Para pendukung diet karnivora mengklaim bahwa hanya mengonsumsi makanan hewani mungkin bermanfaat bagi mereka yang memiliki kondisi berikut:
Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa diet karnivora dapat bermanfaat bagi orang-orang dengan kondisi ini atau kondisi lainnya.
Selain itu, meskipun perbaikan jangka pendek pada kondisi kesehatan tertentu telah dilaporkan, tidak ada penelitian yang meneliti risiko atau manfaat jangka panjang dari diet karnivora. Para ahli tetap khawatir bahwa menjalani diet karnivora dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kondisi lainnya.
Pada akhirnya, diet karnivora bisa memicu perubahan cepat pada tubuh, mulai dari turunnya berat badan hingga pencernaan yang terasa lebih ringan di awal. Namun, di balik efek instan tersebut, ada konsekuensi jangka panjang yang masih diperdebatkan dan sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Karena itu, sebelum menjadikannya gaya hidup, penting untuk memahami kebutuhan tubuh sendiri dan mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh. Pola makan yang paling baik bukanlah yang paling ekstrem, melainkan yang paling aman, seimbang, dan bisa dijalani secara berkelanjutan.
Referensi
British Heart Foundation. Diakses pada Januari 2026. "The Carnivore Diet: Why It’s Not Good for Your Health."
National Geographic. Diakses pada Januari 2026. "What Really Happens to Your Body When You Eat Only Meat."
Verywell Health. Diakses pada Januari 2026. "What Happens to Your Body When You Follow a Carnivore Diet."
Wang, M., Ma, H., Song, Q., Zhou, T., Hu, Y., Heianza, Y., Manson, J. E., & Qi, L. (2022). Red meat consumption and all-cause and cardiovascular mortality: results from the UK Biobank study. European Journal of Nutrition, 61(5), 2543–2553. https://doi.org/10.1007/s00394-022-02807-0