Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Mencegah Bisul saat Cuaca Panas dan Lembap
ilustrasi bisul (pexels.com/Hanna Pad)
  • Bisul adalah infeksi folikel rambut akibat bakteri Staphylococcus aureus yang mudah muncul saat cuaca panas dan lembap karena keringat, gesekan, serta pertumbuhan bakteri meningkat.

  • Risiko bisul lebih tinggi pada orang dengan keringat berlebih, obesitas, diabetes, daya tahan tubuh lemah, atau kebersihan kulit kurang baik terutama di area lipatan dan tertutup pakaian.

  • Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh, segera mandi setelah berkeringat, memakai pakaian menyerap keringat, menghindari gesekan kulit berulang, serta tidak memencet bisul sendiri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat cuaca panas dan lembap, kulit bekerja lebih keras. Kamu lebih mudah berkeringat, pakaian terasa cepat basah, dan area lipatan kulit lebih lembap dari biasanya. Dalam kondisi seperti ini, benjolan kecil kemerahan muncul, lama-lama terasa nyeri, membengkak, hangat saat disentuh, bahkan bisa berisi nanah. Inilah yang dikenal sebagai bisul.

Bisul umumnya muncul di area tubuh yang sering berkeringat dan bergesekan, seperti leher, ketiak, paha, bokong, selangkangan, atau punggung. Cuaca panas sebenarnya bukan penyebab langsung. Namun, kombinasi keringat berlebih, kelembapan, gesekan kulit, dan pertumbuhan bakteri membuat kulit lebih rentan mengalami infeksi pada folikel rambut.

Apa itu bisul?

Bisul atau furunkel adalah infeksi pada folikel rambut dan jaringan kulit di sekitarnya. Penyebab terseringnya adalah bakteri Staphylococcus aureus, termasuk strain yang hidup normal di kulit atau hidung manusia.

Bakteri dapat masuk melalui luka kecil, iritasi kulit, gesekan, atau pori yang tersumbat, lalu memicu infeksi yang membentuk benjolan bernanah.

Ketika beberapa bisul bergabung lebih dalam di bawah kulit, kondisi ini disebut karbunkel dan bisa menjadi lebih serius.

Kenapa cuaca panas dan lembap membuat bisul lebih mudah muncul?

  • Keringat membuat kulit lebih lembap

Saat tubuh terus berkeringat permukaan kulit menjadi lembap, pori lebih mudah tersumbat, dan bakteri lebih mudah berkembang. Area tubuh yang tertutup pakaian atau sulit “bernapas” menjadi lokasi favorit bakteri.

  • Gesekan kulit meningkat

Cuaca panas membuat kulit lebih lengket, mudah bergesekan, dan lebih gampang iritasi.

Gesekan berulang dapat merusak lapisan pelindung kulit dan membuka jalan masuk bagi bakteri.

Ini sering terjadi di paha bagian dalam, area bra, ketiak, atau bokong saat duduk lama.

  • Bakteri lebih mudah berkembang di lingkungan hangat

Lingkungan hangat dan lembap membantu pertumbuhan mikroorganisme.

Penelitian menunjukkan bahwa S. aureus dapat lebih mudah berkembang pada kondisi kulit tertentu yang lembap dan mengalami gangguan skin barrier.

Tanda bisul yang perlu diperhatikan

ilustrasi bisul (© DermNet — Boil in axilla)

Bisul biasanya dimulai sebagai:

  • Benjolan merah kecil.

  • Terasa nyeri.

  • Makin membesar.

Lama-kelamaan bagian tengahnya bisa berisi nanah putih atau kekuningan.

Gejala lainnya bisa meliputi:

  • Kulit terasa panas.

  • Nyeri berdenyut.

  • Pembengkakan sekitar.

  • Rasa tidak nyaman saat bergerak.

Pada kasus lebih berat bisa muncul:

  • Demam.

  • Lemas.

  • Pembesaran kelenjar getah bening.

Siapa yang lebih rentan mengalami bisul?

Risiko lebih tinggi pada orang dengan:

  • Keringat berlebih.

  • Obesitas.

  • Diabetes.

  • Daya tahan tubuh lemah.

  • Dermatitis atau eksim.

  • Kebersihan kulit yang buruk.

  • Gesekan kulit berulang.

Atlet dan orang yang sering beraktivitas di cuaca panas juga lebih rentan karena:

  • Pakaian lembap.

  • Keringat.

  • Kontak kulit lebih sering terjadi.

Cara mencegah bisul saat cuaca panas dan lembap

ilustrasi tubuh basah oleh keringat (pexels.com/cottonbro studio)

  • Jangan biarkan kulit terlalu lama basah oleh keringat

Segera mandi, ganti pakaian, atau keringkan tubuh, setelah berkeringat banyak. Pakaian lembap yang dipakai terlalu lama membuat bakteri lebih mudah berkembang.

  • Gunakan pakaian yang menyerap keringat

Pilih bahan yang ringan, breathable, dan tidak terlalu ketat. Pakaian terlalu sempit meningkatkan panas, kelembapan, dan gesekan kulit.

  • Kurangi gesekan di area tubuh yang rawan

Jika paha atau area lipatan mudah lecet, gunakan pakaian yang lebih nyaman, jaga kulit tetap kering, atau gunakan pelindung anti-chafing bila perlu. Kulit yang terus mengalami gesekan lebih mudah mengalami mikro-luka.

  • Jangan sering menyentuh atau memencet kulit yang meradang

Banyak orang memencet benjolan kecil sebelum matang. Tindakan ini dapat mendorong infeksi lebih dalam, memperluas bakteri, dan meningkatkan risiko bekas luka. Bisul sebaiknya tidak dipencet sendiri, terutama jika besar atau nyeri.

  • Jaga kebersihan handuk dan pakaian

Staphylococcus aureus dapat menyebar melalui handuk, pakaian, alat cukur, atau permukaan tertentu. Karena itu jangan berbagi handuk, rutin mencuci pakaian, dan ganti seprai secara berkala.

  • Perhatikan cara mencukur

Mencukur terlalu agresif dapat menyebabkan luka kecil di folikel rambut. Gunakan alat cukur bersih, teknik lembut, dan hindari mencukur kulit yang sedang iritasi.

  • Kontrol gula darah jika memiliki diabetes

Bisul berulang sering lebih mudah terjadi pada penderita diabetes dengan gula darah tidak terkontrol. Kadar gula tinggi dapat memengaruhi daya tahan tubuh, penyembuhan luka, dan respons terhadap infeksi.

Kapan bisul harus diperiksa oleh dokter?

Sebaiknya temui dokter kulit apabila mengalami gejala-gejala ini:

  • Bisul sangat besar.

  • Muncul di wajah.

  • Disertai demam.

  • Makin nyeri.

  • Tidak membaik.

  • Sering kambuh.

  • Muncul banyak sekaligus.

Dokter mungkin perlu:

  • Mengeluarkan nanah secara steril.

  • Memberikan antibiotik.

  • Memeriksa kondisi kesehatan lain yang mendasari.

Cuaca panas dan lembap tidak cuma bikin tubuh gerah. Ini juga bisa memengaruhi kesehatan kulit. Ketika keringat, kelembapan, gesekan, dan bakteri bertemu dalam waktu lama, kulit menjadi lebih rentan mengalami infeksi seperti bisul.

Karena itu, pencegahan bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagaimana menjaga skin barrier tetap sehat dan mengurangi kondisi yang membuat bakteri mudah berkembang.

Langkah sederhana seperti segera mandi setelah berkeringat, mengganti pakaian lembap, dan menjaga area lipatan tetap kering, sudah sangat membantu menjaga kulit tetap nyaman saat cuaca panas.

Referensi

American Academy of Dermatology. “Boils: Overview.” Diakses Mei 2026.

Mayo Clinic. “Boils and Carbuncles.” Diakses Mei 2026.

Dennis L. Stevens et al., “Practice Guidelines for the Diagnosis and Management of Skin and Soft Tissue Infections: 2014 Update by the Infectious Diseases Society of America,” Clinical Infectious Diseases 59, no. 2 (June 20, 2014): e10–52, https://doi.org/10.1093/cid/ciu296.

Steven Y. C. Tong et al., “Staphylococcus Aureus Infections: Epidemiology, Pathophysiology, Clinical Manifestations, and Management,” Clinical Microbiology Reviews 28, no. 3 (May 28, 2015): 603–61, https://doi.org/10.1128/cmr.00134-14.

Centers for Disease Control and Prevention. “Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).” Diakses Mei 2026.

Cleveland Clinic. “Furuncle (Boil).” Diakses Mei 2026.

Editorial Team