ilustrasi penyuntikan vaksin (IDN Times/Halbert Caniago)
Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa vaksin campak memberikan perlindungan jangka panjang yang sangat kuat.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), individu yang menerima dua dosis vaksin biasanya memiliki kekebalan yang bertahan puluhan tahun, bahkan berpotensi seumur hidup.
Menurut penelitian, antibodi campak tetap terdeteksi lebih dari 20–30 tahun setelah vaksinasi, tanpa penurunan signifikan pada sebagian besar individu. Ini menjadikan vaksin campak sebagai salah satu vaksin dengan durasi perlindungan terbaik.
Meski perlindungannya kuat, tetapi tidak semua orang memiliki respons imun yang sama. Ada dua kemungkinan utama.
Pertama adalah kegagalan vaksinasi primer (primary vaccine failure), yang terjadi ketika tubuh tidak membentuk kekebalan setelah vaksinasi pertama.
Kedua adalah kegagalan vaksinasi sekunder (secondary vaccine failure/penurunan kekebalan pasca vaksinasi/waning immunity), yang berarti kekebalan menurun seiring waktu, meskipun ini relatif jarang pada vaksin campak.
Menurut penelitian, sekitar 3–7 persen orang mungkin tidak sepenuhnya terlindungi setelah satu dosis, yang menjadi alasan pentingnya dosis kedua.
Di masa lalu, virus campak beredar luas, sehingga orang yang sudah divaksinasi tetap terpapar virus secara alami—tanpa sakit—yang secara tidak langsung menguatkan imunitas mereka. Namun, dengan menurunnya sirkulasi virus akibat vaksinasi global, boosting/penguat alami ini makin jarang terjadi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang apakah imunitas bisa menurun pada sebagian kecil populasi dalam jangka sangat panjang.