Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Burundi Selidiki Wabah Misterius: 35 Orang Sakit, 5 Meninggal
ilustrasi penyakit misterius di Afrika (pixabay.com/fernando zhiminaicela)
  • Otoritas kesehatan Burundi menyelidiki wabah misterius di distrik Mpanda yang menewaskan lima orang dan membuat 35 lainnya sakit sejak akhir Maret 2026.
  • Hasil laboratorium menunjukkan penyakit ini bukan Ebola, Marburg, atau infeksi berbahaya lain, namun penyebab pastinya masih belum diketahui dan investigasi terus dilakukan.
  • WHO turut membantu pemerintah Burundi dalam pengawasan penyakit, pemeriksaan sampel ke Kongo, serta penguatan respons lapangan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Otoritas kesehatan di Burundi sedang menyelidiki penyakit misterius yang menyebabkan lima orang meninggal dan 35 lainnya sakit di distrik Mpanda, wilayah utara negara itu. Sebagian besar kasus ditemukan pada anggota keluarga yang sama dan orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan mereka.

Alarm pertama muncul pada 31 Maret 2026. Hingga kini, penyebab penyakit tersebut masih belum diketahui. Meski begitu, hasil pemeriksaan awal menunjukkan penyakit ini bukan disebabkan oleh beberapa infeksi berbahaya yang paling dikhawatirkan di kawasan Afrika.

Hasil awal negatif untuk Ebola dan Marburg

Pemeriksaan laboratorium sejauh ini menunjukkan hasil negatif untuk beberapa penyakit serius, termasuk Ebola, Marburg, demam Lembah Rift, demam kuning, dan demam berdarah Krimea-Kongo.

Hal ini cukup melegakan karena penyakit-penyakit tersebut dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi dan dapat menyebar dengan cepat. Namun, hasil negatif ini bukan berarti ancaman sudah hilang. Tim kesehatan masih perlu mencari tahu penyebab penyakit misterius tersebut.

Menurut Menteri Kesehatan Burundi, Lydwine Badarahana, penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan. Pemerintah juga menyebut sudah mengambil langkah-langkah untuk melindungi masyarakat dan mencegah kemungkinan penyebaran infeksi.

Gejalanya cukup berat

ilustrasi pencegahan wabah (pexels.com/Cedric Fauntleroy)

Gejala yang dilaporkan pada pasien meliputi:

  • Demam.

  • Muntah.

  • Diare.

  • Darah dalam urine.

  • Kelelahan.

  • Nyeri perut.

Pada beberapa kasus yang lebih berat, pasien juga mengalami penyakit kuning atau jaundice serta anemia.

Penyakit kuning dapat membuat kulit dan bagian putih mata terlihat menguning, biasanya karena gangguan pada hati atau penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Sementara itu, anemia dapat menyebabkan tubuh terasa sangat lemas, pusing, dan sesak.

WHO turun tangan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung pemerintah Burundi untuk memperkuat pengawasan penyakit, investigasi lapangan, perawatan pasien, diagnosis laboratorium, serta pencegahan infeksi.

WHO juga mengirim sampel ke National Institute of Biomedical Research di Democratic Republic of the Congo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, tim gabungan dari pusat operasi kedaruratan kesehatan masyarakat Burundi dan laboratorium rujukan nasional sudah diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu penyelidikan.

Kasus ini menunjukkan penyakit baru atau penyakit yang belum dikenali masih bisa muncul dan perlu respons cepat. Meski hasil awal menunjukkan bukan Ebola atau Marburg, tetapi penyebab pastinya masih belum diketahui. Karena itu, investigasi lanjutan sangat penting agar otoritas kesehatan bisa memahami bagaimana penyakit ini menyebar, siapa yang paling berisiko, dan bagaimana cara mencegah lebih banyak korban.

Referensi

"Burundi investigates illness that has caused five deaths." WHO - Regional Office forAfrica. Diakses April 2026.

"At least 5 dead in Burundi from a mystery illness: Africa CDC." CIDRAP. Diakses April 2026.

Editorial Team