Aditif makanan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pola makan modern, terutama lewat produk ultraproses. Mulai dari penambah rasa, pengawet, pewarna, hingga pengemulsi, zat-zat ini membantu makanan bertahan lebih lama dan tampil lebih menarik. Selama ini, penilaian keamanannya dilakukan satu per satu, bukan sebagai kombinasi, karena keterbatasan data.
Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, aditif tersebut hampir selalu dikonsumsi bersamaan, bukan terpisah. Sup instan, saus kemasan, minuman rendah gula, hingga dessert susu bisa mengandung beberapa jenis aditif sekaligus. Kombinasi inilah yang kemudian menjadi pertanyaan besar: apakah efeknya tetap sama ketika zat-zat ini masuk ke dalam tubuh secara bersamaan?
Menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti dari Inserm, INRAE, dan sejumlah universitas di Prancis menganalisis data lebih dari 108.000 orang dewasa dalam kohort NutriNet-Santé, dengan masa pemantauan rata-rata 7,7 tahun. Fokusnya bukan pada satu zat, melainkan pada campuran aditif yang sering dikonsumsi bersama.
