ilustrasi kucing sedang menggaruk (pexels.com/Sheng-lu Wu)
Babesiosis ialah penyakit yang disebabkan oleh parasit Babesia. Kamu bisa tertular penyakit ini setelah digigit kutu atau dari transplantasi organ.
Mulanya, babesiosis menyebabkan gejala mirip flu. Namun, parasit Babesia menyebabkan kerusakan sel darah merah yang selanjutnya dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, terutama jika sistem kekebalan tubuh melemah.
Komplikasi yang umum adalah anemia hemolitik, suatu kondisi ketika sel darah merah rusak lebih cepat dibandingkan kemampuan tubuh untuk membuat sel darah baru.
Babesiosis jarang terjadi, tetapi ini adalah kondisi serius yang bisa berakibat fatal. Gejala babesiosis muncul satu hingga empat minggu setelah paparan parasit dengan gejala meliputi:
- Demam tinggi.
- Kelelahan.
- Sakit kepala.
- Berkeringat.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot atau sendi.
- Kehilangan nafsu makan.
- Batuk.
Sekitar 1 dari 4 orang tidak menunjukkan gejala babesiosis. Tidak seperti penyakit lain yang ditularkan melalui kutu, Babesiosis biasanya tidak disertai ruam.