Buah zakar atau testis bukan cuma bagian dari sistem reproduksi pria yang berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron, tetapi juga contoh dari bagaimana tubuh berevolusi untuk menjaga keseimbangan yang tepat. Buah zakar tergantung di dalam kantong yang disebut skrotum agar suhunya lebih rendah dari suhu tubuh utama, sebuah syarat penting untuk produksi sperma yang sehat.
Saat pria bergerak, cuaca berubah, atau tubuh mengalami fluktuasi yang normal, skrotum akan menyesuaikan posisinya: mengendur ketika panas, atau mengencang ketika dingin untuk menjaga suhu yang ideal. Namun, banyak pria memperhatikan bahwa seiring waktu, skrotum tampak makin kendur, bahkan ketika tidak ada perubahan suhu atau aktivitas tertentu.
Kondisi ini sering membuat banyak orang bertanya: Apakah ini normal? Atau ada sesuatu yang tidak beres? Jawabannya agak kompleks, karena kendurnya buah zakar bisa menjadi bagian alami tubuh yang menua, sekaligus bisa menandakan kondisi medis tertentu.
