gambar seorang pasien sedang berkonsultasi dengan dokter (magnific.com/pressfoto)
Dalam banyak kasus ringan, sistem kekebalan tubuh akan melawan virus dengan sendirinya. Kamu juga bisa meredakan gejala yang muncul dengan mengonsumsi obat-obatan seperti paracetamol dan ibuprofen yang dapat dibeli di apotek. Dilansir Medical News Today, namun pada kasus yang lebih serius, obat-obatan ini aja gak cukup. Terutama jika kamu mengalami gejala berat seperti demam tinggi 38 derajat Celsius selama 7-10 hari, sesak napas, pernapasan cepat, gagal napas, dan pingsan.
Pada kelompok yang berisiko seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, influenza A dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, bahkan menyebabkan kematian. Untuk kasus dengan gejala berat, pertolongan dokter sangat dibutuhkan. Untuk itu, jangan ragu untuk berkunjung ke klinik, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lainnya agar kamu bisa segera mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Banyak orang menyepelekan influenza A karena menganggapnya sebagai flu biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya. Well, pada sebagian besar kasus, influenza A memang dapat sembuh setelah beberapa hari. Namun kamu juga harus tetap memperhatikan gejala yang ada, terutama jika gejalanya gak kunjung membaik setelah beberapa hari.
Referensi
“Flu A vs. Flu B: What’s the Difference?” Cleveland Clinic. Diakses Oktober 2026.
“Influenza A Symptoms: What to Know.” Healthline. Diakses Oktober 2026.
“Influenza A: Symptoms, Causes, and Treatment.” Medical News Today. Diakses Oktober 2026.
“Influenza A.” MedPark Hospital. Diakses Oktober 2026.
“Influenza A in Adults: Symptoms, Recovery Timeline & When to See a Doctor in Singapore.” Oaklife Family Clinic. Diakses Oktober 2026.
“Influenza A.” Mandaya Hospital Group. Diakses Oktober 2026.
“How Long Does Flu A Stay in Your System?” AFC Urgent Care. Diakses Oktober 2026.