Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Lama Influenza A Bertahan di Dalam Tubuh? Ini Penjelasannya
gambar orang yang terinfeksi influenza A (magnific.com/benzoix)
  • Influenza A menyerang sistem pernapasan, mudah menular lewat droplet dan permukaan benda, serta berpotensi memicu wabah karena dapat bermutasi cepat.
  • Virus ini dapat menyerang semua usia, dengan risiko lebih tinggi pada anak di bawah 5 tahun, lansia, ibu hamil, orang obesitas, dan individu dengan imun lemah.
  • Gejala umumnya membaik dalam 5–7 hari, tetapi virus dapat bertahan 7–10 hari; gejala berat seperti sesak napas atau pingsan memerlukan pertolongan dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan menjadi salah satu momen paling rentan bagi kita. Perubahan suhu dari panas ke dingin, membuat sistem kekebalan melemah sehingga tubuh jadi lebih mudah terserang penyakit. Salah satunya adalah influenza A. Dilansir Mandaya Hospital Group, influenza merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan dan dibagi menjadi tiga jenis utama yakni, influenza A, influenza B, dan influenza C. 

Dibandingkan dengan jenis lainnya, virus influenza A termasuk H1N1 merupakan jenis yang paling berpotensi menyebabkan wabah karena dapat bermutasi dan menular dengan cepat. Lantas berapa lama influenza A bertahan di dalam tubuh? Berikut penjelasannya!

1. Virus influenza A dapat menyerang siapa saja

gambar seorang anak sedang bermain (magnific.com/krakenimages.com)

Virus influenza A pada dasarnya gak pilih-pilih dalam mencari korban. Virus ini bisa menyerang siapa saja dari berbagai kalangan. Meski begitu, risiko pada setiap orang biasanya berbeda tergantung pada kondisi kesehatan dan usianya. Dilansir Med Park Hospital, dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi tertular virus influenza A.

Ini karena anak-anak belum memiliki sistem kekebalan yang baik. Ditambah kebiasaan mereka bermain dan menyentuh benda-benda sekitarnya, membuat virus dapat masuk ke tubuh dengan lebih mudah. Selain anak-anak, kelompok lain yang punya risiko tinggi adalah mereka yang berusia di atas 65 tahun, wanita hamil atau baru saja melahirkan, orang dengan berat badan berlebih, menderita penyakit pernapasan, hingga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

2. Berapa lama influenza A bertahan di dalam tubuh?

gambar orang yang mengalami gejala influenza A (magnific.com/Stockking)

Salah satu penyebab utama kenapa influenza A dapat menyebabkan wabah adalah karena virus ini menyebar dengan sangat mudah. Dilansir Cleveland Clinic, virus influenza umumnya menyebar lewat udara ketika seseorang yang terinfeksi bersin, atau batuk. Saat itu terjadi, droplet yang mengandung virus akan menyebar di udara dan terhirup orang terdekat. Selain itu, virus yang menyebar juga bisa menempel di permukaan benda.

Ketika orang lain menyentuh benda tersebut, lalu menyentuh wajah, hidung, serta mulut, virus akan berpindah dan masuk ke dalam sistem pernapasan. Di dalam tubuh, virus akan mulai menginfeksi saluran pernapasan dan mengakibatkan sejumlah gejala seperti demam tinggi, menggigil, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Pada sebagian besar kasus, influenza A akan sembuh setelah 5-7 hari. Namun meski kamu sudah gak mengalami gejala, bukan berarti virusnya juga selalu hilang. Umumnya virus akan bertahan sekitar 7-10 hari, tergantung pada sistem kekebalan tubuh masing-masing.

3. Kapan sebaiknya konsultasi dengan dokter?

gambar seorang pasien sedang berkonsultasi dengan dokter (magnific.com/pressfoto)

Dalam banyak kasus ringan, sistem kekebalan tubuh akan melawan virus dengan sendirinya. Kamu juga bisa meredakan gejala yang muncul dengan mengonsumsi obat-obatan seperti paracetamol dan ibuprofen yang dapat dibeli di apotek. Dilansir Medical News Today, namun pada kasus yang lebih serius, obat-obatan ini aja gak cukup. Terutama jika kamu mengalami gejala berat seperti demam tinggi 38 derajat Celsius selama 7-10 hari, sesak napas, pernapasan cepat, gagal napas, dan pingsan.

Pada kelompok yang berisiko seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, influenza A dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, bahkan menyebabkan kematian. Untuk kasus dengan gejala berat, pertolongan dokter sangat dibutuhkan. Untuk itu, jangan ragu untuk berkunjung ke klinik, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lainnya agar kamu bisa segera mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Banyak orang menyepelekan influenza A karena menganggapnya sebagai flu biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya. Well, pada sebagian besar kasus, influenza A memang dapat sembuh setelah beberapa hari. Namun kamu juga harus tetap memperhatikan gejala yang ada, terutama jika gejalanya gak kunjung membaik setelah beberapa hari.

Referensi

“Flu A vs. Flu B: What’s the Difference?” Cleveland Clinic. Diakses Oktober 2026.

“Influenza A Symptoms: What to Know.” Healthline. Diakses Oktober 2026.

“Influenza A: Symptoms, Causes, and Treatment.” Medical News Today. Diakses Oktober 2026.

“Influenza A.” MedPark Hospital. Diakses Oktober 2026.

“Influenza A in Adults: Symptoms, Recovery Timeline & When to See a Doctor in Singapore.” Oaklife Family Clinic. Diakses Oktober 2026.

“Influenza A.” Mandaya Hospital Group. Diakses Oktober 2026.

“How Long Does Flu A Stay in Your System?” AFC Urgent Care. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article