Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi meal plan untuk diet berdasarkan golongan darah.
ilustrasi menu diet rendah kalori untuk seminggu (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

Intinya sih...

  • Teori utama diet golongan darah berkaitan dengan protein lektin yang dapat mengikat molekul karbohidrat dan menyebabkan efek negatif pada manusia.

  • Kendati premis diet ini menarik, tetapi tidak ada cukup bukti ilmiah untuk mendukungnya. Bahkan, diet ini belum terbukti dalam uji klinis apa pun.

  • Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis diet adalah kesehatanmu saat ini dan riwayat keluarga.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada banyak jenis diet untuk dipilih. Salah satu yang mungkin menarik perhatian adalah diet berdasarkan golongan darah. Ya, golongan darah diyakini dapat menentukan dengan tepat makanan apa yang harus dimakan dan dihindari berdasarkan kimia tubuh yang unik.

Diet ini pertama kali diciptakan oleh seorang dokter naturopati Peter J. D’Adamo pada tahun 1996. Ide di baliknya adalah bahwa golongan darah menentukan makanan terbaik untuk dimakan, berdasarkan apa yang dimakan oleh leluhur dengan golongan darah yang sama. Pertanyaannya, apakah diet ini benar-benar efektif dan terbukti secara ilmiah? Di sini kamu akan mengeksplorasinya secara lebih mendalam.

1. Cara kerja diet golongan darah

Salah satu teori utama diet golongan darah berkaitan dengan protein yang disebut lektin. Ini adalah keluarga protein yang dapat mengikat molekul karbohidrat. Lektin nabati kadang-kadang disebut sebagai antinutrien dan dapat menyebabkan efek negatif pada manusia, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Menurut teori diet golongan darah, mengonsumsi jenis lektin yang salah dapat secara khusus menargetkan golongan darah ABO yang berbeda. Lektin tersebut dapat menyebabkan sel darah merah menggumpal, yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil lektin dalam kacang-kacangan mentah dapat memiliki aktivitas penggumpalan yang spesifik untuk golongan darah tertentu. Misalnya, sebuah tinjauan tahun 2004 menunjukkan bahwa kacang lima mentah dapat memengaruhi sel darah merah pada orang dengan golongan darah A (Glycobiology, 2004).

Namun, secara keseluruhan, tampaknya sebagian besar lektin penggumpal bereaksi dengan semua golongan darah ABO. Ini artinya bahwa lektin dalam makanan mungkin tidak spesifik untuk golongan darah, kecuali untuk beberapa varietas kacang-kacangan mentah.

2. Apakah diet berdasarkan golongan darah benar-benar efektif

Kendati premis diet ini menarik, tetapi tidak ada cukup bukti ilmiah untuk mendukungnya. Bahkan, diet ini belum terbukti dalam uji klinis apa pun. Artinya, diet golongan darah hanya didasarkan pada teori D'Adamo. Tidak satu pun klaim yang dapat dibuktikan.

Jika kamu berhasil menurunkan berat badan setelah mempraktikkan diet ini, ini karena diet golongan darah melibatkan banyak makanan, seperti buah-buahan, sayuran, serta daging tanpa lemak, yang bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. Namun, penurunan berat badan itu mungkin tidak ada hubungannya dengan mengonsumsi makanan yang sesuai dengan golongan darah.

Orang menurunkan berat badan saat memangkas kalori. Karena diet berdasarkan golongan darah merekomendasikan untuk menghindari makanan olahan tinggi, seperti makanan manis, keripik, dan makanan cepat saji, yang semuanya mengandung banyak kalori, siapa pun dapat menurunkan berat badan dengan menghindari makanan ini.

3. Hubungan antara golongan darah dan makanan

ilustrasi menjaga pola makan sehat di tengah kesibukan (unsplash.com/Outcast India)

Menurut D'Adamo, manusia purba umumnya memiliki golongan darah O dan merupakan pemburu. Karenanya, makanan yang cocok untuk golongan darah O adalah daging-dagingan. Ia juga menekankan untuk membatasi biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk susu.

Ketika manusia beralih dari berburu ke bertani, golongan darah A menjadi lebih umum. D'Adamo meyakini bahwa individu tipe A memiliki sistem kekebalan tubuh yang sensitif dan paling baik menjalani diet vegetarian. Jadi, diet untuk golongan darah ini seharusnya berfokus pada sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian sambil meminimalkan daging dan produk susu.

D'Adamo percaya bahwa orang dengan golongan darah B memiliki sistem pencernaan yang kuat dan dapat mengonsumsi makanan yang beragam seperti nenek moyang mereka yang nomaden. Diet untuk golongan darah B meliputi keseimbangan daging, sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan produk susu.

Golongan darah AB dianggap sebagai golongan darah "modern". Untuk orang dengan golongan darah AB, ia menyarankan kombinasi makanan yang bermanfaat untuk golongan darah A dan B.

4. Diet terbaik untuk menurunkan berat badan

Ahli gizi mana pun setuju bahwa kunci menurunkan berat badan adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup yang mencakup pilihan makanan yang seimbang dan berkelanjutan, bukannya mengikuti diet ketat selama beberapa minggu lalu kembali ke pola makan sebelumnya.

Jenis yang paling sering direkomendasikan adalah diet Mediterania atau variasinya seperti DASH (dietary approaches for stopping hypertension) serta diet antiinflamasi. Diet-diet ini mencakup banyak makanan nabati, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh, yang semuanya telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan.

5. Riwayat keluarga lebih penting daripada golongan darah

Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis diet adalah kesehatanmu saat ini dan riwayat keluarga. Misalnya, jika kamu memiliki riwayat keluarga terkait tekanan darah tinggi, mengonsumsi banyak buah dan sayuran yang kaya kalium dan magnesium sambil menghindari natrium adalah ideal.

Jika kamu memiliki gula darah tinggi atau riwayat keluarga dengan gula darah tinggi, ikuti diet yang membatasi karbohidrat dan ganti dengan karbohidrat kompleks yang mengandung serat, seperti buah-buahan utuh, sayuran, dan biji-bijian utuh.

Akhir kata, belum ada penelitian yang menunjukkan efektivitas diet golongan darah. Jika kamu berhasil menurunkan berat badan setelah mejalani diet berdasarkan golongan darah, ini lebih karena diet ini mencakup konsumsi sebanyak mungkin makanan sehat dan membatasi makanan olahan. Namun, yang terbaik adalah menjalani diet sesuai kondisi kesehatan spesifikmu atau riwayat keluarga.

Referensi

Health. Diakses pada Januari 2026. Is the Blood Type Diet Safe for You?

Sharon, N. (2004). History of lectins: from hemagglutinins to biological recognition molecules. Glycobiology, 14(11), 53R-62R. https://doi.org/10.1093/glycob/cwh122.

The Ohio State University. Diakses pada Januari 2026. Does The ‘Blood Type Diet’ Work?

Editorial Team