Kerumitan juga akan terjadi pada anak yang baru bisa membaca. Ini bisa membuat orang tua bingung menjelaskan kepada anak kenapa "Aku Harus Mati", padahal sebelumnya mereka yang di bawah umur ini diberikan afirmasi yang positif.
"Kami mengimbau dari IDAI, ayo para produsen film coba banyak diskusi juga dengan para pakar psikolog, pakar kesehatan anak, pakar kesehayan jiwa, seperti apa bikin konten yang tetap bisa cuan, tetap bisa untung tapi juga mengedukasi masyarakat, kan banyak pilihannya," kata Dr. Piprim.
Baliho film "Aku Harus Mati" bisa berdampak pada kelompok dengan gangguan mental dan menjadi sangat berbahaya. Pada akhirnya, bisa ada afirmasi untuk mengakhiri hidup.
Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental—seperti perasaan sedih berkepanjangan, cemas berlebihan, kehilangan harapan, atau muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri—penting untuk tidak menyepelekannya.
Mencari bantuan adalah langkah berani. Kamu bisa mulai dengan berbicara kepada orang yang dipercaya, serta berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Jika kamu sedang berada dalam kondisi krisis atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera cari bantuan. Kamu tidak sendirian, dan bantuan tersedia.
Layanan bantuan di Indonesia:
Sejiwa 119 (tekan 8) – layanan dukungan kesehatan mental dari Kementerian Kesehatan.
Sehat Jiwa 119 (telepon darurat kesehatan mental).
Healing119.id – layanan konseling dan informasi kesehatan mental: https://healing119.id
Hotline Kementerian Kesehatan RI: 1500-454
Jika situasi terasa darurat atau mengancam keselamatan, segera hubungi layanan gawat darurat atau datang ke fasilitas kesehatan terdekat.