di Panama dan AS menunjukkan mortalitas 25–35 persen untuk sebagian besar hantavirus, tetapi hanya 10–16 persen pada kasus Panama yang disebabkan oleh Choclo virus, menandakan variasi strain memengaruhi outcome.
Literatur lain menyebut tingkat mortalitas HPS bisa mencapai 40 persen, terutama pada kasus Andes virus di Amerika Selatan.
Ringkasan global:
Amerika Utara (Sin Nombre virus): Mortalitas 25–35 persen.
Amerika Selatan (Andes virus): Mortalitas 35–50 persen, dengan risiko penularan antarmanusia.
Panama (Choclo virus): Mortalitas lebih rendah, sekitar 10–16 persen, meski insidensinya tinggi.
Asia/Eropa (Hantaan, Puumala, Dobrava): Lebih sering menyebabkan HFRS, dengan mortalitas lebih rendah (1–15 persen), tetapi beberapa kasus paru mirip HPS juga dilaporkan.
Karena HPS dapat berkembang cepat dan berisiko fatal, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini serta menghindari paparan tikus dan lingkungannya. Menjaga kebersihan rumah dan menggunakan perlindungan saat membersihkan area yang terkontaminasi menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi.
Referensi
Ryan ET, et al., eds. Viral hemorrhagic fevers. In: Hunter's Tropical Medicine and Emerging Infectious Diseases. 10th ed. Elsevier; 2020.
Bauerfeind R, et al., eds. Zoonoses caused by bunyaviruses. In: Zoonoses: Infectious Diseases Transmissible from Animals to Humans. 4th ed. ASM Press; 2016.
Bennett JE, et al. California encephalitis, hantavirus pulmonary syndrome, hantavirus hemorrhagic fever with renal syndrome, and bunyavirus hemorrhagic fevers. In: Mandell, Douglas, and Bennett's Principles and Practice of Infectious Diseases. 9th ed. Elsevier; 2020.
"Hantavirus pulmonary syndrome". Mayo Clinic. Diakses pada Mei 2026.
"Clinician Brief: Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)." CDC. Diakses pada Mei 2026.
"Hantavirus Pulmonary Syndrome." IFRC Epidemic Control Toolkit. Diakses pada Mei 2026.
Fernando Gracia et al., “Convalescent Pulmonary Dysfunction Following Hantavirus Pulmonary Syndrome in Panama and the United States,” Lung 188, no. 5 (June 3, 2010): 387–91, https://doi.org/10.1007/s00408-010-9245-4.
Ross A. Moore and David Griffen, “Hantavirus Pulmonary Syndrome,” StatPearls - NCBI Bookshelf, April 20, 2024, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513243/.