Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Campak Sangat Mudah Menular? Ternyata Ini Penjelasannya!

Kenapa Campak Sangat Mudah Menular? Ternyata Ini Penjelasannya!
ilustrasi gejala campak pada kulit. (freepik.com/Freepik)
Intinya Sih
  • Kasus campak di Indonesia masih tinggi dengan ribuan suspek dan ratusan kasus terkonfirmasi hingga awal 2026, disertai beberapa kematian serta puluhan KLB di berbagai daerah.
  • Virus campak sangat mudah menular lewat udara melalui droplet dan aerosol yang bisa bertahan lama di ruang tertutup, membuat risiko penularan meningkat terutama di area berventilasi buruk.
  • Seseorang dapat menularkan campak sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga beberapa hari setelahnya, sehingga penyebaran sering terjadi tanpa disadari sebelum gejala khas terlihat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di Indonesia, kasus campak masih menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Mengutip data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hingga awal tahun 2026, tercatat sekitar 8.224 kasus suspek campak dan 572 kasus terkonfirmasi disertai beberapa kematian. Angka ini menunjukkan bahwa campak masih aktif menyebar di berbagai wilayah Tanah Air.

Bahkan, pada periode yang sama juga dilaporkan puluhan kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah. Campak dikenal sebagai salah satu penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi, terutama terhadap anak-anak. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Lalu, apa sebenarnya yang membuat campak sangat mudah menular? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Penularannya yang melalui udara jadi alasan kenapa penyakit ini mudah menyebar

ilustrasi sakit
ilustrasi sakit (pexels.com/Gustavo Fring)

Virus campak dikenal sangat mudah menular karena dapat menyebar melalui udara. Penularan ini terjadi ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin lalu melepaskan partikel virus ke udara. Partikel tersebut bisa terhirup oleh orang lain tanpa perlu kontak langsung.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di The Cureus Journal of Medicine Science tahun 2024, virus campak dapat menyebar melalui droplet (tetesan cairan) maupun aerosol (cairan dalam gas) berukuran kecil yang mampu bertahan di udara. Bahkan, virus ini masih bisa tetap infeksius dalam jangka waktu tertentu di ruang tertutup.

Hal ini membuat risiko penularan menjadi sangat tinggi, terutama di tempat dengan ventilasi buruk. Seseorang bisa tertular hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita. Inilah yang membuat campak menjadi salah satu penyakit paling mudah menyebar dan menimbulkan kekhawatiran di beberapa negara.

2. Termasuk salah satu penyakit paling menular

ilustrasi gejala campak pada kulit.
ilustrasi gejala campak pada kulit. (freepik.com/Freepik)

Campak memiliki daya tular yang sangat tinggi dibandingkan banyak penyakit lainnya. Penelitian yang terbit di The Lancet Infectious Diseases tahun 2017 mengungkap bahwa satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke sekitar 12 hingga 18 orang lain dalam kondisi tanpa kekebalan. Angka ini menjadikan campak sebagai salah satu penyakit paling menular di dunia.

Artinya, penyebaran bisa terjadi sangat cepat hanya dari satu kasus awal. Dalam waktu singkat, jumlah kasus dapat meningkat secara signifikan jika tidak dikendalikan. Tanpa upaya pencegahan yang kuat seperti imunisasi, wabah campak sering kali sulit dihentikan.

3. Campak bahkan bisa menular sebelum gejala muncul

ilustrasi sakit
ilustrasi sakit (pexels.com/Jason Deines)

Campak dapat menular bahkan sebelum gejala khasnya muncul. Ini membuat penyebarannya sering terjadi tanpa disadari oleh penderitanya. Seseorang yang terinfeksi bisa tetap beraktivitas seperti biasa karena belum merasa sakit.

Virus campak diketahui sudah dapat menular sekitar empat hari sebelum ruam muncul di kulit hingga beberapa hari setelahnya. Pada fase ini, penderita biasanya hanya mengalami gejala ringan atau belum menunjukkan tanda khas campak. Mengutip dari World Health Organization (WHO), kondisi tersebut membuat penularan campak sulit dikendalikan karena terjadi sebelum terdeteksi. Akibatnya, virus dapat menyebar ke orang lain tanpa disadari sejak awal.

Bayangkan, seseorang yang terlihat sehat sebelum gejala muncul sudah bisa menularkan campak dengan cepat. Terlebih, virus campak dapat menyebar melalui udara dan bertahan dalam ruang tertutup. Menurutmu, dengan kondisi seperti ini, seberapa besar risiko penularan yang bisa terjadi di sekitar kita?

Referensi:

"Waspada Campak Jelang Libur Lebaran, Kemenkes Percepat Imunisasi Anak di Wilayah Risiko". Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada April 2026.

"Predicting the Airborne Transmission of Measles: Impact of Indoor Carbon Dioxide (CO2) Levels and Mitigation Strategies". The Cureus Journal of Medicine Science (2024). Diakses pada April 2026.

"The basic reproduction number (R0) of measles: a systematic review". The Lancet Infectious Diseases (2017). Diakses pada April 2026. ---

"Measles". Word Health Organization (WHO). Diakses pada April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More