“The nutrient content of Plecostomus (Pterygoplichthys pardalis) flesh from Ciliwung River Jakarta, Indonesia”. Nusantara Bioscience (2019). Diakses pada April 2026.
“Detection of Arsenic, Chromium, Cadmium, Lead, and Mercury in Fish: Effects on the Sustainable and Healthy Development of Aquatic Life and Human Consumers”. Multidisciplinary Digital Publishing Institute (2023). Diakses pada April 2026.
“Characteristics of the Sailfin Catfish (Pterygoplichthys pardalis) Fishball Based on the Ratio of Meat to Tapioca Flour”. Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries (2023). Diakses pada April 2026.
“Zoonotic diseases of fish and their prevention and control”. The Veterinary Quarterly (2022). Diakses pada April 2026.
“Fish nutrient composition: a review of global data from poorly assessed inland and marine species”. Public Health Nutrition (2021). Diakses pada April 2026.
5 Fakta Kesehatan Konsumsi Ikan Sapu-Sapu, Aman atau Bahaya?

- Ikan sapu-sapu mengandung protein tinggi dan lemak rendah, menjadikannya sumber gizi potensial meski nilai nutrisinya belum banyak diteliti secara mendalam.
- Hidup di perairan tercemar membuat ikan sapu-sapu berisiko mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia.
- Ikan ini juga rentan membawa bakteri dan parasit, sehingga kebersihan habitat serta cara pengolahan menjadi faktor penting sebelum dikonsumsi.
Belakangan ini, ikan sapu-sapu sedang jadi perdebatan soal apakah aman dikonsumsi atau tidak. Di satu sisi, ikan ini mulai dilirik sebagai sumber pangan alternatif oleh sebagian masyarakat di habitat aslinya. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait kebersihan perairan dan dampaknya bagi kesehatan.
Ikan sapu-sapu yang hidup di dasar perairan sering dikaitkan dengan lingkungan yang kurang bersih. Hal ini membuat banyak orang ragu untuk mengonsumsinya meski tersedia dalam jumlah melimpah. Lalu, apa saja fakta kesehatan di balik konsumsi ikan sapu-sapu?
1. Sumber protein dari ikan air tawar

Ikan air tawar, termasuk sapu-sapu, adalah salah satu sumber protein hewani yang bisa dikonsumsi oleh manusia. Protein dari ikan berperan dalam membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Bahkan, berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Nusantara Bioscience pada 2019, salah satu spesies ikan sapu-sapu, Pterygoplichthys pardalis, diketahui memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
Kandungan tersebut menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu tetap memiliki nilai gizi dari sisi nutrisi dasar. Protein tersebut juga mengandung asam amino yang dibutuhkan tubuh. Namun, manfaat ini tetap perlu dilihat bersama faktor lingkungan tempat hidup ikan tersebut.
2. Berpotensi mengandung logam berat

Di Indonesia, ikan sapu-sapu sering ditemukan di perairan yang tercemar, terutama di sungai dan saluran air perkotaan. Kondisi ini membuat ikan tersebut berpotensi terpapar berbagai zat berbahaya dari lingkungan sekitarnya. Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI) pada 2023, perairan sungai dapat mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium, dan arsenik akibat aktivitas manusia.
Zat-zat ini kemudian dapat diserap oleh organisme air, termasuk ikan sapu-sapu yang hidup di dasar sungai. Dalam jangka panjang, logam berat yang masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi ikan dapat berdampak pada sistem saraf, ginjal, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis. Karena itu, konsumsi ikan dari perairan yang berpotensi tercemar perlu diperhatikan dari sisi keamanan dan kesehatan.
3. Kandungan lemak relatif rendah

Selain kaya akan protein, ikan sapu-sapu juga diketahui memiliki kandungan lemak yang relatif rendah. Hal ini ditunjukkan dalam studi yang terbit di Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries pada tahun 2023 soal spesies ikan sapu-sapu, yaitu Pterygoplichthys pardalis. Dalam penelitian tersebut, ikan ini menunjukkan kadar lemak yang tergolong rendah dibandingkan beberapa jenis ikan lainnya.
Kandungan lemak yang rendah ini membuatnya berpotensi sebagai sumber protein yang tidak terlalu tinggi lemak. Namun, kadar tersebut dapat bervariasi tergantung ukuran, bagian tubuh, dan kondisi lingkungannya. Karena itu, nilai gizinya tidak selalu sama pada setiap kondisi.
4. Risiko kontaminasi bakteri dan parasit

Ikan sapu-sapu juga berpotensi mengandung bakteri dan parasit karena hidup di lingkungan perairan terbuka. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal The Veterinary Quarterly pada 2022, ikan dapat menjadi inang berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Beberapa parasit pada ikan air tawar bahkan dapat menular ke manusia melalui rantai konsumsi.
Penularan ini umumnya terjadi jika ikan tidak diolah atau dimasak dengan baik. Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga masalah kesehatan lainnya. Itulah kenapa aspek kebersihan dan proses pengolahan menjadi hal penting sebelum mengonsumsi ikan dari perairan terbuka, terutama jika airnya keruh atau tercemar.
5. Nilai gizi belum banyak diteliti

Nilai gizi ikan sapu-sapu hingga kini belum banyak diteliti secara mendalam dibandingkan jenis ikan konsumsi lainnya. Hal ini sejalan dengan studi yang terbit dalam jurnal Public Health Nutrition pada tahun 2021 yang menyebut bahwa data komposisi nutrisi ikan masih terbatas pada sejumlah spesies saja. Banyak jenis ikan, terutama dari perairan air tawar, masih memiliki data nutrisi yang belum lengkap atau belum terdokumentasi dengan baik.
Hal tersebut membuat informasi kandungan gizi spesifik, termasuk pada ikan sapu-sapu, masih belum sepenuhnya jelas. Sebagian besar penelitian justru lebih berfokus pada ikan konsumsi populer seperti tuna atau salmon. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat dari mengonsumsi ikan sapu-sapu bagi kesehatan manusia.
Di Indonesia, ikan sapu-sapu banyak ditemukan di perairan yang tercemar, terutama di sungai dan saluran air perkotaan. Oleh sebab itu, disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara sembarangan, kecuali jika ikan sapu-sapu berasal dari perairan yang terkontrol atau hasil budidaya yang jelas kebersihannya. Jadi, jangan coba-coba makan ikan sapu-sapu yang berasal dari sungai kotor, ya!
Referensi









![[QUIZ] Pilih Jenis Lari Favorit Kamu, Kami Tebak Kepribadian Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260327/side-view-man-training-outdoors_23-2150828873_09337711-e762-477c-bfeb-fef172d4355e.jpg)





![[QUIZ] Warna Outfit Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Menghadapi Stres](https://image.idntimes.com/post/20250507/1000344956-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-fff34f8ff180b130eb70c4bcc95165ea.jpg)

