Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nyeri Tulang, Otot, atau Sendi? Kenali Perbedaannya

4 min read
Nyeri Tulang, Otot, atau Sendi? Kenali Perbedaannya
ilustrasi nyeri otot (magnific.com/stockking)
  • Nyeri otot sering terkait aktivitas atau ketegangan; nyeri sendi dapat disertai kaku dan bengkak; nyeri tulang bisa terasa dalam dan terpusat.

  • Lokasi dan rasa sakit hanya memberi petunjuk. Nyeri di sekitar sendi, misalnya, bisa berasal dari otot, tendon, atau jaringan lain.

  • Sendi yang panas dan bengkak disertai demam, nyeri setelah cedera berat, atau nyeri tulang tanpa sebab yang jelas perlu diperiksa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lutut sakit setelah naik tangga, atau bahu pegal seusai mengangkat barang. Karena nyeri terasa di dekat sendi, banyak orang mengira sumbernya pasti sendi. Padahal, otot, tendon, ligamen, tulang, maupun jaringan di sekitar sendi juga bisa menimbulkan rasa sakit di area yang sama.

Pola nyeri—seperti kapan muncul, bagian mana yang terasa sakit, dan gerakan apa yang memperburuknya—dapat memberi petunjuk. Namun, ciri-ciri ini tidak cukup untuk memastikan penyebabnya sendiri. Studi mengenai nyeri sendi di layanan primer menyebut bahwa nyeri di sekitar sendi dapat berasal dari struktur di dekatnya atau bahkan dari bagian tubuh lain.

Berikut beberapa hal yang dapat membantu mengenali perbedaan nyeri tulang, otot, dan sendi.

  1. 1. Nyeri otot sering muncul setelah otot digunakan

    Nyeri otot biasanya terasa pada satu atau beberapa kelompok otot. Penyebab umumnya meliputi ketegangan, penggunaan otot berlebihan, atau cedera saat berolahraga maupun bekerja. Nyeri bisa muncul saat atau setelah aktivitas yang melibatkan otot tersebut.

    Setelah mencoba latihan baru atau berolahraga lebih intens dari biasanya, pegal pada otot bisa baru terasa 1–3 hari kemudian. Kondisi yang disebut delayed-onset muscle soreness (DOMS) ini biasanya mengenai otot yang dipakai saat latihan dan dapat disertai nyeri saat disentuh atau rasa kaku.

    Pola ini tidak selalu berarti nyerinya berasal dari otot. Otot juga bisa terasa sakit akibat penyakit yang memengaruhi tubuh secara lebih luas. Jadi, perhatikan juga apakah ada keluhan lain, seperti demam atau kelemahan.

  2. 2. Nyeri sendi terasa di area pertemuan tulang dan dapat membatasi gerak

    Sendi adalah bagian tempat dua tulang bertemu. Nyeri yang memang berasal dari sendi bisa memburuk saat sendi digerakkan, dan geraknya mungkin terasa terbatas atau kaku. Jika terjadi peradangan, sendi dapat tampak bengkak, terasa hangat, atau nyeri saat ditekan. Tidak semua nyeri sendi disertai tanda-tanda tersebut.

    Pola dan waktunya pun bisa berbeda. Nyeri yang berhubungan dengan aktivitas, misalnya, tidak sama dengan kekakuan yang terasa setelah lama tidak bergerak. Sendi yang kaku lebih dari 30 menit setelah bangun tidur, makin bengkak, atau berulang kali sakit sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

  3. 3. Nyeri tulang dapat terasa lebih dalam dan terpusat

    Ilustrasi pria muda mengenakan kaus putih memegang punggung bawah yang terasa nyeri akibat masalah tulang belakang.
    ilustrasi orang mengalami nyeri tulang belakang (magnific.com/8photo)

    Nyeri yang berasal dari tulang sering digambarkan sebagai rasa sakit yang dalam, tumpul, atau menusuk. Sensasinya bisa terasa berbeda dari pegal pada otot, tetapi kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan nyeri tidak selalu dapat menunjukkan sumbernya dengan pasti.

    Penyebabnya dapat terlihat jelas, seperti setelah cedera. Namun, nyeri tulang juga bisa muncul tanpa penyebab yang mudah dikenali. Sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk nyeri tulang yang tidak diketahui penyebabnya, karena keluhan ini dapat berhubungan dengan berbagai kondisi tulang.

    Sumber nyeri

    Petunjuk yang sering terasa

    Otot

    Pegal atau nyeri pada otot tertentu, sering muncul setelah aktivitas, penggunaan berlebihan, atau latihan baru. Bisa terasa saat disentuh atau disertai kaku.

    Tulang

    Nyeri terasa lebih dalam dan dapat terpusat di satu area. Bisa muncul setelah cedera; nyeri tanpa penyebab yang jelas perlu diperiksakan.

    Sendi

    Nyeri terasa di area pertemuan tulang dan dapat memburuk saat sendi digerakkan. Kadang disertai kaku, bengkak, atau terasa hangat.

  4. 4. Lokasi nyeri saja tidak cukup untuk menentukan sumbernya

    Otot, tendon, ligamen, dan sendi saling berdekatan. Jadi, nyeri di lutut, bahu, atau pergelangan tangan belum tentu berasal dari sendinya. Sebaliknya, masalah di bagian tubuh lain kadang terasa sebagai nyeri di area tersebut. Itulah sebabnya tenaga kesehatan biasanya menanyakan kapan nyeri mulai muncul, aktivitas atau cedera yang mendahuluinya, serta gerakan dan gejala lain yang menyertainya.

    Pemeriksaan fisik membantu memperjelas sumber keluhan; tes tambahan dapat dipertimbangkan sesuai dugaan penyebabnya.

    Sebelum berkonsultasi dengan dokter, catat bagian yang terasa sakit, kapan keluhan muncul, apa yang memperburuk atau meredakannya, dan apakah ada bengkak, kaku, atau demam. Catatan pola nyeri ini dapat membantu dokter.

  5. 5. Kenali tanda-tanda yang perlu segera diperiksa oleh dokter

    Sendi yang panas dan bengkak disertai demam atau tubuh terasa tidak sehat perlu segera diperiksa oleh dokter. Begitu pula nyeri berat setelah jatuh atau cedera, ketidakmampuan berjalan atau menumpu pada anggota tubuh, perubahan bentuk sendi, maupun kesemutan atau mati rasa setelah cedera. Nyeri tulang tanpa penyebab yang jelas juga perlu diperiksakan.

    Untuk nyeri yang tidak gawat, pertimbangkan konsultasi apabila keluhan memburuk, terus berulang, mengganggu kegiatan atau tidur, atau tidak membaik setelah ditangani di rumah. Kalau ragu, dokter dapat membantu mencari tahu apakah sumbernya otot, tulang, sendi, atau struktur lain.

    Referensi

    Julian Wen Wei Lim, Isaac Kah Siang Ng, Lay Hoon Goh, Tang Ching Lau, dan Manjari Lahiri, “A Practical Approach to Joint Pain in Primary Care,” Singapore Medical Journal 66, no. 11 (2025): 618–24, https://doi.org/10.4103/singaporemedj.SMJ-2025-084.

    MedlinePlus, “Muscle Aches,” diakses 10 Oktober 2026.

    Cleveland Clinic, “Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS): What It Is & Treatment,” diakses 10 Oktober 2026.

    MedlinePlus, “Joint Pain,” diakses 10 Oktober 2026.

    National Health Service, “Joint Pain,” diakses Oktober 2026.

    MSD Manual Consumer Version, “Musculoskeletal Pain,” diakses 10 Oktober 2026.

    MedlinePlus, “Bone Pain or Tenderness,” diakses 10 Oktober 2026.

    National Health Service, “Joint Pain,” diakses 10 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More