Beberapa waktu terakhir, pemusanahan ikan sapu-sapu di berbagai wilayah Jakarta menjadi perhatian. Selain karena sifatnya yang invasif dan merusak ekosistem, muncul pula kekhawatiran terkait keamanannya jika sampai dikonsumsi. Ikan ini dikenal sebagai “pembersih” karena kebiasaannya memakan lumut, sisa organik, dan material di dasar perairan, yang sayangnya sering kali merupakan limbah.
Di tengah kondisi sungai perkotaan yang terpapar limbah domestik dan industri, peran ekologis ikan sapu-sapu justru menempatkannya pada posisi rentan sebagai akumulator kontaminan. Artinya, zat berbahaya yang ada di lingkungan dapat terakumulasi dalam tubuh ikan ini dan berpotensi berpindah ke manusia melalui rantai makanan.
Di bawah ini dipaparkan daftar kontaminan dalam ikan sapu-sapu dan bahayanya.
