Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Super Flu Mematikan bagi Manusia? Cek Faktanya!
seorang wanita yang sedang menderita flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

  • Super flu adalah varian baru dari virus influenza A/H3N2 dengan subclade K yang pertama kali diidentifikasi di Amerika Serikat pada Agustus 2025.

  • Virus penyebab super flu mengalami perubahan kecil dari waktu ke waktu berdasarkan sifat materi genetik (RNA) di dalamnya, menyebabkan penularan yang cepat antar manusia.

  • Super flu tidak mematikan secara langsung, tetapi dapat memicu aktifnya penyakit bawaan lain pada tubuh seseorang yang lebih berbahaya, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap musim hujan datang, flu jadi salah satu penyakit yang paling umum diderita banyak orang. Mulai dari itu flu ringan yang mudah diatasi dengan selembar tisu sampai flu berat yang menghambat aktivitas setidaknya pernah kita rasakan sekali. Namun, belakangan ini publik dihebohkan dengan jenis penyakit flu yang menjangkiti banyak orang dan diberi nama super flu.

Kalau dikaitkan dengan hal lain, kata ‘super’ itu mungkin terdengar sangat keren. Akan tetapi, dalam konteks medis atau kesehatan, kata itu jelas menjadi cukup mengerikan bagi orang-orang awam, terutama kalau dikaitkan dengan sebuah penyakit yang sebenarnya rutin terjadi selama musim hujan. Lantas, apakah super flu memang benar-benar berbahaya sampai menyebabkan kematian bagi manusia? Yuk, cari tahu faktanya sama-sama!

1. Apa itu super flu?

ilustrasi virus influenza (pexels.com/CDC)

Sebelum masuk ke pembahasan utama, tentu penting untuk mengetahui soal apa sebenarnya super flu yang sedang kita bahas ini. Dr Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D.. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyebutkan bahwa super flu sebenarnya merupakan variasi flu yang cenderung baru dan pertama kali diidentifikasi di Amerika Serikat sekitar Agustus 2025 silam. Meski baru diidentifikasi, sebenarnya asal-usul virus penyebab superflu itu adalah varian yang sudah akrab kita kenal, yakni influenza A.

Lebih spesifik lagi, varian virus penyebab super flu adalah A/H3N2 dengan subclade K. Nah, subclade K pada varian inilah yang benar-benar baru ditemukan sepanjang observasi varian virus influenza A. Penyebaran influenza baru ini terbilang cukup cepat di Indonesia. Berdasarkan pencatatan sampai akhir Desember 2025, sudah ada 62 kasus flu terkonfirmasi yang tergolong sebagai super flu.

2. Apa yang terjadi ketika manusia terjangkit super flu?

ibu merawat anaknya yang terserang flu berat (pexels.com/cottonbro studio)

Oke, kita sudah tahu soal asal-usul super flu yang sedang ramai dibicarakan. Namun, sebenarnya apakah ada perbedaan spesifik antara jenis flu ini dengan flu lain? Dosen mikrobiologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K), memberi jawaban kalau sebenarnya virus influenza tipe A subclade K tetap berkerabat dengan virus influenza yang rutin muncul setiap musim tertentu.

Artinya, gejala yang ditimbulkan seharusnya sama saja, semisal pilek, demam, batuk, sakit tenggorokan, dan kelelahan. Bedanya, virus penyebab super flu mengalami perubahan kecil dari waktu ke waktu berdasarkan sifat materi genetik (RNA) di dalamnya. Hal tersebut menyebabkan munculnya virus-virus variasi baru yang sebenarnya masih berkerabat dekat. Maka dari itu, Prof. Dr. Tri Wibawa turut mengingatkan bahwa ada potensi ketidakmampuan sistem kekebalan tubuh manusia tidak dapat melawan virus varian baru ini. Kalau sudah begitu, ada pula potensi penularan yang terjadi secara cepat antar manusia seperti yang sudah terjadi saat ini.

3. Lantas, apakah super flu berbahaya dan mengancam nyawa?

Varian flu baru seperti superflu dapat menyerang berbagai kalangan dan bisa berbahaya bagi kelompok tertentu. (pexels.com/cottonbro studio)

Sebenarnya super flu memang berpotensi menular dengan cepat ketimbang virus influenza musiman. gejala yang ditimbulkan tidak sampai membahayakan nyawa manusia, terutama bagi orang anak-anak dan orang dewasa. Selain itu, sejauh ini belum ada bukti penelitian resmi yang menunjukkan adanya reaksi yang tidak biasa dari virus influenza baru ini, selain dari reaksi pada virus influenza biasa.

Berdasarkan keterangan yang beredar, sejauh ini ada satu korban meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, setelah sebelumnya terjangkit super flu. Namun, perlu diingat, korban meninggal tersebut tidak murni disebabkan oleh super flu. Sebab, korban memiliki komorbid (punya dua atau lebih penyakit lain) yang jadi terpicu setelah terserang super flu, seperti dilansir Universitas Gadjah Mada. Alhasil, super flu sendiri memang tidak mematikan, tetapi dapat jadi pemicu penyakit bawaan lain dari tubuh seseorang untuk kambuh, terutama kalau berkaitan dengan sistem pernapasan.

Selain itu, Prof. Dr. Tri Wibawa turut menjelaskan kalau selain orang dengan komorbid atau penyakit kronis, ada beberapa kelompok lain yang termasuk rentan mengalami komplikasi atau gejala lebih parah ketika terserang super flu. Misalnya saja, kelompok lanjut usia (lansia), ibu hami, dan anak-anak. Maka dari itu, pencegahan supaya virus super flu tidak menjangkiti kelompok rentan itu jadi salah satu cara paling utama untuk menghindari korban jiwa.

4. Atasi penularan super flu dengan cara-cara ini

rutin menggunakan masker untuk mencegah penularan flu (pexels.com/Anna Shvets)

Pada akhirnya, super flu memang tidak mengancam nyawa manusia secara langsung. Meski begitu, tetap ada kelompok tertentu yang rentan terhadap penyakit ini dan berpotensi memicu aktifnya penyakit bawaan lain pada tubuh seseorang yang lebih mematikan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah penularan virus A/H3N2 subclade K yang satu ini.

Today melansir kalau cara utama adalah memberikan vaksin flu pada kelompok rentan supaya terbentuk resistensi antar sesama. Pastikan kalau vaksinasi yang hendak digunakan sudah didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter yang ahli di bidang ini agar memperoleh manfaat yang tepat. Sebab, vaksinasi ini tidak menjamin 100 persen seseorang tidak akan terjangkit flu, termasuk varian super flu.

Selain vaksinasi, cara lain yang bisa kita lakukan bersama itu terbilang sangat mudah. Misalnya saja, menghindari kontak dengan orang yang sedang menderita flu, menggunakan masker wajah ketika beraktivitas di luar ruangan, rajin mencuci tangan, serta rutin membersihkan rumah atau benda-benda yang berpotensi ditempeli virus. Kalau merasa mengalami gejala flu berat seperti super flu, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa cepat ditangani dan diobati secara maksimal, ya!

Referensi

"Meet Super Flu, the New Influenza A Variant That Has Started Entering Indonesia". Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Diakses Januari 2026.

"Waspada Virus Varian Superflu, Pakar UGM Sebut Bisa Berakibat Fatal Bagi yang Rentan". Universitas Gadjah Mada. Diakses Januari 2026.

"Already Severe Flu Season Is Overwhelming Hospitals and ERs. Doctors Reveal Top Symptoms". Today. Diakses Januari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team