Penanganan serangan migrain perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap orang. Obat antinyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen, dan obat resep seperti triptan dapat menjadi pilihan sesuai pertimbangan klinis. Tidak semua obat cocok untuk semua orang, jadi ikuti anjuran dari dokter.
Beristirahat di ruangan yang tenang dan gelap, memakai kain dingin di dahi, serta menjaga asupan cairan dapat membantu sebagian orang merasa lebih nyaman.
Kalau tetap mau mencoba jepit rambut, segera lepaskan jika terasa sakit atau menimbulkan bekas. Jangan menjepit kelopak mata atau menekan bola mata.
Sakit kepala yang datang mendadak dan sangat hebat, disertai kelemahan atau kebas, gangguan bicara, kebingungan, kejang, demam dan leher kaku, atau muncul setelah cedera kepala perlu segera diperiksa. Gejala tersebut dapat menandakan kondisi yang lebih serius.
Referensi
Mayo Clinic Staff, “Symptoms and Causes,” Migraine, accessed October 7, 2026, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/symptoms-causes/syc-20360201.
Andrew Napier, Anterpreet Dua, and Alan Taylor, “Supraorbital Nerve Block,” in StatPearls (Treasure Island, FL: StatPearls Publishing, updated July 5, 2026), https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536937/.
Arya Asadizeidabadi et al., “Effect of Acupressure on Migraine: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Advances in Traditional Medicine 25, no. 2 (2025): 385–93, https://doi.org/10.1007/s13596-024-00780-z.
American Headache Society, “Acute Treatment for Migraine,” accessed October 7, 2026, https://americanheadachesociety.org/resources/primary-care/headache-topics/acute-treatment-for-migraine.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke, “Migraine,” accessed October 7, 2026, https://www.ninds.nih.gov/Disorders/All-Disorders/Migraine-Information-Page.