Gula telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Dari kopi pagi hingga permen di pesta ulang tahun, gula sering dikaitkan dengan sensasi manis yang cepat memuaskan. Namun kepercayaan populer juga mempercayai bahwa gula tidak sekadar memberi rasa manis — melainkan lonjakan energi yang tiba-tiba, yang sering disebut sugar rush.
Istilah sugar rush tidak ditemukan dalam buku medis atau jurnal kedokteran sebagai diagnosis resmi. Ia lebih merupakan sebutan budaya populer untuk fenomena yang dianggap membuat orang, terutama anak-anak, menjadi lebih aktif atau hiperaktif sesaat setelah mengonsumsi banyak makanan atau minuman manis. Hal ini telah menjadi narasi kuat di banyak keluarga dan media sejak beberapa dekade terakhir.
Di sisi lain, komunitas ilmiah telah meneliti hubungan antara konsumsi gula dan perilaku manusia selama puluhan tahun. Pertanyaan utamanya bukan hanya soal ada atau tidaknya lonjakan energi, tetapi apakah fenomena ini benar berasal dari gula itu sendiri — atau lebih karena konteks sosial, ekspektasi, dan proses fisiologis di dalam tubuh kita.
