gambar vaksin yang akan disuntikkan (unsplash.com/Mufid Majnun)
Mengingat betapa mudahnya virus campak menular dari satu orang ke orang lain, perlindungan sejak dini merupakan cara terbaik untuk mengatasi campak. Untuk kasus campak, memakai masker atau membatasi sentuhan jelas gak cukup. Sejauh ini, vaksin merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah campak. Dilansir Mayo Clinic, terdapat dua jenis vaksin berbeda yang bisa dijadikan pilihan. Pertama ada vaksin MMR yang digunakan untuk melindungi diri dari penyakit campak, gondok, dan rubella.
Vaksin kedua dikenal dengan nama MMRV yang berfungsi melindungi diri dari campak, gondok, rubella, dan varicella. Vaksin campak sendiri diberikan saat masih balita. Terdiri dari dua tahap, dosis pertama umumnya diberikan saat anak berusia 12 bulan dan dosis kedua diberikan saat berusia 18 bulan.
Pada orang dewasa, vaksin campak dianjurkan bagi mereka yang bekerja di bidang perawatan anak, lansia, perawa kesehatan, hingga bepergian ke negara yang memiliki risiko infeksi campak yang tinggi. Satu yang perlu diingat, gak semua orang diperbolehkan mendapatkan vaksin campak. Vaksin ini gak boleh diberikan pada ibu hamil, mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah karena pengobatan penyakit tertentu, atau mereka yang mengalami reaksi buruk setelah mendapatkan vaksin dosis pertama.
Campak umumnya memang bisa disembuhkan dengan penanganan medis. Namun alih-alih mengobati, akan jauh lebih bijak jika kita melakukan pencegahan sejak awal. Pencegahannya pun bisa dilakukan, dengan perlindungan yang bertahan seumur hidup.
Referensi
“Measles.” World Health Organization (WHO). Diakses pada April 2026.
“Measles — Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses pada April 2026.
“Measles.” Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.
“Measles.” Healthdirect Australia. Diakses pada April 2026.
“Measles: Symptoms, Causes, and Treatment.” Medical News Today. Diakses pada April 2026.