ilustrasi makanan sumber protein (unsplash.com/Sam Moghadam)
Jika kamu menjalani diet tinggi protein, memastikan hal-hal di bawah ini penting:
Minum air cukup (≥2–2,5 liter/hari).
Batasi garam (natrium meningkatkan ekskresi kalsium).
Perbanyak buah dan sayur (meningkatkan sitrat urine).
Seimbangkan protein hewani dan nabati.
Hidrasi adalah faktor paling efektif dalam mencegah batu ginjal.
Diet tinggi protein bukan tanpa risiko. Dalam jumlah yang tepat, protein mendukung kesehatan dan performa. Namun, ketika dikonsumsi berlebihan, terutama dari sumber hewani, ini dapat mengubah keseimbangan tubuh, termasuk meningkatkan risiko batu ginjal.
Kesehatan ginjal sering kali dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami mekanismenya, kamu bisa tetap menjalani pola makan tinggi protein secara aman.
Referensi
Mathew D. Sorensen et al., “Impact of Nutritional Factors on Incident Kidney Stone Formation: A Report From the WHI OS,” The Journal of Urology 187, no. 5 (March 16, 2012): 1645–50, https://doi.org/10.1016/j.juro.2011.12.077.
Solafa H Ghoneim et al., “Impact of Diet on Renal Stone Formation,” Journal of Family Medicine and Primary Care 13, no. 11 (November 1, 2024): 4800–4809, https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_770_24.
F. L. Coe, “Kidney Stone Disease,” Journal of Clinical Investigation 115, no. 10 (October 1, 2005): 2598–2608, https://doi.org/10.1172/jci26662.
Fahimeh Haghighatdoost et al., “Higher Dietary Acid Load Is Associated With an Increased Risk of Calcium Oxalate Kidney Stones,” Journal of Renal Nutrition 31, no. 5 (September 25, 2020): 467–74, https://doi.org/10.1053/j.jrn.2020.08.012.
National Kidney Foundation. “Kidney Stones and Diet.” Diakses April 2026.
Margaret S. Pearle et al., “Medical Management of Kidney Stones: AUA Guideline,” The Journal of Urology 192, no. 2 (May 20, 2014): 316–24, https://doi.org/10.1016/j.juro.2014.05.006.