- Dosis kedua (jika sebelumnya belum lengkap).
- Dosis tambahan dalam situasi khusus.
Vaksin Booster Campak: Siapa yang Perlu dan Kenapa Penting?

Tidak semua orang membutuhkan booster campak, tetapi kelompok tertentu sangat dianjurkan mendapatkannya.
Perlindungan vaksin bisa menurun atau tidak optimal, terutama jika jadwal imunisasi tidak lengkap.
Booster penting dalam situasi risiko tinggi, seperti wabah, perjalanan internasional, atau paparan virus.
Vaksin campak sudah lama menjadi salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam menurunkan angka kematian anak akibat campak. Namun, munculnya kembali kasus campak di berbagai negara menunjukkan bahwa perlindungan populasi belum sepenuhnya optimal.
Di sinilah vaksin booster (penguat) bisa membantu. Bukan berarti vaksin sebelumnya gagal, tetapi ada kondisi tertentu saat perlindungan perlu diperkuat, baik karena faktor individu maupun lingkungan.
Table of Content
1. Apa itu vaksin booster campak?
Vaksin campak biasanya diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi MMR (measles, mumps, rubella). Booster adalah dosis tambahan yang diberikan setelah seri vaksin utama, untuk memperkuat atau memperpanjang perlindungan imun.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dua dosis vaksin campak dapat memberikan perlindungan hingga sekitar 97 persen, tetapi cakupan yang tidak merata dapat menyebabkan wabah tetap terjadi.
Booster bukan selalu berarti dosis ketiga rutin, tetapi bisa berupa:
2. Siapa saja yang direkomendasikan untuk mendapatkan booster campak?

Berikut ini kelompok-kelompok yang mungkin direkomendasikan untuk mendapatkan booster campak:
- Anak yang belum mendapatkan dua dosis vaksin campak lengkap
Program imunisasi standar biasanya mencakup dua dosis vaksin campak. Namun, tidak semua anak menerima kedua dosis tersebut, baik karena keterlambatan, akses terbatas, atau faktor lain.
Dalam kasus ini, booster sebenarnya adalah penyempurnaan seri vaksin, bukan tambahan ekstra.
Satu dosis hanya memberikan perlindungan sekitar 93 persen, sehingga dosis kedua diperlukan untuk mencapai efektivitas optimal.
Penelitian menunjukkan bahwa anak yang hanya menerima satu dosis memiliki risiko infeksi lebih tinggi dibandingkan yang mendapat dua dosis lengkap.
- Orang dewasa yang tidak punya bukti imunisasi
Banyak orang dewasa tidak memiliki catatan vaksinasi yang jelas, terutama mereka yang lahir sebelum program imunisasi modern diterapkan secara luas.
Kelompok ini berisiko tidak pernah divaksinasi, cuma menerima satu dosis vaksin, dan kehilangan perlindungan.
Orang dewasa tanpa bukti imunisasi atau riwayat infeksi campak sebaiknya mendapatkan vaksin MMR untuk memastikan perlindungan.
Studi menunjukkan, kekebalan populasi sangat bergantung pada kelompok dewasa yang sering terlewat dalam program imunisasi.
- Tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan memiliki risiko paparan tinggi terhadap penyakit menular, termasuk campak.
Karena bekerja di lingkungan dengan pasien, mereka lebih rentan terpapar dan berpotensi menularkan ke pasien lain. Oleh karena itu, vaksinasi lengkap, termasuk booster jika diperlukan, sangat dianjurkan.
Tenaga kesehatan harus memiliki bukti kekebalan yang jelas terhadap campak, baik melalui vaksinasi atau tes antibodi.
- Pelancong internasional
Perjalanan ke negara dengan kasus campak tinggi atau sedang terjadi wabah meningkatkan risiko infeksi.
Wabah campak masih terjadi di berbagai wilayah dunia, terutama di negara dengan cakupan vaksinasi rendah. Untuk itu, pelancong, baik anak maupun dewasa, disarankan untuk memastikan sudah mendapat dua dosis vaksin campak, serta mendapatkan booster jika status imunisasi tidak jelas.
Penelitian menunjukkan bahwa perjalanan internasional menjadi salah satu faktor utama penyebaran kembali campak lintas negara.
- Orang yang tinggal di area wabah
Saat terjadi wabah, strategi vaksinasi sering diperluas. Dalam situasi ini, booster dapat diberikan untuk meningkatkan kekebalan populasi dan memutus rantai penularan.
Vaksinasi tambahan dalam konteks wabah terbukti efektif menurunkan angka kasus secara signifikan.
- Individu dengan sistem imun tertentu
Beberapa kondisi medis dapat memengaruhi respons terhadap vaksin, seperti gangguan imun dan terapi imunosupresif.
Pada kelompok ini, dokter dapat merekomendasikan evaluasi tambahan, termasuk kemungkinan booster atau pemeriksaan antibodi. Namun, keputusan harus bersifat individual dan berbasis kondisi medis.
3. Mengapa vaksin booster campak penting?
Ada beberapa alasan booster vaksin campak bisa berdampak penting:
- Menutup kesenjangan kekebalan
Tidak semua orang merespons vaksin dengan sempurna. Sekitar 3–7 persen individu mungkin tidak mengembangkan kekebalan setelah dosis pertama. Booster membantu memastikan bahwa lebih banyak orang mencapai perlindungan optimal.
- Mencegah wabah
Campak sangat menular. Satu orang dapat menularkan ke 12–18 orang lain. Artinya, sedikit saja penurunan kekebalan populasi dapat memicu wabah (outbreak).
- Melindungi kelompok rentan
Bayi yang belum cukup umur untuk diimunisasi, serta individu dengan sistem imun lemah, sangat bergantung pada kekebalan komunitas (herd immunity). Booster membantu memperkuat perlindungan ini.
Vaksin booster campak bukan kebutuhan universal, tetapi dalam beberapa situasi bisa menjadi sangat penting. Dari anak yang belum lengkap imunisasinya hingga orang dewasa yang tidak memiliki riwayat vaksin yang jelas, setiap kelompok memiliki alasan berbeda untuk memperkuat perlindungan.
Dalam penyakit secepat dan semudah menular seperti campak, satu langkah kecil, seperti memastikan status vaksinasi, dapat memberikan dampak besar bagi banyak orang.
Referensi
World Health Organization. “Measles Vaccines: WHO Position Paper.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Vaccination.” Diakses Maret 2026.
National Institute of Allergy and Infectious Diseases. “Measles Immunity and Vaccination.” Diakses Maret 2026.
Moss, William J. “Measles.” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.
Minal K. Patel et al., “Progress Toward Regional Measles Elimination — Worldwide, 2000–2018,” MMWR Morbidity and Mortality Weekly Report 68, no. 48 (December 5, 2019): 1105–11, https://doi.org/10.15585/mmwr.mm6848a1.
![[QUIZ] Pilih Tokoh Upin & Ipin, Kami Tahu Penyebab Stres yang Kamu Alami](https://image.idntimes.com/post/20250529/screenshot-20250530-053909-youtube-07692f3ede1ec4b723353630ccf77f5a.jpg)
![[QUIZ] Pilihan Menu Favoritmu di Aplikasi Ojol Ungkap Risiko Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20250521/seblak-4439fd7c67a33b9b7d49baed91e06faa-d0ea42c568cc86100c30fac0081628c1.png)


![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Member Hearts2Hearts?](https://image.idntimes.com/post/20251215/1000250589_80ba8987-f9f6-4da3-9f54-778b0594efb9.jpg)
![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Mengelola Amarah](https://image.idntimes.com/post/20230413/pexels-cottonbro-studio-9063608-799c959c8a681bc3037abd5954852522.jpg)












![[QUIZ] Seberapa Mudah Kamu Terpengaruh Teori Konspirasi? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20210521/typewriter-5516921-1280-e387b5af779408b647a88a5ee8708b4a.jpg)