- Kontak langsung dengan bisul yang terbuka atau bernanah.
- Berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian, atau pisau cukur.
- Menyentuh permukaan yang terkontaminasi bakteri.
Apakah Bisul Bisa Menular?

Bisul dapat menular secara tidak langsung melalui bakteri penyebabnya.
Penularan biasanya terjadi melalui kontak kulit atau benda yang terkontaminasi.
Menjaga kebersihan luka dan tidak berbagi barang pribadi membantu mencegah penularan.
Ditandai benjolan merah yang nyeri, bisul adalah salah satu infeksi kulit yang umum. Bisul biasanya muncul di area tubuh yang banyak berkeringat atau mengalami gesekan, seperti leher, ketiak, paha, atau bokong.
Walaupun sering dianggap masalah kulit ringan, tetapi bisul sebenarnya merupakan infeksi bakteri yang dapat berkembang lebih serius jika tidak ditangani dengan benar.
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah bisul bisa menular dari satu orang ke orang lain. Memahaminya penting untuk mencegah infeksi menyebar, terutama di lingkungan rumah tangga atau tempat dengan kontak fisik yang dekat.
Table of Content
1. Penyebab bisul
Sebagian besar bisul disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, yang dapat hidup secara alami di kulit dan di dalam hidung. Dalam kondisi tertentu, bakteri ini dapat masuk ke dalam folikel rambut atau kelenjar minyak melalui luka kecil pada kulit.
Ketika bakteri tersebut masuk ke jaringan kulit yang lebih dalam, tubuh akan memicu respons peradangan. Inilah yang menyebabkan munculnya benjolan merah yang terasa nyeri dan berisi nanah.
Infeksi ini sebenarnya merupakan cara tubuh melawan bakteri. Sel-sel imun berkumpul di area tersebut untuk melawan infeksi, sementara jaringan yang rusak dan bakteri mati membentuk nanah di dalam bisul.
2. Apakah bisul bisa menular?

Bisul sendiri tidak menular sebagai “penyakit kulit yang berpindah langsung”. Namun, bakteri penyebabnya dapat menyebar melalui kontak dengan cairan dari bisul atau benda yang terkontaminasi.
Bakteri seperti Staphylococcus aureus dapat berpindah melalui kontak kulit, terutama jika ada luka terbuka.
Penularan biasanya terjadi melalui:
Penelitian juga menunjukkan bahwa bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebar di lingkungan rumah tangga dan menyebabkan infeksi kulit pada anggota keluarga lainnya.
Meski demikian, tidak semua orang yang terpapar bakteri ini akan langsung mengalami bisul. Risiko infeksi biasanya meningkat jika seseorang memiliki luka kecil pada kulit atau sistem imun sedang drop.
3. Siapa yang lebih rentan bisulan?
Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bisul setelah terpapar bakteri.
Faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi kulit meliputi:
- Sistem imun yang lemah.
- Diabetes.
- Kebersihan kulit yang kurang terjaga.
- Kontak dekat dengan seseorang yang memiliki infeksi kulit.
Tak hanya itu, lingkungan dengan kontak fisik yang sering, seperti rumah tangga padat, asrama, atau fasilitas olahraga juga dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri.
Beberapa jenis bakteri bahkan dapat berkembang menjadi strain yang lebih resisten terhadap antibiotik, seperti Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
4. Cara mencegah penularan bisul

Karena penyebab bisul adalah bakteri yang dapat berpindah melalui kontak, pencegahan berfokus pada kebersihan dan perlindungan luka.
Para ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mencegah penyebaran infeksi:
- Rutin cuci tangan.
- Menutup bisul dengan perban bersih.
- Tidak memencet atau memecahkan bisul sendiri.
- Tidak berbagi barang pribadi, seperti handuk atau pakaian.
- Mencuci pakaian atau seprai yang terkena cairan dari bisul.
Menjaga area kulit tetap bersih dan kering juga membantu mengurangi risiko infeksi berulang.
Bisul bukan penyakit menular seperti flu, tetapi bakteri penyebabnya dapat menyebar melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi. Jika bakteri tersebut masuk ke dalam luka kecil di kulit, infeksi dapat berkembang menjadi bisul.
Menjaga kebersihan luka dan tidak berbagi barang pribadi penting untuk mencegah penyebaran bakteri. Dengan perawatan yang tepat dan kebersihan yang baik, sebagian besar bisul bisa sembuh tanpa komplikasi dan risiko penularannya dapat diminimalkan.
Referensi
American Academy of Dermatology. “Boils: Overview.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Staph Infections.” Diakses Maret 2026.
Mayo Clinic. “Boils and Carbuncles.” Diakses Maret 2026.
National Health Service. “Boils.” Diakses Maret 2026.
Steven Y. C. Tong et al., “Staphylococcus Aureus Infections: Epidemiology, Pathophysiology, Clinical Manifestations, and Management,” Clinical Microbiology Reviews 28, no. 3 (May 28, 2015): 603–61, https://doi.org/10.1128/cmr.00134-14.
![[QUIZ] Apakah Kamu Berpotensi Mengalami Mabuk Perjalanan Saat Mudik Besok?](https://image.idntimes.com/post/20231216/woman-sleeping-car-while-traveling-42ddfa9e284f8f82bbda0066ae51683d-7e0b113ce88efb018a8ecdc1c6ca425b.jpg)






![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Cocoknya untuk Olahraga Apa? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250222/portrait-young-woman-happy-train-outdoors-23-2148591351-77c72d5a51c824c06c3bc8ce39bc6412-1d5622ea43abbf7e3e8132632cac819b.jpg)
![[QUIZ] Pilihan Hobi untuk Orang Dewasa demi Mental yang Lebih Sehat](https://image.idntimes.com/post/20250122/pexels-arina-krasnikova-5709853-eb4d681b839880324b40f1ff3111c2f0-102334f9728b1f23d1bcb54d593cc8aa.jpg)









