Centers for Disease Control and Prevention. “About Hantavirus.” Diakses Mei 2026.
Colleen B. Jonsson, Luiz Tadeu Moraes Figueiredo, and Olli Vapalahti, “A Global Perspective on Hantavirus Ecology, Epidemiology, and Disease,” Clinical Microbiology Reviews 23, no. 2 (April 1, 2010): 412–41, https://doi.org/10.1128/cmr.00062-09.
Antti Vaheri et al., “Hantavirus Infections in Europe and Their Impact on Public Health,” Reviews in Medical Virology 23, no. 1 (July 3, 2012): 35–49, https://doi.org/10.1002/rmv.1722.
Detlev H. Kruger et al., “Hantaviruses—Globally Emerging Pathogens,” Journal of Clinical Virology 64 (October 20, 2014): 128–36, https://doi.org/10.1016/j.jcv.2014.08.033.
Gejala Hantavirus Ternyata Mirip Flu, Ini Bedanya

- Hantavirus menular ke manusia lewat partikel dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang terhirup, dengan gejala awal mirip flu seperti demam, nyeri otot, dan lemas.
- Perbedaan strain hantavirus menentukan organ yang terdampak: beberapa menyebabkan gangguan paru (HPS), sementara lainnya memicu gangguan ginjal (HFRS) dengan variasi gejala antarwilayah.
- Penyakit dapat berkembang cepat menjadi gagal napas atau kerusakan ginjal serius; riwayat paparan tikus menjadi petunjuk penting untuk diagnosis dini dan penanganan medis segera.
Hantavirus bukanlah patogen yang menyebabkan masalah kesehatan umum. Namun, ketika infeksi terjadi, dampaknya bisa sangat serius.
Virus ini dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus, lalu menular ke manusia terutama melalui partikel kecil dari urine, kotoran, atau air liur yang terhirup.
Yang membuatnya sulit dikenali, gejala awal hantavirus sering tampak seperti infeksi virus biasa, seperti tidak enak badan, demam, nyeri otot, dan lemas.
Dalam praktik klinis, banyak pasien pada fase awal tidak langsung dicurigai mengalami infeksi hantavirus karena keluhannya sangat umum. Padahal, pada sebagian kasus, kondisi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan berat atau kerusakan ginjal serius.
Perjalanan penyakit hantavirus dapat berubah drastis hanya dalam hitungan hari. Karena itu, memahami pola gejalanya sangat penting, terutama bagi orang yang memiliki riwayat kontak dengan tikus atau area terkontaminasi tikus.
Table of Content
Kenapa gejala infeksi hantavirus bisa berbeda?
Hantavirus terdiri dari banyak strain virus yang berbeda. Sebagian lebih sering menyebabkan gangguan paru atau hantavirus pulmonary syndrome (HPS), sementara yang lain lebih berkaitan dengan gangguan ginjal yang dikenal sebagai hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS).
Perbedaan strain ini membuat spektrum gejala dapat bervariasi antarwilayah. Di Asia dan Eropa, gejala gangguan ginjal lebih dominan. Sementara di Amerika, kasus berat sering berkembang menjadi gagal napas akut akibat kebocoran cairan di paru-paru.
Meski demikian, sebagian besar pasien mengalami fase awal yang mirip satu sama lain sebelum penyakit berkembang lebih jauh.
Berikut ini gejala-gejala infeksi hantavirus yang perlu kamu waspadai.
1. Demam

Demam merupakan gejala awal paling umum pada infeksi hantavirus. Suhu tubuh biasanya meningkat mendadak dan dapat disertai menggigil atau rasa tidak nyaman di seluruh tubuh.
Pada fase ini, banyak orang mengira dirinya hanya sakit flu atau kelelahan. Inilah kenapa pasien sering baru mencari pertolongan medis ketika kondisi mulai memburuk.
Menurut penelitian, demam pada hantavirus berkaitan dengan respons imun tubuh terhadap infeksi virus dan pelepasan mediator inflamasi.
Demam hantavirus sering disertai rasa lemah yang cukup intens. Tubuh terasa seperti kehabisan energi, bahkan untuk aktivitas ringan.
Sebagian pasien juga mengalami keringat berlebihan dan sensasi tubuh pegal secara menyeluruh.
Karena respons inflamasi tubuh cukup besar, gejala sistemik dapat terasa lebih berat dibanding flu ringan biasa.
Demam yang muncul setelah membersihkan gudang, loteng, tempat penyimpanan lama, atau area dengan infestasi tikus perlu lebih diwaspadai.
Riwayat paparan lingkungan sering menjadi petunjuk penting yang membedakan hantavirus dari infeksi virus lain.
2. Nyeri otot (mialgia)
Nyeri otot akibat hantavirus sering terasa pada paha, punggung bawah, bahu, dan pinggul.
Rasa nyeri dapat cukup intens hingga membuat aktivitas sehari-hari terasa berat. Pada sebagian pasien, nyeri otot bahkan menjadi keluhan utama di awal penyakit.
Nyeri otot pada hantavirus berkaitan dengan aktivasi sistem imun dan proses inflamasi sistemik, menurut studi.
Nyeri otot sangat umum ditemukan pada banyak infeksi virus, sehingga mudah dianggap tidak serius. Karena itu, hantavirus sering sulit dikenali pada fase awal tanpa riwayat paparan yang jelas.
Tubuh terasa seperti sedang mengalami flu berat, tetapi tanpa gejala saluran napas yang khas pada pilek biasa.
Mialgia akibat hantavirus cenderung disertai rasa lemas ekstrem dan tidak membaik hanya dengan istirahat singkat.
Keluhan juga sering muncul bersamaan dengan demam tinggi dan sakit kepala.
3. Sakit kepala

Sakit kepala termasuk gejala awal yang sering muncul pada hantavirus. Intensitasnya bisa ringan hingga cukup berat.
Sebagian pasien menggambarkan sakit kepala sebagai tekanan kuat yang sulit hilang meski sudah beristirahat.
Kondisi ini berkaitan dengan respons inflamasi tubuh selama infeksi berlangsung.
Sakit kepala sering muncul bersama demam, nyeri otot, dan kelelahan berat.
Pada beberapa kasus HFRS, sakit kepala dapat disertai gangguan penglihatan sementara akibat perubahan pembuluh darah dan tekanan cairan tubuh.
Sakit kepala sendiri memang tidak spesifik. Namun, kombinasi dengan riwayat paparan tikus dan gejala sistemik lain menjadi penting dalam evaluasi medis.
4. Kelelahan ekstrem
Kelelahan pada hantavirus bukan capek biasa. Banyak pasien merasa energi tubuh turun drastis bahkan untuk aktivitas ringan.
Rasa lelah ini dapat muncul sejak awal infeksi dan terus memburuk seiring perkembangan penyakit.
Penelitian menunjukkan bahwa respons inflamasi berat dapat memengaruhi metabolisme energi dan fungsi otot selama infeksi virus.
Saat sistem imun bekerja keras melawan virus, tubuh mengalihkan banyak energi untuk proses pertahanan. Akibatnya, pasien sering merasa sulit fokus, mudah lelah, dan tidak bertenaga.
Pada fase lanjut, kekurangan oksigen akibat gangguan paru juga dapat memperparah rasa lemas.
Kelelahan ekstrem yang muncul bersamaan dengan demam dan riwayat paparan tikus sebaiknya tidak dianggap sepele.
5. Mual, muntah, sakit perut

Banyak pasien hantavirus mengalami mual, muntah, atau nyeri perut pada fase awal. Karena itu, beberapa kasus awal bahkan bisa salah dikira sebagai infeksi saluran cerna.
Penelitian menunjukkan gejala gastrointestinal cukup umum terutama pada HFRS.
Hantavirus memengaruhi pembuluh darah kecil di berbagai organ tubuh, termasuk saluran pencernaan.
Perubahan permeabilitas pembuluh darah dan inflamasi dapat memicu gangguan lambung maupun usus.
Jika muntah berlangsung terus-menerus, ada risiko dehidrasi dan gangguan elektrolit. Kondisi ini dapat memperburuk tekanan darah dan fungsi organ.
6. Sesak napas dan batuk
Ini adalah tanda penyakit mulai serius. Pada HPS, sesak napas menjadi tanda bahaya utama. Setelah fase awal mirip flu, kondisi dapat berkembang cepat menjadi gangguan paru berat.
Pasien mulai merasa napas pendek, dada terasa berat, dan sulit menarik napas dalam.
Batuk juga dapat muncul, terkadang disertai produksi cairan akibat penumpukan cairan di paru-paru.
Hantavirus dapat menyebabkan kebocoran pembuluh darah kecil sehingga cairan masuk ke jaringan paru. Inilah yang membuat oksigen sulit masuk ke aliran darah.
Dalam kasus berat, pasien dapat mengalami gagal napas akut sehingga membutuhkan ventilator.
Sesak napas progresif setelah fase demam harus segera mendapat pertolongan medis.
Perjalanan penyakit dapat memburuk dalam waktu singkat.
7. Gangguan ginjal

Beberapa jenis hantavirus lebih sering menyerang ginjal dan pembuluh darah kecil di area tersebut.
Pasien dapat mengalami penurunan produksi urine, nyeri pinggang, pembengkakan, hingga gangguan fungsi ginjal akut.
Pada kasus berat, tekanan darah juga bisa turun drastis akibat kebocoran cairan tubuh.
Virus memicu inflamasi dan gangguan permeabilitas pembuluh darah di ginjal. Akibatnya, keseimbangan cairan dan fungsi filtrasi terganggu.
Urine sangat sedikit, pembengkakan tubuh, atau nyeri pinggang berat perlu segera dievaluasi secara medis.
8. Perdarahan dan gangguan pembuluh darah
Pada beberapa kasus HFRS, pasien dapat mengalami perdarahan ringan seperti mimisan, bintik merah di kulit, atau perdarahan gusi. Hal ini berkaitan dengan gangguan pembuluh darah dan trombosit selama infeksi.
Meski tidak selalu terjadi, tetapi gejala ini menandakan penyakit sudah memengaruhi sistem vaskular tubuh.
Gangguan pembuluh darah berat dapat memengaruhi tekanan darah dan perfusi organ.
Pada kondisi tertentu, pasien dapat mengalami syok.
Kapan harus segera mencari pertolongan medis?
Demam tinggi setelah paparan tikus, nyeri otot berat, sesak napas, muntah terus-menerus, atau penurunan produksi urine perlu segera diperiksa.
Diagnosis dini sangat penting karena hantavirus dapat berkembang cepat menjadi kondisi kritis.
Riwayat membersihkan area penuh kotoran tikus atau kontak dengan rodensia harus disampaikan kepada tenaga medis.
Gejala hantavirus sering terlihat mirip flu atau kelelahan, sehingga banyak kasus berpotensi terlambat dikenali. Memahami pola gejala, terutama jika ada riwayat paparan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi tikus, dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Meski infeksinya tergolong jarang, tetapi hantavirus tetap perlu diperhatikan karena pada sebagian kasus penyakit dapat berkembang cepat dan mengancam nyawa.
Referensi



![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok Lari Sendiri atau Bareng?](https://image.idntimes.com/post/20241023/1000144639-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-50153375959c0484954342b8f037de34.jpg)



![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tahu Kamu Sekadar Capek atau Mulai Burnout](https://image.idntimes.com/post/20250602/img-20250602-232248-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-10d0d970fe707292815711bf6b95b641.jpg)




![[QUIZ] Dari Racikan Kopi Favoritmu, Ini Bahasa Self-Care Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260301/14261_c52d3435-ca1f-41bf-b64f-c05fdd79b7d4.jpg)



![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Mengelola Amarah](https://image.idntimes.com/post/20230413/pexels-cottonbro-studio-9063608-799c959c8a681bc3037abd5954852522.jpg)

