Mencegah blister jauh lebih baik dibanding mengobatinya saat sudah menyebabkan nyeri. Salah satu langkah paling penting adalah menggunakan alas kaki yang nyaman, pas di kaki, dan sudah terbiasa dipakai sebelum berangkat haji. Sepatu atau sandal baru yang belum pernah digunakan justru lebih berisiko menyebabkan gesekan.
Jemaah juga disarankan menjaga kaki tetap kering dengan rutin mengganti kaus kaki ketika lembap akibat keringat. Kaus kaki berbahan menyerap keringat dapat membantu mengurangi gesekan berlebih pada kulit kaki.
Selain itu, hindari berjalan terlalu lama tanpa istirahat, terutama saat cuaca sangat panas. Jika memungkinkan, periksa kondisi kaki setiap hari untuk melihat apakah ada tanda lecet, kemerahan, atau kulit mulai melepuh.
Bagi jemaah dengan diabetes atau gangguan sirkulasi darah, perawatan kaki perlu dilakukan lebih ekstra karena luka kecil sekalipun dapat berkembang menjadi infeksi serius bila tidak segera ditangani.
Meski terlihat kecil, blister pada kaki bisa mengganggu kenyamanan hingga kelancaran ibadah haji jika tidak dicegah dan ditangani dengan baik. Karena itu, menjaga kesehatan kaki dan mengenali tanda lecet sejak awal menjadi langkah penting agar jemaah tetap nyaman dan mampu menjalani rangkaian ibadah dengan optimal.
Referensi
Almqaiti, Abdulaziz, Elaf Bahareth, Rania Elzahrany, Fadi Althobaiti, Raghad Bahakeem, and Zeyad Alsehemi. “Prevalent Foot Injuries Among Pilgrims During 2023 Hajj Season: A Cross-sectional Study.” Journal of Umm Al-Qura University for Medical Sciences 10, no. 2 (December 30, 2024): 46–54.
Sridhar, Shruti, Samir Benkouiten, Khadidja Belhouchat, Tassadit Drali, Ziad A. Memish, Philippe Parola, Philippe Brouqui, and Philippe Gautret. “Foot Ailments During Hajj: A Short Report.” Journal of Epidemiology and Global Health 5, no. 3 (January 1, 2015): 291.