Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Campak Mewabah Lagi. Bisakah Tertular Meski Sudah Vaksin saat Kecil?

Campak Mewabah Lagi. Bisakah Tertular Meski Sudah Vaksin saat Kecil?
Ilustrasi penyakit campak (Freepik/freepik)
Intinya Sih
  • Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam wabah campak dengan lebih dari 10.700 kasus sejak pertengahan 2025 hingga akhir tahun.

  • Vaksin campak memberikan perlindungan tinggi sekitar 97%, tidak menjamin kekebalan penuh karena sebagian kecil orang mungkin tidak membentuk respons imun sempurna.

  • Tingkat kekebalan tiap individu berbeda tergantung faktor genetik, kondisi kesehatan, dan paparan virus; bahkan yang sudah divaksin bisa tertular.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara dengan wabah campak terbanyak di dunia, berada di urutan kedua setelah Yaman berdasarkan data Global Measles Outbreaks. Dari periode pertengahan 2025 hingga akhir tahun, Indonesia melaporkan lebih dari 10.700 kasus campak, jauh lebih banyak dibandingkan negara lain seperti India yang berada di posisi ketiga.

Secara medis, campak dikenal dengan nama measles atau rubeola. Masyarakat sering menyebutnya "tampek". Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang sangat mudah menular melalui udara, misalnya saat penderita batuk atau bersin.

Gejalanya sering kali mirip flu di awal, sehingga banyak orang gak langsung menyadarinya. Biasanya dimulai dengan demam tinggi, batuk dan pilek, mata merah dan berair, hingga badan yang terasa lemas. Beberapa hari kemudian, muncul ruam kemerahan yang biasanya mulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam inilah yang sering bikin orang akhirnya sadar bahwa itu bukan sekadar flu biasa.

Meski terdengar umum, campak bukan penyakit sepele. Pada sebagian kasus, terutama pada anak kecil atau orang dengan daya tahan tubuh lemah, campak bisa menyebabkan komplikasi seperti radang paru (pneumonia) atau radang otak (ensefalitis). Karena itulah, ketika kasusnya meningkat seperti sekarang, penting bagi masyarakat, termasuk orang dewasa yang merasa sudah divaksin, untuk kembali memahami penyakit ini dengan benar.

Karena rupanya, seseorang tetap berpotensi terkena campak di masa dewasa meskipun sudah divaksin ketika kecil. Kok bisa? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Kekebalan vaksin itu memang efektif, tapi gak mutlak 100%

Ilustrasi vaksin campak
Ilustrasi vaksin campak (Freepik/freepik)

Vaksin campak biasanya diberikan sebagai kombinasi Measles-Rubella (MR) atau Measles, Mumps, Rubella (MMR) mulai usia bayi menginjak 9 bulan. Dua dosis vaksin campak ini bisa memberikan perlindungan sekitar 97%. Artinya masih ada ~3% orang yang mungkin gak menghasilkan respons imun sempurna meskipun sudah divaksin lengkap.

Jadi, walaupun angka perlindungannya tinggi, gak menjamin 100% kebal selamanya pada setiap orang.

2. Kekebalan tubuh bisa menurun seiring waktu

Ilustrasi imun menurun
Ilustrasi imun menurun (Freepik/Dragen Zigic)

Konsep ini disebut waning immunity, yaitu berkurangnya jumlah antibodi di dalam tubuh seiring berjalannya waktu.

Walaupun sebagian besar orang masih terlindungi bertahun-tahun setelah vaksin penuh, beberapa orang mungkin mengalami penurunan respons imun yang cukup signifikan sehingga memungkinkan mereka tetap bisa terinfeksi kembali.

3. Status kekebalan tiap orang berbeda

Ilustrasi vaksin saat dewasa
Ilustrasi vaksin saat dewasa (Freepik/senivpetro)

Respons imun terhadap vaksin dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti genetik (bagaimana sistem imunmu bereaksi), kondisi kesehatan saat menerima vaksin, nutrisi dan gaya hidup, atau penyakit lain yang memengaruhi sistem imun.

Ini berarti dua orang yang sama-sama mendapatkan vaksin lengkap belum tentu punya tingkat perlindungan yang tepat sama. Sebagian kecil individu mungkin tetap memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah, sehingga risiko infeksi gak sepenuhnya hilang.

4. Paparan virus yang sangat intens

Ilustrasi area epidemic
Ilustrasi area epidemic (Freepik/DC Studio)

Campak termasuk salah satu penyakit virus yang sangat mudah menular, jauh lebih menular daripada flu biasa. Satu orang yang terinfeksi bisa menularkannya ke 12–18 orang lain di lingkungan yang rentan.

Jika tubuhmu terpapar virus secara intens atau dalam jumlah besar dalam waktu singkat, misalnya dari seseorang yang batuk di ruang tertutup, penuh orang, atau di area epidemi, maka ada kemungkinan sistem imun bisa kewalahan, meski kamu sudah divaksin waktu kecil.

Penting diperhatikan bahwa perlindungan paling kuat terhadap campak datang dari

Kalau kamu hanya mendapat satu dosis vaksin ketika kecil, itu bisa jadi alasan kenapa risiko terkena campak masih lebih tinggi dibanding orang yang menerima dua dosis lengkap.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Health

See More