Selain menahan makan dan minum, puasa Ramadan juga adalah tentang disiplin diri, refleksi spiritual, dan perubahan perilaku positif. Selama bulan suci, jutaan orang menahan diri dari kebiasaan yang biasa mereka lakukan sepanjang tahun, termasuk vaping dan konsumsi nikotin lainnya.
Sebuah studi menemukan bahwa selama Ramadan banyak perokok dan pengguna vape mengalami gejala putus nikotin yang umumnya ringan baik secara fisiologis maupun psikologis, serta lebih dari setengah peserta studi melaporkan usaha nyata untuk berhenti selama perioda puasa. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur puasa menciptakan jeda alami dari vaping, sebuah momen abstinensi yang sulit direplikasi di waktu lain dalam setahun.
Sementara rutinitas harian sering membuat vaping terasa seperti bagian tak terpisahkan, tetapi puasa Ramadan menghapus kesempatan itu selama 12–16 jam tiap hari, memberi tubuh dan pikiran ruang untuk mulai memutus pola adiktif.
