Beberapa langkah yang direkomendasikan meliputi:
Latihan jalan sebelum berangkat: membantu tubuh beradaptasi terhadap aktivitas panjang.
Menjaga hidrasi: minum rutin meski belum haus.
Tidur dan recovery: mengatur energi selama rangkaian ibadah.
Mengenakan alas kaki yang tepat: mengurangi risiko cedera kaki dan nyeri sendi.
Vaksinasi dan kebersihan tangan: mengurangi risiko penyakit infeksi.
Mengenali tanda-tanda heat exhaustion: seperti pusing, mual, keringat berlebihan, lemas, atau kebingungan.
Selama rangkaian ibadah haji, tubuh mengalami kombinasi beban fisik, panas lingkungan, perubahan tidur, tekanan fisiologis, dan paparan infeksi dalam skala yang sangat besar. Jantung bekerja lebih keras, tubuh kehilangan banyak cairan, otot terus aktif, sistem imun menghadapi tantangan baru, dan otak ikut beradaptasi terhadap kelelahan serta emosi yang intens.
Jadi, selain merupakan perjalanan spiritual, haji juga perjalanan biologis yang menuntut daya tahan tubuh, kemampuan adaptasi, dan persiapan kesehatan yang matang.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. "CDC Yellow Book 2024: Health Information for International Travel." Diakses Mei 2026.
Qanta A Ahmed, Yaseen M Arabi, and Ziad A Memish, “Health Risks at the Hajj,” The Lancet 367, no. 9515 (March 1, 2006): 1008–15, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(06)68429-8.
Shuja Shafi et al., “Hajj: Health Lessons for Mass Gatherings,” Journal of Infection and Public Health 1, no. 1 (January 1, 2008): 27–32, https://doi.org/10.1016/j.jiph.2008.08.008.
Jaffar A. Al-Tawfiq et al., “Mass Gatherings and the Spread of Respiratory Infections. Lessons From the Hajj,” Annals of the American Thoracic Society 13, no. 6 (April 18, 2016): 759–65, https://doi.org/10.1513/annalsats.201511-772fr.
Saudi Ministry of Health. “Health Guidelines before Hajj and Umrah.” Diakses Mei 2026.
World Health Organization. “Mass Gatherings.” Diakses Mei 2026.