ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Aditya Pratama)
Diagnosis kanker payudara bukanlah sesuatu yang mudah. Tantangan fisik tentu sangat terasa. Walaupun tumor sudah berhasil diangkat, tetapi perjuangan tidak berhenti di situ. Mei masih harus menjalani pengobatan lanjutan untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa.
Dokter meresepkan kemoterapi oral yang harus dijalani selama tiga hingga enam bulan pertama, dengan kontrol rutin setiap bulan. Efek sampingnya cukup terasa dalam kesehariannya. Tubuhnya cepat sekali lelah, membuat aktivitas sederhana terasa berat.
“Ada bagian-bagian tubuh yang mungkin jadi sangat sensitif. Kayak mungkin rambut aku jadi rontok sejak operasi. Mudah lelah itu sih yang utama dan mual setiap kali minum obat,” kisahnya.
Selain itu, hingga kini, bekas jahitan operasi masih meninggalkan rasa nyeri, terutama saat ia harus mengangkat beban berat.
Apa yang dirasakan oleh Mei ada penjelasannya.
Lelah yang dirasakan pasien memang termasuk dari efek samping kemoterapi. Bahkan, ada juga yang merasakan tidak nafsu makan. Namun, pasien harus tetap makan agar daya tahan tubuhnya tetap baik selama menjalani perawatan.
Pascaoperasi, pasien masih ada kemungkinan merasakan sakit di bekas sayatannya, bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Menurut Dr. Rebecca, pada sisi lengan atau payudara bekas operasi yang disebut sebagai golden hand, jangan sampai luka berat atau mengangkat beban berat karena akan mudah membengkak.