Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Orang Sehat Bisa Tiba-tiba Kena Batu Ginjal?

Kenapa Orang Sehat Bisa Tiba-tiba Kena Batu Ginjal?
ilustrasi batu ginjal (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Batu ginjal bisa menyerang orang sehat karena proses pembentukannya kompleks dan sering terjadi tanpa gejala, dipengaruhi kebiasaan harian, kondisi biologis, serta faktor genetik.
  • Dehidrasi ringan yang tidak disadari, pola makan tinggi oksalat atau protein hewani, dan asupan kalsium rendah dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal meski tubuh terasa bugar.
  • Gaya hidup aktif tanpa hidrasi cukup serta penggunaan suplemen berlebihan dapat mengubah komposisi urine, memicu kristalisasi mineral yang akhirnya membentuk batu secara perlahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Batu ginjal sering dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat. Namun, tidak sedikit kasus terjadi pada individu yang tampak bugar, aktif, dan tidak memiliki riwayat penyakit serius. Ini membuat banyak orang terkejut ketika diagnosis batu ginjal ditegakkan.

Yang jarang disadari, pembentukan batu ginjal adalah proses yang kompleks dan bisa berlangsung diam-diam, dan faktor risiko tidak selalu terlihat dari luar. Kombinasi dari kebiasaan sehari-hari, kondisi biologis, hingga faktor genetik dapat berkontribusi dan memicu terbentuknya kristal di ginjal tanpa gejala awal yang jelas.

Di bawah ini dipaparkan beberapa alasan orang sehat bisa tiba-tiba kena batu ginjal.

Table of Content

1. Dehidrasi yang tidak disadari

1. Dehidrasi yang tidak disadari

Salah satu penyebab paling umum adalah kurangnya asupan cairan. Bahkan pada orang yang aktif dan merasa sehat, kebutuhan cairan bisa tidak terpenuhi, terutama jika banyak berkeringat atau beraktivitas di lingkungan panas.

Urine yang terlalu pekat meningkatkan konsentrasi mineral seperti kalsium dan oksalat, yang dapat mengkristal dan membentuk batu.

Penelitian menunjukkan, peningkatan asupan cairan secara signifikan dapat menurunkan risiko pembentukan batu ginjal, menegaskan bahwa dehidrasi adalah faktor risiko yang sering tidak disadari.

2. Pola makan “sehat” yang tidak seimbang

Kacang-kacangan.
ilustrasi kacang-kacangan (pexels.com/ Mehran B)

Dalam konteks batu ginjal, tidak semua makanan yang dianggap sehat itu aman. Misalnya, konsumsi makanan kaya akan oksalat terlalu sering atau dalam jumlah banyak, seperti bayam, kacang-kacangan, atau cokelat, dapat meningkatkan risiko pada beberapa orang.

Selain itu, asupan protein hewani berlebih juga dapat meningkatkan ekskresi kalsium dan asam urat dalam urine. Diet tinggi protein hewani dapat memicu lingkungan urine yang mendukung pembentukan batu.

Artinya, kamu bisa saja merasa sudah makan “bersih”, tetapi jika tidak seimbang tetap berisiko mengalami batu ginjal.

3. Faktor genetik dan biologis

Beberapa orang punya kecenderungan genetik untuk membentuk batu ginjal, bahkan tanpa faktor risiko yang jelas. Ini bisa berkaitan dengan cara tubuh memproses kalsium, oksalat, atau asam urat.

Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko penting yang sering diabaikan.

Selain itu, kondisi metabolik tertentu, bahkan yang tidak terdiagnosis, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu, seperti hiperkalsiuria (kadar kalsium tinggi dalam urine).

4. Kurangnya asupan kalsium dari makanan

Aneka produk susu dan keju.
ilustrasi keju dan susu (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Ini terdengar kontraintuitif, tetapi kurangnya asupan kalsium justru dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Kalsium dalam makanan membantu mengikat oksalat di usus, sehingga tidak diserap ke dalam aliran darah.

Menurut penelitian, diet rendah kalsium dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal dibandingkan diet dengan kalsium cukup.

Tanpa kalsium yang cukup, oksalat lebih mudah masuk ke urine dan membentuk kristal.

5. Gaya hidup aktif, tetapi tidak seimbang

Orang yang aktif secara fisik tetap bisa berisiko mengalami batu ginjal jika tidak diimbangi dengan hidrasi dan nutrisi yang tepat. Misalnya, latihan intens tanpa cukup minum dapat meningkatkan konsentrasi urine.

Selain itu, penggunaan suplemen tertentu, seperti vitamin C dosis tinggi atau protein shake berlebihan, juga dapat berkontribusi terhadap pembentukan batu.

Kombinasi aktivitas tinggi dan asupan nutrisi tertentu dapat memengaruhi komposisi urine secara signifikan.

6. Pembentukan batu secara diam-diam

Batu ginjal.
ilustrasi batu ginjal (commons.wikimedia.org/Jakupica)

Batu ginjal tidak terbentuk dalam semalam. Prosesnya bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan tanpa gejala.

Selama batu masih kecil dan tidak menghalangi aliran urine, kamu mungkin tidak merasakan apa pun. Gejala baru muncul ketika batu mulai bergerak atau menyumbat saluran kemih. Inilah alasan banyak kasus terasa “tiba-tiba”, padahal sebetulnya prosesnya sudah berlangsung lama.

Dalam konteks batu ginjal, bahkan orang dengan gaya hidup aktif dan pola makan yang baik pun bisa mengalaminya jika faktor-faktor tersembunyi tidak diperhatikan. Memahami bahwa risiko bisa datang dari hal-hal kecil, seperti kurang minum atau ketidakseimbangan nutrisi, penting dalam hal pencegahan batu ginjal.

Referensi

National Kidney Foundation. "Kidney Stones Overview." Diakses Maret 2026.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). "Kidney Stones." Diakses Maret 2026.

Gary C. Curhan et al., “A Prospective Study of Dietary Calcium and Other Nutrients and the Risk of Symptomatic Kidney Stones,” New England Journal of Medicine 328, no. 12 (March 25, 1993): 833–38, https://doi.org/10.1056/nejm199303253281203.

Pietro Manuel Ferraro et al., “Soda and Other Beverages and the Risk of Kidney Stones,” Clinical Journal of the American Society of Nephrology 8, no. 8 (May 16, 2013): 1389–95, https://doi.org/10.2215/cjn.11661112.

Eric N. Taylor, Teresa T. Fung, and Gary C. Curhan, “DASH-Style Diet Associates With Reduced Risk for Kidney Stones,” Journal of the American Society of Nephrology 20, no. 10 (August 14, 2009): 2253–59, https://doi.org/10.1681/asn.2009030276.

Harvard T.H. Chan School of Public Health. "Kidney Stones and Diet." Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More