World Health Organization. "Physical Activity Guidelines." Diakses April 2026.
https://www.who.intJodi Oakman et al., “Working From Home in Australia During the COVID-19 Pandemic: Cross-sectional Results From the Employees Working From Home (EWFH) Study,” BMJ Open 12, no. 4 (April 1, 2022): e052733, https://doi.org/10.1136/bmjopen-2021-052733.
Yijing Xiao et al., “Impacts of Working From Home During COVID-19 Pandemic on Physical and Mental Well-Being of Office Workstation Users,” Journal of Occupational and Environmental Medicine 63, no. 3 (November 23, 2020): 181–90, https://doi.org/10.1097/jom.0000000000002097.
Kiron Chatterjee et al., “Commuting and Wellbeing: A Critical Overview of the Literature With Implications for Policy and Future Research,” Transport Reviews 40, no. 1 (August 1, 2019): 5–34, https://doi.org/10.1080/01441647.2019.1649317.
Michael A. Grandner, Sleep and Health, Elsevier eBooks, 2019, https://doi.org/10.1016/c2017-0-02743-x.
Julia A. Wolfson et al., “Barriers to Healthy Food Access: Associations With Household Income and Cooking Behavior,” Preventive Medicine Reports 13 (January 30, 2019): 298–305, https://doi.org/10.1016/j.pmedr.2019.01.023.
Susan E Peters et al., “Work and Worker Health in the Post-pandemic World: A Public Health Perspective,” The Lancet Public Health 7, no. 2 (February 1, 2022): e188–94, https://doi.org/10.1016/s2468-2667(21)00259-0.
Reiner Rugulies et al., “Work-related Causes of Mental Health Conditions and Interventions for Their Improvement in Workplaces,” The Lancet 402, no. 10410 (October 1, 2023): 1368–81, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(23)00869-3.
Manfaat WFH bagi Kesehatan Fisik dan Mental Karyawan

WFH dapat mengurangi stres dan kelelahan akibat perjalanan.
Ada waktu bekerja dari rumah memberi ruang untuk gaya hidup lebih sehat, seperti tidur cukup dan makan lebih baik.
Namun, tetap perlu pengaturan yang tepat agar tidak memicu perilaku sedenter.
Kebijakan kerja dari rumah atau working from home (WFH) menjadi sorotan, seiring langkah pemerintah yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah setiap hari Jumat untuk efisiensi bahan bakar.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga mengimbau kebijakan WFH swasta satu hari dalam sepekan. Imbauan ini diharapkan dapat dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi operasional masing-masing perusahaan.
Kebijakan WFH tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja.
Di balik kebijakan WFH sehari dalam sepekan ini, sebenarnya bagaimana dampaknya bagi kesehatan karyawan? Bagi sebagian orang, WFH terasa lebih ringan dan fleksibel, tetapi bagi yang lain batas antara kerja dan kehidupan pribadi justru menjadi kabur.
Buat yang perusahaannya menerapkan WFH, yuk cek di bawah ini apa saja manfaat WFH bagi kesehatan karyawan, dengan catatan jika dilakukan dengan benar.
Table of Content
1. Mengurangi stres dan kelelahan dari perjalanan
Salah satu manfaat paling langsung dari WFH adalah hilangnya waktu dan tekanan dari perjalanan harian. Di kota besar, perjalanan ke kantor bisa memakan waktu berjam-jam, yang berkontribusi pada stres kronis.
Penelitian menunjukkan, durasi perjalanan berjam-jam berkaitan dengan peningkatan stres, kelelahan, dan penurunan kesejahteraan mental. Dengan WFH, beban ini otomatis berkurang.
Selain itu, waktu yang biasanya dihabiskan di jalan bisa dialihkan untuk aktivitas yang lebih restoratif, seperti istirahat, olahraga ringan, atau waktu bersama keluarga, semuanya berdampak positif pada kesehatan mental.
2. Tidur lebih cukup dan berkualitas

WFH memberi fleksibilitas waktu yang memungkinkan pekerja mendapatkan tidur yang lebih cukup. Tanpa harus bangun terlalu pagi untuk bersiap dan bepergian, banyak orang bisa menambah durasi tidur mereka.
Kurang tidur kronis diketahui berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan metabolisme, penurunan fungsi kognitif, dan risiko penyakit jantung.
Dengan jadwal yang lebih fleksibel, para pekerja memiliki peluang lebih besar untuk menjaga ritme sirkadian yang lebih sehat, yang berkontribusi pada energi dan fokus sepanjang hari.
3. Pola makan lebih terkontrol
Bekerja dari rumah memungkinkan akses langsung ke makanan yang lebih sehat dibanding membeli makanan cepat saji di luar. Ini memberi kontrol lebih besar terhadap kualitas dan komposisi makanan.
Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang lebih terencana dan berbasis rumah cenderung lebih tinggi serat, vitamin, dan mineral, serta lebih rendah lemak jenuh.
Namun, manfaat ini sangat bergantung pada kebiasaan individu. Jika tidak mengontrol diri, WFH juga bisa memicu kebiasaan ngemil berlebihan.
4. Lebih fleksibel untuk aktivitas fisik

WFH membuka peluang untuk menyisipkan aktivitas fisik di sela-sela pekerjaan, seperti stretching, jalan kaki, atau olahraga singkat.
Aktivitas fisik rutin, bahkan dalam durasi singkat, berkontribusi besar terhadap kesehatan jantung, metabolisme, dan kesehatan mental.
Fleksibilitas ini sulit didapat dalam lingkungan kerja kantor yang lebih kaku, sehingga WFH bisa menjadi peluang untuk membangun kebiasaan aktif.
5. Kesehatan mental lebih stabil (jika dikelola dengan baik)
WFH dapat mengurangi tekanan sosial dan lingkungan kerja yang tidak kondusif, seperti konflik antar rekan kerja atau tekanan kantor.
Studi menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan psikologis, terutama jika pekerja memiliki kontrol atas waktu dan lingkungan kerja mereka.
Namun, penting dicatat bahwa isolasi sosial juga bisa menjadi risiko jika interaksi sosial berkurang secara signifikan.
6. Mengurangi paparan polusi

Bekerja dari rumah juga berarti mengurangi paparan polusi udara, terutama bagi mereka yang biasa beraktivitas di jalan atau di area dengan kualitas udara buruk.
Paparan jangka panjang terhadap polusi udara berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit pernapasan dan kardiovaskular.
Dengan WFH, pekerja memiliki peluang untuk berada di lingkungan yang lebih terkontrol dan sehat.
WFH bisa berdampak langsung bagi kesehatan. Dari tidur yang lebih cukup hingga stres yang lebih terkendali, manfaatnya bisa terasa nyata jika dijalani dengan benar.
Akan tetapi, manfaat tersebut tidak datang otomatis. Tanpa pengaturan yang baik, WFH juga bisa memicu kurang gerak, pola makan tidak terkontrol, hingga isolasi sosial. Kuncinya ada pada bagaimana memanfaatkan fleksibilitas ini untuk mendukung kesehatan, bukan mengabaikannya.
Referensi



![[QUIZ] Dari Mesin Gym Favoritmu, Kami Bisa Tebak Karaktermu](https://image.idntimes.com/post/20260328/kobe-kian-clata-ogl329_snoi-unsplash_364c779e-b84e-4fb4-9db9-39d67f841b53.jpg)








![[QUIZ] Pilih Jenis Lari Favorit Kamu, Kami Tebak Kepribadian Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260327/side-view-man-training-outdoors_23-2150828873_09337711-e762-477c-bfeb-fef172d4355e.jpg)



![[QUIZ] Dari Playlist Harian, Kami Bisa Tebak Cara Kamu Menghadapi Stres](https://image.idntimes.com/post/20251117/pexels-cottonbro-50774201_b83fb4f3-1ee7-46ca-b847-cdc22644cfef.jpg)